Cari Blog Ini

Kamis, 30 Oktober 2014

50 Hal Penting Terkait Kesehatan, Rezeki dan Kecerdasan

Yang bisa merusak tubuh:
1. Murung
2. Sedih
3. Lapar
4. Begadang
Yang bisa menggembirakan hati:
5. Melihat yang hijau-hijau
6. Melihat air yang mengalir
7. Melihat orang yang dicintai
8. Melihat buah-buahan
Yang bisa menggelapkan penglihatan:
9. Berjalan tanpa alas kaki
10. Menghabisakan pagi dan sore di hadapan orang yang dibenci, orang yang menyusahkan atau musuh
11. Banyak menangis
12. Membaca tulisan yang sangat kecil
Yang memperkuat badan:
13. Mengenakan pakaian yang lembut
14. Masuk kamar mandi secara rutin (Mandi, bersuci)
15. Memakan makanan manis dan berlemak
16. Mencium segala sesuatu yang harum
Yang mengusamkan wajah, menghilangkan kecerahan dan kecerian:
17. Dusta
18. Sikap kurang ajar
19. Banyak bertanya tanpa dasar ilmu
20. Banyak bermaksiat
Yang bisa menambah keceriaan wajah:
21. Menjaga harga diri
22. Menepati janji
23. Pemurah
24. Bertakwa
Yang memicu kebencian dan kemarahan orang lain:
25. Sombong
26. Dengki
27. Pembohong
28. Meng-adu-domba
Yang mempermudah memeroleh rezeki:
29. Shalat malam
30. Perbanyak istighfar sebelum fajar
31. Selalu bersedekah
32. Dzikir di awal pagi dan akhir siang
Yang menghalangi rezeki:
33. Tidur pagi
34. Sedikit shalat
35. Malas
36. Berkhianat
Yang berbahaya bagi kecerdasan otak:
37. Terlalu banyak makan asam-asaman dan buah-buahan
38. Tidur tengkurap
39. Kesedihan yang berlarut
40. Rasa murung
Yang menambah daya pemahaman:
41. Ketenangan hati
42. Tidak banyak makan dan minum
43. Pandai mengatur gizi makanan
44. Mengeluarkan ampas yang berat dari dalam tubuh
Yang membahayakan otak:
45. Kecanduan makan bawang merah, sayur, zaitun, dan terong
46. Banyak berhubungan seks
47. Menyendiri (banyak murung)
48. Banyak pikiran
49. Mabuk
50. Banyak tertawa
barokallah fiikum...
semoga kita semua dapat melakukan apa-apa yang baik dan meninggalkan apa-apa yang buruk, aamiin...

Oleh : Pirman
Sumber : Tata Cara Pengobaan Ala Nabi, Ibnul Qayyim al-Jauziyah

Jumat, 24 Oktober 2014

AKU MASIH DI SINI MENANTIMU

Bismillah...
Wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
apakah gerangan yang membuatmu belum menemuiku,
apakah engkau tersesat? apakah jalannya terlalu panjang dan berliku?
apakah kau terlalu sibuk mempersiapkan bekal untuk bertemu denganku?
taukah kau, hampir saja aku mengering dalam panjangnya kemarau...
taukah kau, hampir saja aku terhanyut dalam derasnya aliran kehidupan...
taukah kau, hampir saja aku terhempas oleh dahsyatnya badai kerinduan...

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
Cukup bagiku kau bawa keimananmu untuk menemuiku, tak perlu kau persiapkan segengam permata, tak perlu kau persiapkan sebuah istana megah, tak perlu kau persiapkan segalanya dengan sempurna, biarlah semua apa adanya.

Wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
Aku ingin membersamaimu mempersiapkan semuanya untuk kita, untuk anak-anak kita. Aku ingin berada di sampingmu saat perjuanganmu terasa begitu melelahkan. Aku ingin meniupkan nafas perjuangan ini bersamamu. Aku ingin membangun peradaban yang sekianlama kita rindukan bersamamu.

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
taukah kau, tak mudah bagiku menjaga hati, pun bagimu juga tak mudah. Aku hanya ingin keridhaan Allah. Aku ingin bersamamu dan anak-anak kita menuju surga.

wahai engkau yang telah tertulis di lauh mahfuz...
aku masih di sini menantimu...

Rabu, 24 September 2014

KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH

Bismillah...
Tulisan ini teruntuk para ibu yang peduli terhadap pendidikan anaknya, namun untuk para ayah juga sangat penting karena bisa jadi pertanyaan-pertanyaan semacam ini terlontar kepada para ayah, dan perlu diingat bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggungjawab seorang ibu. Dua-duanya harus saling bersinergi dan bekerjasama.
Bagaimana dengan para lajang? apakah tidak perlu membaca atau tidak perlu tau?bagi saya sangat perlu, bukankah kita juga calon ibu, calon ayah?walaupun kita tak tau kapan punya anak sendiri setidaknya kita sudah mempersiapkan yang terbaik untuk anak-anak kita nanti. Untuk sekarang kita juga bisa menerapkannya pada anak-anak didik kita, keponakan, adik, ataupun sepupu. Jadi sebenarnya kalau mau baca banyak manfaatnya bagi orang lain. Mari simak liputannya...

Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang. Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe.

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”

Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.


Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)


[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“

Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3


هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)


[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}


Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”


Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”


Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”


Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]


ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ

Dia bersemayam di atas ’Arsy.


Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.


Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”

[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)


وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)


وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ

Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)


Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahu a’lam.
Sumber#‎CahayaHati

Semoga kita terus mempersiapkan yang terbaik untuk anak-anak kita nanti...

Barokallah fiikum...

Rabu, 27 Agustus 2014

Kreasi Liburan Lalu

Liburan adalah waktunya berkreasi masak-masak dan refresing. Cuma bermodal mau apapun jadi :)
keuntungan memasak sendiri adalah lebih terjamin kesehatannya walaupun sedikit menyita waktu, eh adalagi  lebih irit kalo sudah berkeluarga :) terakhir ada kepuasan tersendiri...yuuuk kita intip apa saja kreasi liburan kemarin...tapi kurang lengkap nih pempeknya nggak kefoto :(


nasi goreng spesial kambing

Spageti ala ndeso :)

es krim mix coklat stroberry dan coklat vanilla

puding labu kuning dan puding ubi unggu

kue kering melayu
kwe tiaw ala ndeso :)

jangan salahkan saya kalo kepengen yaaa... silahkan dipilih... :) insya Allah sehat koq tanpa penyedap rasa, tanpa pewarna dan tanpa pengawet...

Jumat, 15 Agustus 2014

Episode Ramadhan Penuh Cinta

Bismillah...

Hemmm...baru sempat posting agenda ramadhan tahun ini. Ada yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya setelah sepuluh hari pertama Ramadhan bersama santri di pondok. Selanjutnya ramadhan bersama anak-anak yatim, dhuafa dan anak-anak jalanan bersama YIC (Youth Islamic Center) Bekasi di komplek masjid Islamic Center Bekasi, tanggal 14-15 Ramadhan 1435 H.

Meskipun kebersamaannya begitu singkat hanya dua hari tapi menyisakan kenangan yang mendalam. Saya semakin banyak belajar tentang arti sebuah rasa syukur. bersyukur atas kehidupan yang Allah berikan, saya membayangkan seandainya saya diposisi mereka mampukah saya seperti mereka? mengarungi kerasnya hidup dengan belum berbekal apapun, diusia yang masih tergolong anak-anak tanpa dukungan atau sedikit dukungan dari orang tua. Sungguh saya merasa tak mampu bahkan sekedar membayangkan :'(

Mereka sebenarnya anak-anak cerdas hanya saja kondisi keluarga dan lingkungan yang menjadikan mereka seperti tak berguna. Sayapun lebih banyak belajar lagi, ternyata tak mudah menjadi orang dewasa itu, banyak hal yang perlu dibenahi mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara dan akhirnya dunia. Jadi peran orang tua sangat penting, jangan sampai seolah lepas dari tanggungjawab, setelah melahirkan dan membesarkan ala kadarnya kemudian tidak mendidiknya dengan benar. Inilah yang banyak terjadi.Tapi ini bukan semata masalah ekonomi, karena banyak juga yang mampu secara ekonomi tapi tidak mampu mendidik anak dengan benar. Berarti masalahnya pemahaman dan lmu yang mungkin kurang. Maka menikah bukan sekedar "menggugurkan status" namun lebih keren dari itu adalah membina diri dan pasangan agar menjadi lebih baik lagi dan membentuk generasi robbani yang diharapkan nantinya dapat mengubah peradaban dunia...

Ternyata yaaa...membina anak-anak seperti mereka tidak semudah membalikkan telapak tangan, maklum mungkin karena kondisi keluarga, lingkungan dan mungkin ekonomi, namun saya tetap meyakini bahwa Allah Maha Kaya, jadi harusnya tidak ada masalah ekonomi. Ada saja yang kabur saat sholat wajib, tarawih bahkan kabur saat waktunya tidur, sehingga ribet mencari-cari, pengalaman yang luar biasa, butuh kesabaran yang berlipat menghadapi mereka. Dan yang tak kalah penting butuh ketegasan juga, karena kalau tidak tegas bisa-bisa kita dibully.

