Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Peradaban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peradaban. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 September 2014

KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH

Bismillah...
Tulisan ini teruntuk para ibu yang peduli terhadap pendidikan anaknya, namun untuk para ayah juga sangat penting karena bisa jadi pertanyaan-pertanyaan semacam ini terlontar kepada para ayah, dan perlu diingat bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggungjawab seorang ibu. Dua-duanya harus saling bersinergi dan bekerjasama.
Bagaimana dengan para lajang? apakah tidak perlu membaca atau tidak perlu tau?bagi saya sangat perlu, bukankah kita juga calon ibu, calon ayah?walaupun kita tak tau kapan punya anak sendiri setidaknya kita sudah mempersiapkan yang terbaik untuk anak-anak kita nanti. Untuk sekarang kita juga bisa menerapkannya pada anak-anak didik kita, keponakan, adik, ataupun sepupu. Jadi sebenarnya kalau mau baca banyak manfaatnya bagi orang lain. Mari simak liputannya...

Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang. Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe.

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”

Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.


Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)


[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“

Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3


هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)


[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}


Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”


Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”


Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”


Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]


ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ

Dia bersemayam di atas ’Arsy.


Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.


Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”

[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)


وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)


وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ

Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)


Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahu a’lam.
Sumber#‎CahayaHati

Semoga kita terus mempersiapkan yang terbaik untuk anak-anak kita nanti...

Barokallah fiikum...

Jumat, 15 Agustus 2014

Episode Ramadhan Penuh Cinta

Bismillah...

Hemmm...baru sempat posting agenda ramadhan tahun ini. Ada yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya setelah sepuluh hari pertama Ramadhan bersama santri di pondok. Selanjutnya ramadhan bersama anak-anak yatim, dhuafa dan anak-anak jalanan bersama YIC (Youth Islamic Center) Bekasi di komplek masjid Islamic Center Bekasi, tanggal 14-15 Ramadhan 1435 H.

Meskipun kebersamaannya begitu singkat hanya dua hari tapi menyisakan kenangan yang mendalam. Saya semakin banyak belajar tentang arti sebuah rasa syukur. bersyukur atas kehidupan yang Allah berikan, saya membayangkan seandainya saya diposisi mereka mampukah saya seperti mereka? mengarungi kerasnya hidup dengan belum berbekal apapun, diusia yang masih tergolong anak-anak tanpa dukungan atau sedikit dukungan dari orang tua. Sungguh saya merasa tak mampu bahkan sekedar membayangkan :'(

Mereka sebenarnya anak-anak cerdas hanya saja kondisi keluarga dan lingkungan yang menjadikan mereka seperti tak berguna. Sayapun lebih banyak belajar lagi, ternyata tak mudah menjadi orang dewasa itu, banyak hal yang perlu dibenahi mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara dan akhirnya dunia. Jadi peran orang tua sangat penting, jangan sampai seolah lepas dari tanggungjawab, setelah melahirkan dan membesarkan ala kadarnya kemudian tidak mendidiknya dengan benar. Inilah yang banyak terjadi.Tapi ini bukan semata masalah ekonomi, karena banyak juga yang mampu secara ekonomi tapi tidak mampu mendidik anak dengan benar. Berarti masalahnya pemahaman dan lmu yang mungkin kurang. Maka menikah bukan sekedar "menggugurkan status" namun lebih keren dari itu adalah membina diri dan pasangan agar menjadi lebih baik lagi dan membentuk generasi robbani yang diharapkan nantinya dapat mengubah peradaban dunia...

Ternyata yaaa...membina anak-anak seperti mereka tidak semudah membalikkan telapak tangan, maklum mungkin karena kondisi keluarga, lingkungan dan mungkin ekonomi, namun saya tetap meyakini bahwa Allah Maha Kaya, jadi harusnya tidak ada masalah ekonomi. Ada saja yang kabur saat sholat wajib, tarawih bahkan kabur saat waktunya tidur, sehingga ribet mencari-cari, pengalaman yang luar biasa, butuh kesabaran yang berlipat menghadapi mereka. Dan yang tak kalah penting butuh ketegasan juga, karena kalau tidak tegas bisa-bisa kita dibully.

