Cari Blog Ini

Sabtu, 17 Januari 2015

Berjalan dan Terus Berjalan


Berjalan mendaki gunung, menuruni lembah, menyusuri pantai dan melewati kota-kota peradaban, namun tak jua kau menemukannya di sana. Apakah kau lelah? bahkan hanya sekedar menjawabnya saja kau tak tau, biarlah hanya Allah yang tau. Kau hanya ingin berjalan sambil memetik mawar dan melati agar kau tidak merasa berjalan terlalu lama sambil menunggu, agar dalam perjalanan dan penantianmu semerbak harum hingga kau tak lagi merasa lelah, agar suatu hari nanti bila kau telah menemukan persinggahan, mawar dan melati yang kau petik kau tanam kembali hingga menjadi taman persinggahan yang paling indah dan nyaman bagi orang-orang yang kau cintai...



Apakah kau kecewa? buat apa kau kecewa? bukankah ini sudah digariskan oleh-Nya? Yakinlah selalu ada jalan disetiap kesulitan, yakinlah langit tidak selalu mendung, akan ada tetesan hujan yang menyejukkan hamparan bumi-Nya, yakinlah matahari tidak selamanya bersinar terik, akan segera datang senja yang membuat hatimu berdecak kagum, yakinlah tidak selamanya kau bersama malam yang sunyi, bukankah semakin pekatnya malam itu pertanda fajar akan segera menyingsing? dan itu pertanda mentari akan segera terbit yang membuatmu tersenyum bahwa kehidupan baru akan segera dimulai. Karena setiap keadaan pasti berubah, dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan bersabar...





Yakinlah kau akan baik-baik saja bersama Robbmu, yakinlah ia juga akan baik-baik saja bersama Tuhanmu. Biarlah, biar ia terbang bersama mimpinya, biarlah, biar ia menyendiri dalam dekapan Tuhanmu, seperti kau juga menyendiri dalam pelukan Robbmu, biarlah, biarlah Allah yang mengaturnya. Saat ini kau hanya bisa berdo'a untuknya dari kejauhan, dalam kesunyian, dalam pekatnya malam, dalam rinay hujan, semoga Allah selalu menunjukinya ke jalan kebaikan, memberikan jalan keluar dalam setiap kesulitan, memudahkan semua urusannya, melapangkan rizkinya, memberikan ilmu yang bermanfat, selalu dalam keberkahan dan penjagaan-Nya...aamiin...

#Dalam rinay hujan di sudut kota Yogyakarta

Jumat, 09 Januari 2015

Amazing Journey

Bismillah…
Perjalanan panjang, macet, ditambah muter-muter mencari jalan akhirnya sampai juga di kota Banjar. Tujuan utama kami sebenarnya ke lokasi bencana tanah longsor di Karang Kobar Kab. Banjar Negara mewakili teman-teman SPI (Sekolah Perempuan Indonesia) untuk menjadi tim Trauma Healing bagi para korban bencana. Namun karena berangkatnya bareng anak-anak PP KAMMI dan kebetulan ada salah satu pengurus PP yang menikah di Banjar akhirnya kami ikutan kondangan dan memang ada undangan juga sih buat anak-anak SPI. Sebelum kondangan kami muter-muter pasar banjar dulu mencari logistik untuk dibawa ke lokasi bencana. Setelah zuhur barulah kondangan. Kaget juga sih pas liat pengantinnya :(