                                                                                                training menggapai sukses dunia akhirat
Dalam acara Pesantren Ramadhan ini ada training
tentang menggapai sukses dunia dan akhirat.
Semua orang yang berakal sehat tentu punya            
keinginan untuk sukses.
Apa defenisi sukses menurutmu?
bila sebuah kesuksesan itu diartikan sebagai sebuah tujuan, mungkin kita akan sangat sering merasa kecewa atau bahkan putus asa karena setiap impian yang tidak tercapai membuat kita stress berat,
namun bila sukses itu diartikan sebagai sebuah perjalanan atau proses Insya Allah akan sedikit membantu ketika tidak semua keinginan tercapai. Bagaimana perjalanan kita menuju kesuksesan itu?    sudah maksimalkah ikhtiar?sudah berdo'akah dengan rasa takut dan penuh harap?kalau sudah maka hasilnya serahkan saja pada Allah. Bagaimana dengan kesuksesan akhirat? yaitu masuk surga bersama orang-orang sholih tanpa hisab. Maka kita diwajibkan berikhtiar dan berdo'a semoga Allah perkenankan do'a kita. Jadi intinya "sukses dunia itu bukanlah tujuan melainkan perjalanan, namun sukses akhirat adalah tujuan dan perjalanan".
               
update terkini kondisi Gaza
bagaimana peran kita sebagai muslim yang bersaudara?

Menanamkan rasa empati kepada anak-anak harusnya sejak dini, bagaimana kewajiban seorang muslim kepada muslim lainnya. Maka dalam kesempatan ini kami mengangkat tema tentang Gaza yang sedang berduka bahkan sudah sejak ratusan tahun lalu. dimana peran kita sebagai muslim? Hal yang paling pertama yang bisa kita lakukan adalah berdo'a untuk mereka disetiap sholat kita, kedua memberi dukungan dan bantuan berupa materi

dan jasa apa saja yang mampu kita beri, ketiga belajar dengan baik, kuasai ilmu agama, iptek, ekonomi, militer, politik dll agar umat islam tidak tertindas, keempat hindari penggunaan produk yang mendukung gerakan Zionis Israel.

Terakhir teruslah melakukan pembinaan diri, keluarga dan masyarakat agar mampu melakukan semua itu, melalui lembaga-lembaga pendidikan, sosial, pemerintahan atau organisasi sosial lainnya. Saya sangat menyarankan ikut organisasi ISIS. Eh, jangan suudzon dulu yaaa...maksud saya ISIS (Istri Sholehah Idaman Suami) lho yaaa hehe...Karena perjuangan yang hanya dilakukan sendiri atau beberapa orang saja tidak akan berpengaruh singnifikan untuk mengubah peradaban dunia. Maka kita perlu berjamaah untuk melakukan perubahan, seperti yang diajarkan oleh teladan kita Rosulullah SAW.

pembacaan al-ma'atsurat

                                                                        Tanya jawab



                                             Buka puasa bersama > tampak keceriaan di wajah mereka

 
keceriaan di wajah kakak-kakak :)

Inginnya pembinaan berlanjut, supaya ada follow up dari yang dilakukan. Semoga bisa ya sahabat-sahabat...

                                                                              Mentoring asyik...


 Kodo-kado ini tidak hanya dari para donatur, tapi dari semua panitia wajib memberikan kado. Supaya tidak sekedar mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan sementara diri sendiri lupa. Inilah yang sangat dibenci Allah dalam firmannya “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?. Itu sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” [QS. Ash-Shaff: 2-3].
 
kumpulan kado istimewa menggunung, alhamdulillah...ngak nyangka sebanyak ini, 
terimakasih para donatur


                                           tes bacaan Al-Qur'an, alhamdulillah ada juga yang uda bagus...


                                                          tampil perform perkelompok

Keceriaan di wajah kakak-kakak saat berbagi kado istimewa dan keceriaan adik-adik saat menerima kado. Semoga manfaat semuanya...
    Pembagian kado istimewa

Perform anak-anak jalanan


                                                                Foto bersama diakhir acara 

Semoga usaha yang sedikit ini mampu mengubah pribadi kita dan orang lain menjadi lebih baik lagi, sehingga mengubah masyarakat, negara bahkan dunia. aamiin ya mujiib...

barokallahu fiikum...

Minggu, 20 Juli 2014

MEMBERSAMAI RAMADHAN DENGAN CINTA



Apa yang terbersit dalam benak kita ketika disebut tentang cinta? Mungkin banyak yang berfikir tentang cinta dua anak manusia yang haus kasih sayang. Bukan. cinta bukan hanya itu ada cinta yang lebih mulia dan lebih hakiki, bila cinta yang paling tinggi ini bisa kita raih maka semua bentuk cinta akan kita dapatkan.  Yah, hanya cinta kepada Allahlah cinta yang paling tinggi dan mulia. Cinta butuh pengorbanan, tidak ada cinta tanpa pengorbanan. Inilah beberapa pengorbanan yang harus kita lakukan bila kita mengaku cinta kepada Allah dan Rosulullah:

