Cari Blog Ini

Senin, 15 Desember 2014

Robbi, Engkaulah Pemilik Hati

 Bismillaahirrohmaanirrohiim...
Duhai Robbi, sesungguhnya Engkaulah pemilik hati, yang menumbuhkan kerinduan dalam diriku untuk bertemu belahan jiwaku. Menciptakan kasih sayang di antara kami, agar tentram hidupku dan merasakan kebahagiaan atas indahnya ciptaan-Mu.

Duhai Robbi, jika tak pernah cukup amalku membawaku ke surga-Mu. Berikanlah aku seorang imam yang akan mendo’akanku menjadi bidadari surganya, hingga do’anya menjadi salah satu alasan bagi-Mu mengisi salah satu surga-Mu dengan diri ini.


Duhai Robbi, jika tak pernah mampu aku memberatkan timbangan amalku dengan ibadahku sendiri. Berikanlah aku seseorang yang membuatku mengabdikan diri kepadanya, sebagai bukti cintaku kepada-Mu. Agar ridhanya menjadi kunci bagiku membuka surga-Mu. Dan pengabdian padanya adalah ibadah mulia yang kulakukan atas nama cinta kepada-Mu.

Duhai Robbi, andai itu semua tak layak untukku. Pertemukanlah aku dengan jiwa yang baik yang kurindu itu, yang mengaitkan cintanya kepada-Mu. Hingga semakin kuat cintaku kepada-Mu, hingga kami berkumpul dalam naungan kasih sayang-Mu. Dan maafkanlah aku atas kesalahanku, kelemahan, dan keterbatasanku yang seringkali lalai untuk mengingat-Mu.

Duhai Robbi, biarkanlah kami menjadi hamba yang mengisi menara-menara langitmu. Yang Kau janjikan akan terisi dengan mereka yang saling mencintai karena-Mu...

Jumat, 05 Desember 2014

Meluruh Tanpa Kata

Bismillaahirrohmaanirrohiim...



Selain hujan, adakah yang berkali-kali jatuh tanpa sekalipun mengeluh? walau air mata seringkali luruh, cintakah?
Entahlah kadang kau sendiri tak tau, meski semua rasa telah kau bagi untuk ayah bundamu, adik-adikmu, kakak-kakakmu, keponakanmu, sahabat-sahabatmu, saudara-saudarimu, anak-anak didikmu, alam sekitar, mentari, senja, pantai, lembah nan hijau, gunung nan tinggi, bahkan Cinta tertinggi kepada Robbmu yang selalu mengalir disetiap urat nadimu. Namun tetap saja rasa itu selalu ada, masih tersimpan untuknya, entah sampai kapan, bahkan akan lebih dalam ketika kau ditakdirkan bertemu dengannya.

Kadangkala hatimu lelah menyimpan semuanya sendiri, namun kau tak ingin berputus asa, mungkin ini cara Allah agar memelukmu lebih erat, bukankah Allah senang dengan hambanya yang mengadu segala kegundahan hatinya, Allah senang melihat hambanya menangis di hadapan-Nya...

Rasa itu akan selalu ada untuknya, meski yang lain datang silih berganti tawarkan kesenangan dunia, kau tetap diam tak bergeming, karena bukan itu yang kau harapkan, bukan itu yang kau inginkan. Meski hujan badai terus menghantam tubuhmu, kau tetap diam membisu, bukan karena kau merasa kuat, namun agar kau menjadi kuat dengan tempaannya.

Tahukah kau, mengapa kau begitu yakin ingin bersamanya, kau tak ingin membuatnya bersedih, kau tak ingin meninggalkannya, karena kau yakin bersamanya surga terasa semakin dekat.

Walau air matamu seringkali menetes, menembus langit hatimu, kau tak peduli lagi, kau hanya ingin ridha Allah, kau ingin menggapai surga bersamanya, itulah cita-cita tertinggimu.

Kini musim telah berganti, namun rasamu tetap sama tak ada yang berubah, sekian lama kau pendam sendiri dalam kesunyian, dari kejauhan, dalam pekatnya malam, dalam isakan tangis yang tak bersuara di hadapan Robbmu, berharap ia mengerti bahwa kau masih menantinya dalam diam, dalam pengharapan kepada Robbnya. Berharap ia akan segera datang menemuimu sebelum musim kembali berganti...

Cita-citamu hanya satu "ridha Allah" agar Allah berkenan menghadiahkan surga-Nya untukmu dan untuknya...

Kamis, 20 November 2014

Solidaritas Berhijab Untuk Muslimah Indonesia


Mengapa harus ada solidaritas berhijab untuk muslimah? Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Sebagai syariat yang memiliki konsekuensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. 

Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion. Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.
 
Karena berhijab adalah perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam firman-Nya
"Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka". [An Nuur:31].

"Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang". [Al Ahzab : 59].

Maka berhijab bagi muslimah adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya
"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar". [Al Ahzab:71]

"Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". [Al Ahzab:36].

Perintah berhijab ini bukanlah tanpa alasan, sebagaimana makna tersurat dalam firman-nya di atas agar para muslimah tidak diganggu oleh kaum laki-laki bejat dan rusak. Agar tidak menjadi fitnah bagi laki-laki beriman. Agar tidak menjadi dosa bagi ayah, suami, anak, dan saudaranya. Terlepas dari itu semua ternyata berhijab juga memiliki dampak positif bagi kesehatan. 

Berikut ini beberapa dampak positif berhijab bagi kesehatan:
Pertama, berhijab mampu melindungi kulit, baik itu kulit tangan maupun wajah. Itu dikarenakan, ketika kita berada di luar ruangan, kita akan terserang sinar matahari yang mengandung sinar Ultra violet. Sinar ultraviolet bisa menyebabkan keriput, kanker kulit hingga kerusakan mata. Untuk itu, berhijab bisa membantu mencegah beberapa kemungkinan tersebut.

Kedua, perempuan yang berhijab akan lebih terjaga dan lebih higienis. Dalam artian, ia akan mendapatkan protect dari virus-virus yang bertebangan dimana-mana. seseorang tidak pernah bisa mengidentifikasi apakah virus tersebut berbahaya atau tidak. namun dengan berhijab, kemungkinan untuk terserang virus-virus tersebut bisa diminimalisir.

Ketiga, menjaga tubuh dari suhu dingin yang meresap ke kulit. Fungsi hijab juga bisa mengurangi rasa dingin yang disebabkan oleh lingkungan. Suhu dingin tersebut bisa menyebabkan flu, demam dan tubuh gemetaran. Dengan berhijab, maka sirkulasi udara yang masuk ke tubuh akan berkurang karena tertutup rapatnya hijab.

Keempat, hati terasa lebih tenang. Berhijab ternyata bisa meningkatkan kesehatan psikis seseorang. Dengan berhijab, maka hatinya akan semakin tenang. Tenang karena telah mentaati perintah Allah, dan juga tenang karena tidak terlalu khawatir akan pelecehan seksual. Rasa tenang itu bisa memacu kebahagiaan dalam hidup serta meminimalisir stress.

Penjelasan diatas adalah alasan kenapa pentingnya berhijab. Sebagaian besar mungkin sudah tahu, namun mungkin ada juga yang belum mengetahuinya, dan sebagian yang lain mungkin ada yang tahu namun tidak mau atau masih berfikir beribu kali untuk melaksanakannya. Penjelasan tersebut juga sebagai bentuk solidaritas kami agar muslimah tidak ragu-ragu lagi dalam melaksanakan perintah Allah yang sejatinya adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Selain keraguan dari diri sendiri, larangan, ancaman untuk berhijab seringkali datang dari pihak-pihak tertentu, di tempat kerja, sekolah ataupun ditempat-tempat lain. Ini adalah pembatasan hak asasi, padahal berhijab adalah hak asasi dan hak dasar bagi setiap muslimah sebagai bentuk implementasi dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran islam.

Maka solidaritas berhijab ini penting kita bangun bersama agar menjadi penguat bagi para muslimah yang masih kesulitan untuk berhijab baik keraguan yang datang dari diri sendiri maupun intervensi dari pihak lain. Harapannya tidak ada lagi deskriminasi terhadap para muslimah khususnya di Indonesia untuk berhijab sesuai syariat.

By: Bidang Kemuslimahan YIC_Bekasi

Dipublikasikan pada acara Solidaritas Berhijab Untuk Muslimah Indonesia |Jakarta, 25-26 Oktober 2014

barokallahu fiikum...



Kamis, 13 November 2014

Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana

Bismillaahirrohmaanirrohiim...



aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti mentari yang selalu memancarkan kehangatannya disetiap pagi
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti embun yang selalu meneteskan kesejukannya disetiap pagi
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti air yang selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti ombak yang selalu menemani pantai setiap hari
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti mata air yang selalu memancarkan kesegarannya bagi semua mahluk hidup
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti lautan luas yang menyimpan warna-warni kehidupan
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti angin yang meniupkan kedamaian diantara dedaunan
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti hujan yang selalu melimpahkan kesegarannya dalam kemarau nan panjang
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti dedaunan kering yang berguguran, gugur untuk menyuburkan yang lain
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti bunga-bunga bermekaran yang membuat indah mata memandang 
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti pepohonan nan rindang yang selalu memberikan kesejukannya bagi mahluk hidup lain
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti untaian do'a yang selalu mengalir untukmu...
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti rindu yang belum sempat ku sampaikan padamu...