Untuk yang kedua kalinya muter pasar banjar mencari plastik buat wadah logistik ternyata ngak ketemu juga akhirnya perjalanan menuju ke lokasi bencana mundur jadi setengah empat sore. Jalanan cukup terjal di sisi kanan kiri jurang dalam dan bukitan, untungnya sopir keliatan sudah piawai dengan medan ekstrim seperti itu dan alhamdulillah akhirnya sampai dengan selamat di lokasi jam 4.30 sore, kami segera singgah di posko KAMMDA Jogja, disambut seorang akhwat dan tiga ikhwan. Kami berbincang-bincang menanyakan keadaan para korban dan sejauh mana penanganannya, termasuk juga lembaga atau LSM apa saja yang ikut andil selama ini.  Di sana banyak sekali posko termasuk posko Rotary Yahudi dan posko Katolik, miris sekali, sepertinya mereka punya misi yang lebih besar bukan sekedar membantu sesama. Dari pemaparan anak-anak KAMMI bahwa mereka agak kesulitan mengkondisikan para korban untuk sekedar menunaikan ibadah wajib apalagi belajar hal lainnya baik bapak-bapak, ibu-ibu maupun anak-anaknya, mereka masih sangat trauma, ditambah motivasi belajar yang masih sangat rendah.


Hikmah yang dapat saya ambil dari bencana ini adalah bahwa bencana tersebut adalah karena ulah tangan manusia itu sendiri, sebagaimana firman Allah "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS Ar-Rum:30). Saya melihat daerah ini adalah daerah perbukitan yang sudah disulap menjadi perkebunan salak, padahal seharusnya daerah perbukitan seperti itu ditanami pohon-pohon kayu yang akarnya kuat untuk menahan tanah dari erosi dan menyimpan air agar tidak terjadi longsor dan banjir disaat musim hujan dan kekeringan disaat kemarau, sedangkan tanaman salak berakar serabut sehingga akarnya tidak mampu menahan erosi dan menyimpan air. Yang kedua akibat manusia tidak pandai bersyukur, jangankan bersyukur yang ada bermaksiat, akhlak dan prilaku sehari-hari masih jauh dari nilai-nilai islam, ya kalau menurut warga sekitar, di sana terkenal dengan klenik dan judi, sabung ayam, malah akhir-akhir ini juga marak berdiri karaoke. Sehingga wajar bila kemudian Allah murka, maka Allah binasakan mereka akibat tangan-tangan mereka sendiri.

                                                  Kondisi longsor di dusun Jemblung

Ada satu penomena ajaib yang saya temui langsung di sini, ada sebuah rumah sederhana yang masih berdiri kokoh ditengah puing-puing kehancuran, ternyata rumah tersebut milik seorang guru ngaji yang dengan ikhlas mengajarkan ilmunya kepada anak-anak tanpa bayaran sepersenpun, meski tak banyak yang datang, namun setidaknya ia sudah memulai melakukan perbaikan terhadap lingkungan sekitarnya. Kembali lagi peran pemerintah dan orang-orang terdidik sangat diperlukan di sini, bukan hanya sekedar terdidik namun yang mempunyai nilai-nilai peradaban yang tinggi sehingga mampu membangun masyarakat yang madani.

                                                     Rumah ajaib atas kehendak Allah

Melihat kondisi yang sudah mulai aman dan banyaknya relawan dari berbagai lembaga akhirnya kami memutuskan untuk tidak jadi stay di lokasi yang sebelumnya direncanakan tiga hari. Logistik seperti selimut, alat tulis, al qur’an dan iqro kami serahkan ke posko KAMMDA Jogja untuk disalurkan ke pihak yang berhak. Menjelang magrib kami berpamitan melanjutkan perjalanan, kami memutuskan untuk sowan ke KAMMI Komsat Tegal lanjut ke Semarang sowan ke SPI Semarang sekaligus studi banding ke RISMA MAJT dan sowan ke KAMMDA Semarang yang baru terpilih ketua baru. 

Perjalanan berlanjut hingga ke Purwokerto, karena sopir tidak kuat lagi melanjutkan perjalanan akhirnya kami beristirahat di Pom bensin Purwokerto sampai jam 3 pagi, setelah sholat barulah melanjutkan perjalanan menuju Tegal. Tiba di Tegal jam 6 pagi singgah dulu ke rumah salah satu pengurus pusat KAMMI sambil istirahat, setelah dijamu sarapan barulah meluncur ke komsat Tegal. Banyak pelajaran yang didapat di sini, tentang semangatnya, ukhuwahnya, dan pastinya dapat saudara-saudara baru.