                                                                                                training menggapai sukses dunia akhirat
Dalam acara Pesantren Ramadhan ini ada training
tentang menggapai sukses dunia dan akhirat.
Semua orang yang berakal sehat tentu punya            
keinginan untuk sukses.
Apa defenisi sukses menurutmu?
bila sebuah kesuksesan itu diartikan sebagai sebuah tujuan, mungkin kita akan sangat sering merasa kecewa atau bahkan putus asa karena setiap impian yang tidak tercapai membuat kita stress berat,
namun bila sukses itu diartikan sebagai sebuah perjalanan atau proses Insya Allah akan sedikit membantu ketika tidak semua keinginan tercapai. Bagaimana perjalanan kita menuju kesuksesan itu?    sudah maksimalkah ikhtiar?sudah berdo'akah dengan rasa takut dan penuh harap?kalau sudah maka hasilnya serahkan saja pada Allah. Bagaimana dengan kesuksesan akhirat? yaitu masuk surga bersama orang-orang sholih tanpa hisab. Maka kita diwajibkan berikhtiar dan berdo'a semoga Allah perkenankan do'a kita. Jadi intinya "sukses dunia itu bukanlah tujuan melainkan perjalanan, namun sukses akhirat adalah tujuan dan perjalanan".
               
update terkini kondisi Gaza
bagaimana peran kita sebagai muslim yang bersaudara?

Menanamkan rasa empati kepada anak-anak harusnya sejak dini, bagaimana kewajiban seorang muslim kepada muslim lainnya. Maka dalam kesempatan ini kami mengangkat tema tentang Gaza yang sedang berduka bahkan sudah sejak ratusan tahun lalu. dimana peran kita sebagai muslim? Hal yang paling pertama yang bisa kita lakukan adalah berdo'a untuk mereka disetiap sholat kita, kedua memberi dukungan dan bantuan berupa materi

dan jasa apa saja yang mampu kita beri, ketiga belajar dengan baik, kuasai ilmu agama, iptek, ekonomi, militer, politik dll agar umat islam tidak tertindas, keempat hindari penggunaan produk yang mendukung gerakan Zionis Israel.

Terakhir teruslah melakukan pembinaan diri, keluarga dan masyarakat agar mampu melakukan semua itu, melalui lembaga-lembaga pendidikan, sosial, pemerintahan atau organisasi sosial lainnya. Saya sangat menyarankan ikut organisasi ISIS. Eh, jangan suudzon dulu yaaa...maksud saya ISIS (Istri Sholehah Idaman Suami) lho yaaa hehe...Karena perjuangan yang hanya dilakukan sendiri atau beberapa orang saja tidak akan berpengaruh singnifikan untuk mengubah peradaban dunia. Maka kita perlu berjamaah untuk melakukan perubahan, seperti yang diajarkan oleh teladan kita Rosulullah SAW.

pembacaan al-ma'atsurat

                                                                        Tanya jawab



                                             Buka puasa bersama > tampak keceriaan di wajah mereka

 
keceriaan di wajah kakak-kakak :)

Inginnya pembinaan berlanjut, supaya ada follow up dari yang dilakukan. Semoga bisa ya sahabat-sahabat...

                                                                              Mentoring asyik...


 Kodo-kado ini tidak hanya dari para donatur, tapi dari semua panitia wajib memberikan kado. Supaya tidak sekedar mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan sementara diri sendiri lupa. Inilah yang sangat dibenci Allah dalam firmannya “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?. Itu sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” [QS. Ash-Shaff: 2-3].
 
kumpulan kado istimewa menggunung, alhamdulillah...ngak nyangka sebanyak ini, 
terimakasih para donatur


                                           tes bacaan Al-Qur'an, alhamdulillah ada juga yang uda bagus...


                                                          tampil perform perkelompok

Keceriaan di wajah kakak-kakak saat berbagi kado istimewa dan keceriaan adik-adik saat menerima kado. Semoga manfaat semuanya...
    Pembagian kado istimewa

Perform anak-anak jalanan


                                                                Foto bersama diakhir acara 

Semoga usaha yang sedikit ini mampu mengubah pribadi kita dan orang lain menjadi lebih baik lagi, sehingga mengubah masyarakat, negara bahkan dunia. aamiin ya mujiib...

barokallahu fiikum...