Kamis, 30 Oktober 2014

50 Hal Penting Terkait Kesehatan, Rezeki dan Kecerdasan

Yang bisa merusak tubuh:
1. Murung
2. Sedih
3. Lapar
4. Begadang
Yang bisa menggembirakan hati:
5. Melihat yang hijau-hijau
6. Melihat air yang mengalir
7. Melihat orang yang dicintai
8. Melihat buah-buahan
Yang bisa menggelapkan penglihatan:
9. Berjalan tanpa alas kaki
10. Menghabisakan pagi dan sore di hadapan orang yang dibenci, orang yang menyusahkan atau musuh
11. Banyak menangis
12. Membaca tulisan yang sangat kecil
Yang memperkuat badan:
13. Mengenakan pakaian yang lembut
14. Masuk kamar mandi secara rutin (Mandi, bersuci)
15. Memakan makanan manis dan berlemak
16. Mencium segala sesuatu yang harum
Yang mengusamkan wajah, menghilangkan kecerahan dan kecerian:
17. Dusta
18. Sikap kurang ajar
19. Banyak bertanya tanpa dasar ilmu
20. Banyak bermaksiat
Yang bisa menambah keceriaan wajah:
21. Menjaga harga diri
22. Menepati janji
23. Pemurah
24. Bertakwa
Yang memicu kebencian dan kemarahan orang lain:
25. Sombong
26. Dengki
27. Pembohong
28. Meng-adu-domba
Yang mempermudah memeroleh rezeki:
29. Shalat malam
30. Perbanyak istighfar sebelum fajar
31. Selalu bersedekah
32. Dzikir di awal pagi dan akhir siang
Yang menghalangi rezeki:
33. Tidur pagi
34. Sedikit shalat
35. Malas
36. Berkhianat
Yang berbahaya bagi kecerdasan otak:
37. Terlalu banyak makan asam-asaman dan buah-buahan
38. Tidur tengkurap
39. Kesedihan yang berlarut
40. Rasa murung
Yang menambah daya pemahaman:
41. Ketenangan hati
42. Tidak banyak makan dan minum
43. Pandai mengatur gizi makanan
44. Mengeluarkan ampas yang berat dari dalam tubuh
Yang membahayakan otak:
45. Kecanduan makan bawang merah, sayur, zaitun, dan terong
46. Banyak berhubungan seks
47. Menyendiri (banyak murung)
48. Banyak pikiran
49. Mabuk
50. Banyak tertawa
barokallah fiikum...
semoga kita semua dapat melakukan apa-apa yang baik dan meninggalkan apa-apa yang buruk, aamiin...

Oleh : Pirman
Sumber : Tata Cara Pengobaan Ala Nabi, Ibnul Qayyim al-Jauziyah

Jumat, 24 Oktober 2014

AKU MASIH DI SINI MENANTIMU

Bismillah...
Wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
apakah gerangan yang membuatmu belum menemuiku,
apakah engkau tersesat? apakah jalannya terlalu panjang dan berliku?
apakah kau terlalu sibuk mempersiapkan bekal untuk bertemu denganku?
taukah kau, hampir saja aku mengering dalam panjangnya kemarau...
taukah kau, hampir saja aku terhanyut dalam derasnya aliran kehidupan...
taukah kau, hampir saja aku terhempas oleh dahsyatnya badai kerinduan...

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
Cukup bagiku kau bawa keimananmu untuk menemuiku, tak perlu kau persiapkan segengam permata, tak perlu kau persiapkan sebuah istana megah, tak perlu kau persiapkan segalanya dengan sempurna, biarlah semua apa adanya.

Wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
Aku ingin membersamaimu mempersiapkan semuanya untuk kita, untuk anak-anak kita. Aku ingin berada di sampingmu saat perjuanganmu terasa begitu melelahkan. Aku ingin meniupkan nafas perjuangan ini bersamamu. Aku ingin membangun peradaban yang sekianlama kita rindukan bersamamu.

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
taukah kau, tak mudah bagiku menjaga hati, pun bagimu juga tak mudah. Aku hanya ingin keridhaan Allah. Aku ingin bersamamu dan anak-anak kita menuju surga.

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
aku masih di sini menantimu...