 
Komsat KAMMI Tegal

Sorenya melanjutkan perjalanan ke Semarang, dengan berganti bus, sementara teman-teman yang lain melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Sebuah perjalanan yang tak terduga, tanpa direncanakan sebelumnya. Saya jadi ingat beberapa minggu lalu terbersit pengen ke Semarang lagi tapi kapan? Dan akhirnya sampai juga di Semarang jam 8 malam, kami segera dijemput Teman-teman SPI dan menginap di kosan mereka di daerah UNDIP. 

Pagi yang indah, langit Semarang cerah, secerah semangat-semangat kami untuk segera meluncur menuju ke MAJT; studi banding ke RISMAnya, kalo ke sini kami mewakili teman-teman YIC Bekasi, di sini kami sharing program, sumber pendanaan dan metode rekrutmen. Dan sebagai follow up dari pertemuan kemarin kami membentuk Forum RISMA Sejawa, ini bertujuan menjadi wadah sharing dan berbagi info apapun yang bermanfaat, harapannya semoga masjid-masjid yang ada di Indonesia menjadi basis bangkitnya Pemuda Islam.




                      alhamdulillah ngak nyangka kembali lagi ke sini, setelah rindu beberapa waktu lalu...

sebelum ketemu anak-anak SPI, singgah dulu di perpus UNDIP sambil menanti hujan, dan ternyata perpusnya uda tutup karena waktu sudah menunjukkan jam 16.30

                                          hanya bisa melihat cover bukunya saja dari balik kaca :(

Sore sehabis hujan, diskusi sama teman-teman SPI Semarang sambil menikmati santapan khas kota semarang bebek penyet :) . SPI Semarang baru di louncing sekitar satu bulan lalu. SPI adalah wadah bagi para wanita Indonesia untuk bergerak membangun Indonesia, khusus bagi remaja putri dan ibu-ibu namun tidak menutup kemungkinan membuka peluang bagi kaum Adam untuk menjadi relawan. Mengingat wanita adalah tolak ukur bagi kemajuan bangsa, maka SPI sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman, seperti pepatah “bila baik para wanitanya, maka akan baiklah Negara tersebut, sebaliknya bila buruk para wanitanya maka hancurlah Negara tersebut. SPI ini tidak bertujuan menghasilkan ijazah, karena ia bukanlah sekolah formal, namun mengasah skill dan profesionalisme para wanita guna mendukung pembangunan Indonesia.

                         Lesehan bersama teman-teman SPI Semarang, semangat mereka luar biasa :)

Dalam ADART SPI sendiri memiliki 4 fokus yang akan dikembangkan yaitu bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan advokasi perempuan. Dari hasil diskusi dengan teman-teman SPI semarang mereka akan memulai pembangunan mulai dari bidang kesehatan dan ekonomi. Titik fokus di kawasan tambak lorok kota Semarang, daerah yang dikenal terkumuh. Semoga usaha untuk memperbaiki dan membangun bangsa ini diridhai Allah dan diberi kekuatan dan keistiqomahan dalam perjalanannya.

Pagi masih secerah kemarin, kami diajak menemani SPI Semarang on air di radio Semarang, ngak nyangka sampe juga ke RRI Semarang. Meskipun baru di louncing, dan belum terlihat kinerjanya, setidaknya mengenalkan ke masyarakat adalah langkah awal untuk melakukan kerja-kerja nyata selanjutnya. Di sini bertemu dengan ibu penyiar yang luar biasa menginspirasi, beliau juga sangat mengapresiasi adanya SPI, terimakasih ibuuu, ah saya lupa namanya maafkan saya ibu, tapi saya akan selalu ingat wajah teduhmu :)