  • Perbanyak tilawah dan memahami maknanya

Berkorban mengkhususkankan waktu dan melawan rasa malas untuk tilawah. Allah  menjanjikan bagi mereka yang rajin membaca Al Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi (QS. Fathir: 29)

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

  • Perbanyak sholat malam

Berkorban untuk terbangun dari nyenyaknya tidur, dari mimpi-mimpi indah. Namun Allah menjanjikan balasannya sebagaimana firman-Nya:

 “Dan pada sebahagian malam, kerjakanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Robb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji “(QS. Al isra’: 79)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air. Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.”( QS. Adz Dzaariyaat: 15-18)

Diriwayatkan dari Jabir r.a, bahwa ia berkata : Aku telah mendengar Rosululloh saw bersabda :
“ Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Allah akan memberikannya kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam.” (HR. Muslim)

  • Perbanyak membaca hal-hal yang bermanfaat

Membaca akan membuka jendela dunia, dengan membaca akan bertambah ilmunya, sebagaimana firman Allah:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS. Al-Mujaadilah: 11)

“Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga” (HR. Muslim)

Dengan ilmu pula kita dapat berbagi kepada orang lain, sebagai mana hadits Nabi:
“Barangsiapa memberikan petunjuk kebaikan maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikutinya dan tidak berkurang sedikit pun hal itu dari ganjaran orang tersebut.” (HR. Muslim).
  • Perbanyak silaturrahim
Orang yang menyambung silaturrahim akan dipanjangkan umurnya dan diuaskan rezekinya.
 “Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

  • Perbanyak sedekah

Walaupun hanya tersenyum ketika bertemu dengan saudara atau sahabatmu, walaupun hanya membuang duri di jalan, apalagi sedekah materi yang kita miliki, dan sholat dhuha di setiap pagi.
  
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan  Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqoroh: 261)

  • Penuhi janji

Bila berjanji maka tepatilah, karena sesungguhnya janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak

“Dan tepatilah perjanjianmu apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An Nahl: 91)

  • Perbanyak doa

Doa adalah senjata orang mukmin, sebagaimana firman Allah “Dan berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu (QS. Gafir: 60). Berdo’a untuk pribadi, saudara, sahabat, untuk negeri, untuk sahabat-sahabat kita yang sedang berjuang menjemput syahid di tanah Palestina.

  • I’tikaf disepuluh hari terakhir Ramadhan

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat.(HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).

“Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah.” Lalu di antara para sahabat ada yang beri’tikaf bersama beliau. (HR. Bukhari no. 2018 dan Muslim no. 1167).

Jadi, beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- melakukan i’tikaf supaya mudah mendapatkan malam lailatul qadar. Bagi wanita banyak ulama berpendapat diperbolehkannya i’tikaf dengan syarat atas izin suaminya, bagi yang belum menikah maka izin orang tuanya.
  • Perbanyak melakukan hal-hal yang bermanfaat lainnya
Terutama setelah subuh, jangan sampai tidur lagi. Di bulan ramadhan ini rawan sekali terjadi tragedi ini karena didukung oleh keadan perut yang kenyang dan hawa dingin yang semilir. Padahal pagi hari adalah waktu yang paling berharga untuk awal permulaan segala aktivitas. Ada banyak  keburukan yang akan diperoleh bila tidur pagi menjadi kebiasaan.

Untuk melakukan semua itu kita butuh azam y ang kuat, pengorbanan disertai keiklasan dan kesabaran melawan kemalasan agar kita melakukan hal-hal tersebut semudah membalikkan telapak tangan.

Ramadahan adalah bulan mulia penuh barokah dan hanya dihadiahkan oleh Allah sebulan dalam setahun. Apakah kita rela membiarkannya  berlalu begitu saja tanpa makna, padahal Allah banyak menjanjikan lipatan pahala sebagai karunia-Nya.

Sungguh merugilah kita bila tidak menyambut karunia ini dengan sebaik-baik amalan.  Bagi yang belum memulai maka Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk memulainya, dan bagi yang sudah memulai semoga istiqomah sampai akhir hayat. Dan jangan lupa peningkatan kuantitas amalan juga merupakan indikator cinta yang semakin tinggi.

Semoga dengan upaya kita yang sedikit ini menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang sholeh yang mewarisi surga Firdaus. Dan kesholihan yang barokah adalah menularkan kesholihan itu kepada orang lain “menjadi sholih dan mensholihkan orang lain” itulah risalah yang diwariskan Rosulullah kepada kita. Semoga kita pantas berharap sepenggal firdaus-Nya…

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi motivasi bagi bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di hari ini, esok, lusa, bulan-bulan selanjutnya dan selamanya…
Aamiin ya mujiib…

Barokallah fiikum…

Islamic Center Bekasi, 23 Ramadhan 1435 H