Rabu, 24 September 2014

KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH

Bismillah...
Tulisan ini teruntuk para ibu yang peduli terhadap pendidikan anaknya, namun untuk para ayah juga sangat penting karena bisa jadi pertanyaan-pertanyaan semacam ini terlontar kepada para ayah, dan perlu diingat bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggungjawab seorang ibu. Dua-duanya harus saling bersinergi dan bekerjasama.
Bagaimana dengan para lajang? apakah tidak perlu membaca atau tidak perlu tau?bagi saya sangat perlu, bukankah kita juga calon ibu, calon ayah?walaupun kita tak tau kapan punya anak sendiri setidaknya kita sudah mempersiapkan yang terbaik untuk anak-anak kita nanti. Untuk sekarang kita juga bisa menerapkannya pada anak-anak didik kita, keponakan, adik, ataupun sepupu. Jadi sebenarnya kalau mau baca banyak manfaatnya bagi orang lain. Mari simak liputannya...

Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang. Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe.

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”

Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.


Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)


[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“

Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3


هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)


[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}


Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”


Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”


Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”


Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]


ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ

Dia bersemayam di atas ’Arsy.


Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.


Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”

[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)


وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)


وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ

Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)


Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahu a’lam.
Sumber#‎CahayaHati

Semoga kita terus mempersiapkan yang terbaik untuk anak-anak kita nanti...

Barokallah fiikum...

Rabu, 27 Agustus 2014

Kreasi Liburan Lalu

Liburan adalah waktunya berkreasi masak-masak dan refresing. Cuma bermodal mau apapun jadi :)
keuntungan memasak sendiri adalah lebih terjamin kesehatannya walaupun sedikit menyita waktu, eh adalagi  lebih irit kalo sudah berkeluarga :) terakhir ada kepuasan tersendiri...yuuuk kita intip apa saja kreasi liburan kemarin...tapi kurang lengkap nih pempeknya nggak kefoto :(


nasi goreng spesial kambing

Spageti ala ndeso :)

es krim mix coklat stroberry dan coklat vanilla

puding labu kuning dan puding ubi unggu

kue kering melayu
kwe tiaw ala ndeso :)

jangan salahkan saya kalo kepengen yaaa... silahkan dipilih... :) insya Allah sehat koq tanpa penyedap rasa, tanpa pewarna dan tanpa pengawet...

Jumat, 15 Agustus 2014

Episode Ramadhan Penuh Cinta

Bismillah...

Hemmm...baru sempat posting agenda ramadhan tahun ini. Ada yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya setelah sepuluh hari pertama Ramadhan bersama santri di pondok. Selanjutnya ramadhan bersama anak-anak yatim, dhuafa dan anak-anak jalanan bersama YIC (Youth Islamic Center) Bekasi di komplek masjid Islamic Center Bekasi, tanggal 14-15 Ramadhan 1435 H.

Meskipun kebersamaannya begitu singkat hanya dua hari tapi menyisakan kenangan yang mendalam. Saya semakin banyak belajar tentang arti sebuah rasa syukur. bersyukur atas kehidupan yang Allah berikan, saya membayangkan seandainya saya diposisi mereka mampukah saya seperti mereka? mengarungi kerasnya hidup dengan belum berbekal apapun, diusia yang masih tergolong anak-anak tanpa dukungan atau sedikit dukungan dari orang tua. Sungguh saya merasa tak mampu bahkan sekedar membayangkan :'(

Mereka sebenarnya anak-anak cerdas hanya saja kondisi keluarga dan lingkungan yang menjadikan mereka seperti tak berguna. Sayapun lebih banyak belajar lagi, ternyata tak mudah menjadi orang dewasa itu, banyak hal yang perlu dibenahi mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara dan akhirnya dunia. Jadi peran orang tua sangat penting, jangan sampai seolah lepas dari tanggungjawab, setelah melahirkan dan membesarkan ala kadarnya kemudian tidak mendidiknya dengan benar. Inilah yang banyak terjadi.Tapi ini bukan semata masalah ekonomi, karena banyak juga yang mampu secara ekonomi tapi tidak mampu mendidik anak dengan benar. Berarti masalahnya pemahaman dan lmu yang mungkin kurang. Maka menikah bukan sekedar "menggugurkan status" namun lebih keren dari itu adalah membina diri dan pasangan agar menjadi lebih baik lagi dan membentuk generasi robbani yang diharapkan nantinya dapat mengubah peradaban dunia...