Terakhir mampir ke sentra oleh-oleh di jalan Pandanaran, belanja oleh-oleh buat teman-teman. Bakda ashar segera meluncur ke terminal Banyumanik pulaaang bersama teman-teman. Ada pengalaman yang tak terlupakan di sini dan menjadikannya sebuah pelajaran yang sangat berharga. Jadi, ceritanya tiket bis kami dibeli oleh dua orang teman saya di terminal banyumanik ketika saya dan sahabat saya satu lagi ke RRI Semarang, kualifikasi tiket kelas VIP karena pertimbangan perjalanan yang cukup jauh, di sana tertera keberangkatan jam 16.30, alhasil kami datang lebih awal jam 15.30 karena khawatir tertinggal, lama menunggu sampai magrib bis belum juga muncul, akhirnya kami sholat terlebih dahulu jamak taqdim, dari tadi kami menanyakan kenapa bisnya belum datang? dan jauh sekali mundurnya dari jadwal yang telah ditentukan? jawaban bapak itu sama sedang diperjalanan, yaa kami harus sabar menunggu, mungkin macet, mungkin dan mungkin yang lainnya, akhirnya datanglah sebuah bis dan kami segera dipersilahkan naik, dan alangkah kagetnya kami ketika masuk kondisi bis tidak sesuai dengan pesanan: lusuh, bau rokok, dan segala macam rupa bau dan pemandangan, serta suara bising mesin yang sudah lawas, kamipun tidak jadi naik, kami komplain dengan cara baik-baik, dan ternyata bapaknya ngak terima, terjadilah perseteruan antara kami dan bapak-bapak itu. Alasannya bisnya rusak, tapi kenapa tidak ada konfirmasi sebelumnya, ini menunjukkan ketidakprofesionalan mereka, terlihat sekali kebohongan disitu, kata-kata mereka kasar, benar-benar aneh, kami yang terzholimi malah mereka yang marah-marah, pengen sekali rasanya melabrak mereka, tapi yah sudahlah kalau dilayani semakin menjadi. Sebenarnya tidak masalah bisnya ganti asalkan sesuai harga dan tidak seenaknya mengoper penumpang. Dan bukan pula merasa hebat tidak mau merakyat, hanya saja tidak kuat dengan bau rokok yang bikin orang disekitarnya lebih menderita.

Saya cukup trauma dengan kejadian ini, saran saya buat teman-teman bila ingin bepergian menggunakan bis atau travel carilah bis yang sudah ternama dan membelinya di agen khusus, jangan membeli di terminal, karena di terminal kebanyakan para calo yang tidak bertanggungjawab. Ciri-ciri agen khusus: punya nama resmi, ada tiket resmi dan merek bisnya cuma satu tidak macam-macam. 

Saya kasih tau nama bis yang membuat saya benar-benar mengingat kejadian ini: namanya Bis Safari, ini bukan menjelek-jelekkan hanya sebagai pelajaran agar menjadi pertimbangan untuk memilih jasa bis yang akan kita tumpangi. Dan buat bis Safari agar ini juga menjadi bahan evaluasi supaya kedepannya memperbaiki pelayanannya. Karena dari cerita orang-orang ternyata bukan kami saja yang merasakan jeleknya pelayanan bis Safari ini huhu.. 

Akhirnya setelah dinegosiasi oleh mantan ketua KAMMDA Semarang barulah dapat bis yang sesuai pesanan meskipun bukan merek Safari, terimakasih buat teman-teman KAMMDA Semarang yang telah banyak membantu, dan maaf telah merepotkan. Waktu menunjukkan jam 20.30 saat bis pengganti datang, dan ternyata sopirnya sudah tua banget :( sebenarnya agak ngeri jugasih tapi yaa mau gimana lagi, yaa sudahlah…bismillah…perlahan kami meninggalkan kota Semarang dengan berbagai pengalaman unik…

