Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Penantian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penantian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Oktober 2014

AKU MASIH DI SINI MENANTIMU

Bismillah...
Wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
apakah gerangan yang membuatmu belum menemuiku,
apakah engkau tersesat? apakah jalannya terlalu panjang dan berliku?
apakah kau terlalu sibuk mempersiapkan bekal untuk bertemu denganku?
taukah kau, hampir saja aku mengering dalam panjangnya kemarau...
taukah kau, hampir saja aku terhanyut dalam derasnya aliran kehidupan...
taukah kau, hampir saja aku terhempas oleh dahsyatnya badai kerinduan...

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
Cukup bagiku kau bawa keimananmu untuk menemuiku, tak perlu kau persiapkan segengam permata, tak perlu kau persiapkan sebuah istana megah, tak perlu kau persiapkan segalanya dengan sempurna, biarlah semua apa adanya.

Wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
Aku ingin membersamaimu mempersiapkan semuanya untuk kita, untuk anak-anak kita. Aku ingin berada di sampingmu saat perjuanganmu terasa begitu melelahkan. Aku ingin meniupkan nafas perjuangan ini bersamamu. Aku ingin membangun peradaban yang sekianlama kita rindukan bersamamu.

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
taukah kau, tak mudah bagiku menjaga hati, pun bagimu juga tak mudah. Aku hanya ingin keridhaan Allah. Aku ingin bersamamu dan anak-anak kita menuju surga.

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
aku masih di sini menantimu...

Sabtu, 16 Februari 2013

Memantaskan Diri Mendampingimu



Waktu terasa begitu lambat, bahkan kadang aku merasa waktu ini berhenti berputar seakan stagnan di pusara waktu. Ah ini hanya perasaanku saja, pada kenyataannya waktu terus berputar, terus melaju, tak peduli yang di belakang atau di depannya, tak peduli apakah ia dimanfaatkan atau tidak, baginya tak masalah. Tapi sebagai hamba Allah, aku ingin memanfaatkan waktuku sebaik-baiknya.

Penantian ini, entahlah… aku tak tau sampai kapan akan berujung, bila ini ketentuan Allah aku pasti akan mampu melewatinya. Dalam rentang waktu ini tak akan aku sia-siakan, tak akan aku berdiam diri. Aku akan terus memperbaiki diri, terus belajar, mempersiapkan bekal untuk bertemu denganmu, dan yang paling utama terus mempersiapkan bekal untuk bertemu dengan Robbku. Mungkin sekarang belum saatnya kita dipertemukan. Allah hendak mengajarkanku tentang arti kesabaran, Allah hendak mengajarkanku tentang arti menghargai, Allah sedang mempersiapkanku untuk menjadi pantas mendampingimu, begitupun dirimu sedang dipersiapkan menjadi imam bagiku. Agar kelak saat Allah mempertemukan, kita menjadi pribadi yang saling melengkapi, saling mengingatkan dalam ketaatan, bersama membangun cinta di atas Cinta-Nya.

Aku tak pernah tau sosok dirimu, karena kita memang tak pernah bertemu, jangankan bertemu berinteraksi lewat mediapun tidak, karena kita sama-sama ingin menjaga. Biarlah Allah yang menggerakkan hati kita, biarlah kuasa Allah yang mempertemukan kita pada waktu yang terbaik menurut Allah.

Bilakah waktu itu tiba, Inginku mendampingimu dalam ketaatan, membersamaimu dengan mahabbah di atas cinta-Nya…agar kelak kita dapat meraih syurga-Nya…inginku membangun peradaban bersamamu, menjadi ibu bagi anak-anakmu, mendidik mereka dengan penuh cinta, mengajari mereka cara mencintai Allah, mempersiapkan mereka menjadi generasi terbaik bagi ummat ini, mengajari mereka menjadi penyejuk mata dan hatimu…inginku membangun keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rohmah bersamamu di dunia ini dan sampai di akhirat kelak…maka izinkan aku untuk terus memantaskan diri mendampingimu…Insya Allah…


15 Februari 2013
Di Taman Penantian