Ternyata yaaa...membina anak-anak seperti mereka tidak semudah membalikkan telapak tangan, maklum mungkin karena kondisi keluarga, lingkungan dan mungkin ekonomi, namun saya tetap meyakini bahwa Allah Maha Kaya, jadi harusnya tidak ada masalah ekonomi. Ada saja yang kabur saat sholat wajib, tarawih bahkan kabur saat waktunya tidur, sehingga ribet mencari-cari, pengalaman yang luar biasa, butuh kesabaran yang berlipat menghadapi mereka. Dan yang tak kalah penting butuh ketegasan juga, karena kalau tidak tegas bisa-bisa kita dibully.

                                                                                                training menggapai sukses dunia akhirat
Dalam acara Pesantren Ramadhan ini ada training
tentang menggapai sukses dunia dan akhirat.
Semua orang yang berakal sehat tentu punya            
keinginan untuk sukses.
Apa defenisi sukses menurutmu?
bila sebuah kesuksesan itu diartikan sebagai sebuah tujuan, mungkin kita akan sangat sering merasa kecewa atau bahkan putus asa karena setiap impian yang tidak tercapai membuat kita stress berat,
namun bila sukses itu diartikan sebagai sebuah perjalanan atau proses Insya Allah akan sedikit membantu ketika tidak semua keinginan tercapai. Bagaimana perjalanan kita menuju kesuksesan itu?    sudah maksimalkah ikhtiar?sudah berdo'akah dengan rasa takut dan penuh harap?kalau sudah maka hasilnya serahkan saja pada Allah. Bagaimana dengan kesuksesan akhirat? yaitu masuk surga bersama orang-orang sholih tanpa hisab. Maka kita diwajibkan berikhtiar dan berdo'a semoga Allah perkenankan do'a kita. Jadi intinya "sukses dunia itu bukanlah tujuan melainkan perjalanan, namun sukses akhirat adalah tujuan dan perjalanan".
               
update terkini kondisi Gaza
bagaimana peran kita sebagai muslim yang bersaudara?

Menanamkan rasa empati kepada anak-anak harusnya sejak dini, bagaimana kewajiban seorang muslim kepada muslim lainnya. Maka dalam kesempatan ini kami mengangkat tema tentang Gaza yang sedang berduka bahkan sudah sejak ratusan tahun lalu. dimana peran kita sebagai muslim? Hal yang paling pertama yang bisa kita lakukan adalah berdo'a untuk mereka disetiap sholat kita, kedua memberi dukungan dan bantuan berupa materi

dan jasa apa saja yang mampu kita beri, ketiga belajar dengan baik, kuasai ilmu agama, iptek, ekonomi, militer, politik dll agar umat islam tidak tertindas, keempat hindari penggunaan produk yang mendukung gerakan Zionis Israel.

Terakhir teruslah melakukan pembinaan diri, keluarga dan masyarakat agar mampu melakukan semua itu, melalui lembaga-lembaga pendidikan, sosial, pemerintahan atau organisasi sosial lainnya. Saya sangat menyarankan ikut organisasi ISIS. Eh, jangan suudzon dulu yaaa...maksud saya ISIS (Istri Sholehah Idaman Suami) lho yaaa hehe...Karena perjuangan yang hanya dilakukan sendiri atau beberapa orang saja tidak akan berpengaruh singnifikan untuk mengubah peradaban dunia. Maka kita perlu berjamaah untuk melakukan perubahan, seperti yang diajarkan oleh teladan kita Rosulullah SAW.

pembacaan al-ma'atsurat

                                                                        Tanya jawab



                                             Buka puasa bersama > tampak keceriaan di wajah mereka

 
keceriaan di wajah kakak-kakak :)

Inginnya pembinaan berlanjut, supaya ada follow up dari yang dilakukan. Semoga bisa ya sahabat-sahabat...

                                                                              Mentoring asyik...


 Kodo-kado ini tidak hanya dari para donatur, tapi dari semua panitia wajib memberikan kado. Supaya tidak sekedar mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan sementara diri sendiri lupa. Inilah yang sangat dibenci Allah dalam firmannya “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?. Itu sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” [QS. Ash-Shaff: 2-3].
 
kumpulan kado istimewa menggunung, alhamdulillah...ngak nyangka sebanyak ini, 
terimakasih para donatur


                                           tes bacaan Al-Qur'an, alhamdulillah ada juga yang uda bagus...


                                                          tampil perform perkelompok

Keceriaan di wajah kakak-kakak saat berbagi kado istimewa dan keceriaan adik-adik saat menerima kado. Semoga manfaat semuanya...
    Pembagian kado istimewa

Perform anak-anak jalanan


                                                                Foto bersama diakhir acara 

Semoga usaha yang sedikit ini mampu mengubah pribadi kita dan orang lain menjadi lebih baik lagi, sehingga mengubah masyarakat, negara bahkan dunia. aamiin ya mujiib...

barokallahu fiikum...