Dan ternyata tahun sudah berganti ketika kami masih dalam perjalanan, tidak ada yang istimewa sih, hanya menggantungkan harapan-harapan kepada Yang Maha Mengabulkan Harapan…semoga Allah berkenan menghimpun yang masih terserak, memberi jalan keluar atas semua kesulitan, mempertemukan rindu dengan rindu yang sama, meridhai atas semua yang dilakukan…aamiin…

Senin, 15 Desember 2014

Robbi, Engkaulah Pemilik Hati

 Bismillaahirrohmaanirrohiim...
Duhai Robbi, sesungguhnya Engkaulah pemilik hati, yang menumbuhkan kerinduan dalam diriku untuk bertemu belahan jiwaku. Menciptakan kasih sayang di antara kami, agar tentram hidupku dan merasakan kebahagiaan atas indahnya ciptaan-Mu.

Duhai Robbi, jika tak pernah cukup amalku membawaku ke surga-Mu. Berikanlah aku seorang imam yang akan mendo’akanku menjadi bidadari surganya, hingga do’anya menjadi salah satu alasan bagi-Mu mengisi salah satu surga-Mu dengan diri ini.


Duhai Robbi, jika tak pernah mampu aku memberatkan timbangan amalku dengan ibadahku sendiri. Berikanlah aku seseorang yang membuatku mengabdikan diri kepadanya, sebagai bukti cintaku kepada-Mu. Agar ridhanya menjadi kunci bagiku membuka surga-Mu. Dan pengabdian padanya adalah ibadah mulia yang kulakukan atas nama cinta kepada-Mu.

Duhai Robbi, andai itu semua tak layak untukku. Pertemukanlah aku dengan jiwa yang baik yang kurindu itu, yang mengaitkan cintanya kepada-Mu. Hingga semakin kuat cintaku kepada-Mu, hingga kami berkumpul dalam naungan kasih sayang-Mu. Dan maafkanlah aku atas kesalahanku, kelemahan, dan keterbatasanku yang seringkali lalai untuk mengingat-Mu.

Duhai Robbi, biarkanlah kami menjadi hamba yang mengisi menara-menara langitmu. Yang Kau janjikan akan terisi dengan mereka yang saling mencintai karena-Mu...

Jumat, 05 Desember 2014

Meluruh Tanpa Kata

Bismillaahirrohmaanirrohiim...



Selain hujan, adakah yang berkali-kali jatuh tanpa sekalipun mengeluh? walau air mata seringkali luruh, cintakah?
Entahlah kadang kau sendiri tak tau, meski semua rasa telah kau bagi untuk ayah bundamu, adik-adikmu, kakak-kakakmu, keponakanmu, sahabat-sahabatmu, saudara-saudarimu, anak-anak didikmu, alam sekitar, mentari, senja, pantai, lembah nan hijau, gunung nan tinggi, bahkan Cinta tertinggi kepada Robbmu yang selalu mengalir disetiap urat nadimu. Namun tetap saja rasa itu selalu ada, masih tersimpan untuknya, entah sampai kapan, bahkan akan lebih dalam ketika kau ditakdirkan bertemu dengannya.

Kadangkala hatimu lelah menyimpan semuanya sendiri, namun kau tak ingin berputus asa, mungkin ini cara Allah agar memelukmu lebih erat, bukankah Allah senang dengan hambanya yang mengadu segala kegundahan hatinya, Allah senang melihat hambanya menangis di hadapan-Nya...

Rasa itu akan selalu ada untuknya, meski yang lain datang silih berganti tawarkan kesenangan dunia, kau tetap diam tak bergeming, karena bukan itu yang kau harapkan, bukan itu yang kau inginkan. Meski hujan badai terus menghantam tubuhmu, kau tetap diam membisu, bukan karena kau merasa kuat, namun agar kau menjadi kuat dengan tempaannya.

Tahukah kau, mengapa kau begitu yakin ingin bersamanya, kau tak ingin membuatnya bersedih, kau tak ingin meninggalkannya, karena kau yakin bersamanya surga terasa semakin dekat.

Walau air matamu seringkali menetes, menembus langit hatimu, kau tak peduli lagi, kau hanya ingin ridha Allah, kau ingin menggapai surga bersamanya, itulah cita-cita tertinggimu.

Kini musim telah berganti, namun rasamu tetap sama tak ada yang berubah, sekian lama kau pendam sendiri dalam kesunyian, dari kejauhan, dalam pekatnya malam, dalam isakan tangis yang tak bersuara di hadapan Robbmu, berharap ia mengerti bahwa kau masih menantinya dalam diam, dalam pengharapan kepada Robbnya. Berharap ia akan segera datang menemuimu sebelum musim kembali berganti...

Cita-citamu hanya satu "ridha Allah" agar Allah berkenan menghadiahkan surga-Nya untukmu dan untuknya...

Kamis, 20 November 2014

Solidaritas Berhijab Untuk Muslimah Indonesia


Mengapa harus ada solidaritas berhijab untuk muslimah? Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Sebagai syariat yang memiliki konsekuensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. 

Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion. Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.
 
Karena berhijab adalah perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam firman-Nya
"Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka". [An Nuur:31].

"Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang". [Al Ahzab : 59].

Maka berhijab bagi muslimah adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya
"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar". [Al Ahzab:71]

"Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". [Al Ahzab:36].

Perintah berhijab ini bukanlah tanpa alasan, sebagaimana makna tersurat dalam firman-nya di atas agar para muslimah tidak diganggu oleh kaum laki-laki bejat dan rusak. Agar tidak menjadi fitnah bagi laki-laki beriman. Agar tidak menjadi dosa bagi ayah, suami, anak, dan saudaranya. Terlepas dari itu semua ternyata berhijab juga memiliki dampak positif bagi kesehatan. 

Berikut ini beberapa dampak positif berhijab bagi kesehatan:
Pertama, berhijab mampu melindungi kulit, baik itu kulit tangan maupun wajah. Itu dikarenakan, ketika kita berada di luar ruangan, kita akan terserang sinar matahari yang mengandung sinar Ultra violet. Sinar ultraviolet bisa menyebabkan keriput, kanker kulit hingga kerusakan mata. Untuk itu, berhijab bisa membantu mencegah beberapa kemungkinan tersebut.

Kedua, perempuan yang berhijab akan lebih terjaga dan lebih higienis. Dalam artian, ia akan mendapatkan protect dari virus-virus yang bertebangan dimana-mana. seseorang tidak pernah bisa mengidentifikasi apakah virus tersebut berbahaya atau tidak. namun dengan berhijab, kemungkinan untuk terserang virus-virus tersebut bisa diminimalisir.

Ketiga, menjaga tubuh dari suhu dingin yang meresap ke kulit. Fungsi hijab juga bisa mengurangi rasa dingin yang disebabkan oleh lingkungan. Suhu dingin tersebut bisa menyebabkan flu, demam dan tubuh gemetaran. Dengan berhijab, maka sirkulasi udara yang masuk ke tubuh akan berkurang karena tertutup rapatnya hijab.

Keempat, hati terasa lebih tenang. Berhijab ternyata bisa meningkatkan kesehatan psikis seseorang. Dengan berhijab, maka hatinya akan semakin tenang. Tenang karena telah mentaati perintah Allah, dan juga tenang karena tidak terlalu khawatir akan pelecehan seksual. Rasa tenang itu bisa memacu kebahagiaan dalam hidup serta meminimalisir stress.

Penjelasan diatas adalah alasan kenapa pentingnya berhijab. Sebagaian besar mungkin sudah tahu, namun mungkin ada juga yang belum mengetahuinya, dan sebagian yang lain mungkin ada yang tahu namun tidak mau atau masih berfikir beribu kali untuk melaksanakannya. Penjelasan tersebut juga sebagai bentuk solidaritas kami agar muslimah tidak ragu-ragu lagi dalam melaksanakan perintah Allah yang sejatinya adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Selain keraguan dari diri sendiri, larangan, ancaman untuk berhijab seringkali datang dari pihak-pihak tertentu, di tempat kerja, sekolah ataupun ditempat-tempat lain. Ini adalah pembatasan hak asasi, padahal berhijab adalah hak asasi dan hak dasar bagi setiap muslimah sebagai bentuk implementasi dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran islam.

Maka solidaritas berhijab ini penting kita bangun bersama agar menjadi penguat bagi para muslimah yang masih kesulitan untuk berhijab baik keraguan yang datang dari diri sendiri maupun intervensi dari pihak lain. Harapannya tidak ada lagi deskriminasi terhadap para muslimah khususnya di Indonesia untuk berhijab sesuai syariat.

By: Bidang Kemuslimahan YIC_Bekasi

Dipublikasikan pada acara Solidaritas Berhijab Untuk Muslimah Indonesia |Jakarta, 25-26 Oktober 2014

barokallahu fiikum...



Kamis, 13 November 2014

Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana

Bismillaahirrohmaanirrohiim...



aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti mentari yang selalu memancarkan kehangatannya disetiap pagi
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti embun yang selalu meneteskan kesejukannya disetiap pagi
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti air yang selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti ombak yang selalu menemani pantai setiap hari
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti mata air yang selalu memancarkan kesegarannya bagi semua mahluk hidup
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti lautan luas yang menyimpan warna-warni kehidupan
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti angin yang meniupkan kedamaian diantara dedaunan
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti hujan yang selalu melimpahkan kesegarannya dalam kemarau nan panjang
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti dedaunan kering yang berguguran, gugur untuk menyuburkan yang lain
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti bunga-bunga bermekaran yang membuat indah mata memandang 
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti pepohonan nan rindang yang selalu memberikan kesejukannya bagi mahluk hidup lain
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti untaian do'a yang selalu mengalir untukmu...
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti rindu yang belum sempat ku sampaikan padamu...

Kamis, 30 Oktober 2014

50 Hal Penting Terkait Kesehatan, Rezeki dan Kecerdasan

Yang bisa merusak tubuh:
1. Murung
2. Sedih
3. Lapar
4. Begadang
Yang bisa menggembirakan hati:
5. Melihat yang hijau-hijau
6. Melihat air yang mengalir
7. Melihat orang yang dicintai
8. Melihat buah-buahan
Yang bisa menggelapkan penglihatan:
9. Berjalan tanpa alas kaki
10. Menghabisakan pagi dan sore di hadapan orang yang dibenci, orang yang menyusahkan atau musuh
11. Banyak menangis
12. Membaca tulisan yang sangat kecil
Yang memperkuat badan:
13. Mengenakan pakaian yang lembut
14. Masuk kamar mandi secara rutin (Mandi, bersuci)
15. Memakan makanan manis dan berlemak
16. Mencium segala sesuatu yang harum
Yang mengusamkan wajah, menghilangkan kecerahan dan kecerian:
17. Dusta
18. Sikap kurang ajar
19. Banyak bertanya tanpa dasar ilmu
20. Banyak bermaksiat
Yang bisa menambah keceriaan wajah:
21. Menjaga harga diri
22. Menepati janji
23. Pemurah
24. Bertakwa
Yang memicu kebencian dan kemarahan orang lain:
25. Sombong
26. Dengki
27. Pembohong
28. Meng-adu-domba
Yang mempermudah memeroleh rezeki:
29. Shalat malam
30. Perbanyak istighfar sebelum fajar
31. Selalu bersedekah
32. Dzikir di awal pagi dan akhir siang
Yang menghalangi rezeki:
33. Tidur pagi
34. Sedikit shalat
35. Malas
36. Berkhianat
Yang berbahaya bagi kecerdasan otak:
37. Terlalu banyak makan asam-asaman dan buah-buahan
38. Tidur tengkurap
39. Kesedihan yang berlarut
40. Rasa murung
Yang menambah daya pemahaman:
41. Ketenangan hati
42. Tidak banyak makan dan minum
43. Pandai mengatur gizi makanan
44. Mengeluarkan ampas yang berat dari dalam tubuh
Yang membahayakan otak:
45. Kecanduan makan bawang merah, sayur, zaitun, dan terong
46. Banyak berhubungan seks
47. Menyendiri (banyak murung)
48. Banyak pikiran
49. Mabuk
50. Banyak tertawa
barokallah fiikum...
semoga kita semua dapat melakukan apa-apa yang baik dan meninggalkan apa-apa yang buruk, aamiin...

Oleh : Pirman
Sumber : Tata Cara Pengobaan Ala Nabi, Ibnul Qayyim al-Jauziyah

Jumat, 24 Oktober 2014

AKU MASIH DI SINI MENANTIMU

Bismillah...
Wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
apakah gerangan yang membuatmu belum menemuiku,
apakah engkau tersesat? apakah jalannya terlalu panjang dan berliku?
apakah kau terlalu sibuk mempersiapkan bekal untuk bertemu denganku?
taukah kau, hampir saja aku mengering dalam panjangnya kemarau...
taukah kau, hampir saja aku terhanyut dalam derasnya aliran kehidupan...
taukah kau, hampir saja aku terhempas oleh dahsyatnya badai kerinduan...

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
Cukup bagiku kau bawa keimananmu untuk menemuiku, tak perlu kau persiapkan segengam permata, tak perlu kau persiapkan sebuah istana megah, tak perlu kau persiapkan segalanya dengan sempurna, biarlah semua apa adanya.

Wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
Aku ingin membersamaimu mempersiapkan semuanya untuk kita, untuk anak-anak kita. Aku ingin berada di sampingmu saat perjuanganmu terasa begitu melelahkan. Aku ingin meniupkan nafas perjuangan ini bersamamu. Aku ingin membangun peradaban yang sekianlama kita rindukan bersamamu.

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
taukah kau, tak mudah bagiku menjaga hati, pun bagimu juga tak mudah. Aku hanya ingin keridhaan Allah. Aku ingin bersamamu dan anak-anak kita menuju surga.

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
aku masih di sini menantimu...

Rabu, 24 September 2014

KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH

Bismillah...
Tulisan ini teruntuk para ibu yang peduli terhadap pendidikan anaknya, namun untuk para ayah juga sangat penting karena bisa jadi pertanyaan-pertanyaan semacam ini terlontar kepada para ayah, dan perlu diingat bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggungjawab seorang ibu. Dua-duanya harus saling bersinergi dan bekerjasama.
Bagaimana dengan para lajang? apakah tidak perlu membaca atau tidak perlu tau?bagi saya sangat perlu, bukankah kita juga calon ibu, calon ayah?walaupun kita tak tau kapan punya anak sendiri setidaknya kita sudah mempersiapkan yang terbaik untuk anak-anak kita nanti. Untuk sekarang kita juga bisa menerapkannya pada anak-anak didik kita, keponakan, adik, ataupun sepupu. Jadi sebenarnya kalau mau baca banyak manfaatnya bagi orang lain. Mari simak liputannya...

Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang. Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe.

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”

Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.


Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)


[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“

Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3


هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)


[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}


Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”


Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”


Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”


Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]


ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ

Dia bersemayam di atas ’Arsy.


Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.


Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”

[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)


وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)


وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ

Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)


Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahu a’lam.
Sumber#‎CahayaHati

Semoga kita terus mempersiapkan yang terbaik untuk anak-anak kita nanti...

Barokallah fiikum...