Cari Blog Ini

Sabtu, 28 Juni 2014

7 Indikator Kebahagiaan di Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat taat dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW. Selain itu pada usia 9 tahun, Ibnu Abbas telah menghafal Al-Quran dan menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.
Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :
Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki hati yang syukur berarti selalu bersifat qanaah- redha dengan apa yang dimilikinya. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia pasti terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.
Bila sedang dalam kesusahan, ia ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
“Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi.
Maka berbahagialah orang yang bersyukur!
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang soleh.
Pasangan hidup yang soleh akan mencipta suasana rumah dan keluarga yang soleh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak isteri dan anaknya kepada kesolehan. Berbahagialah menjadi seorang isteri bila memiliki suami yang soleh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak isteri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang isteri yang sholeh.
Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
"Sewaktu Rasulullah SAW  bertaawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang melecet belakangnya. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa belakangmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah uzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika solat, atau ketika istirahat, selain dari waktu itu saya akan mendukungnya. “. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ? ”Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah redha kepadamu,, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orang tuamu tidak akan terbalaskan olehmu”.
Dari hadis tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita. Namun kita boleh mendoakan mereka kerana doa anak yang soleh kepada orang tuanya akan dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang soleh.

Keempat, albiah sholihah, lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita haruslah rapat dengan orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang soleh. Orang-orang yang soleh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.
Orang-orang soleh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.
Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.
Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah pada banyaknya harta tetapi halalnya harta tersebut. Ini tidak bererti Islam tidak menyuruh umatnya untuk menjadi kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sedakah, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dapat dikabulkan?”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
Keenam, Tafakuh fi dien, memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia bersemangat untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai Allah dan risalahNya.
Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.
Ketujuh, yaitu umur yang barakah.
Umur yang barakah itu bermakna umur yang semakin tua semakin soleh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu fikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan. Hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.
Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.
Bagaimana caranya agar kita dikurniakan Allah ketujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT sekhusyu’ mungkin yaitu dengan doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanah wa fil akhirati hasanah waqina azabannar” ( “Ya Allah kurniakanlah aku kebahagiaan dunia dan kebahagian di akhirat serta jauhkan kami dari siksa api neraka. “),
Semoga kita mendapatkan ketujuh kebahagiaan tersebut. Mari perbanyak do'a dan sempurnakan ikhtiar...

disadur dari berbagai sumber
barokallahu fiikum...
Wisma Mahabbah, 1 Ramadhan 1435 H

Minggu, 18 Mei 2014

RIHLAH ILMIYAH SMA DAARUL QUR'AN PUTRI 2014

bismillah...

Kali ini saya akan menulis pengalaman atau lebih tepat hikmah dari perjalanan tarbawi ke Yogya kemarin, baru sempet nulis setelah beberapa minggu ini sibuk dengan UN deelel, sok sibuk.com :). Awalnya sih belum ada rencana ke Jogja untuk Study Tour siswi kelas akhir, tapi setelah rapat dadakan maka diputuskanlah tempat tujuan kota Yogyakarta. Dan yang lebih keren lagi waktunya ditetapkan 2 minggu lagi, waw fantastic, benar-benar seperti firman Allah "Kun Fayakun" jika Allah mengatakan terjadilah maka terjadilah. Dan ini benar-benar terjadi, alhamdulillah dalam waktu 2 minggu itu kami mempersiapkan segalanya, maka disini intinya kerjasama yang baik sangat diperlukan saat kita telah memutuskan sesuatu sehingga segala konsekuensi harus ditanggung bersama.

Setiap orang harus mengambil peran masing-masing untuk mensukseskan keputusan bersama. Dan saya kebagian menghubungi pihak UGM karena salah satu agenda kami adalah kunjungan pendidikan, ini sebagai sarana pengenalan kampus untuk para siswa agar mempunyai pandangan kedepan kampus mana yang akan dimasuki dan jurusan apa yang akan diambil. Nah, ternyata tidak semudah yang dibayangkan dengan waktu yang sebegitu mepet saya harus telfon bolak-balik ke pihak UGM, semua fakultas saya coba dan akhirnya yang bisa menerima jadwal kami hanya Fakultas Pertanian dan Fakultas Ilmu Budaya, alhamdulillah masih ada yang bisa.

Supaya tidak ribet saya sarankan jika melakukan perjalanan dengan rombongan lebih baik menggunakan jasa travel. Kita tinggal terima bersih, semua sudah ditanggung mereka, mulai dari makan, penginapan, sampai tempat wisata, jadi kita tidak terlalu sibuk mengurus semuanya.

***
Oke lanjut, perjalanan kami, rombongan guru dan siswi SMA Daarul Qur'an Bekasi berangkat tepat pukul 13.30 dari Cikarang dan tiba di Jogja jam 4.00. Pertama singgah di rumah makan, belum ke penginapan di sini aktivitas diawali mandi, sholat subuh dan sarapan pagi. Jam 7.00 perjalanan berlanjut ke UGM.


Tepat sekali tiba di UGM jam 8.00 di Fakultas Pertanian. Di sini banyak ilmu dan info yang didapat, karena latar belakang saya dari Pertanian jadi sedikit banyak nyambunglah. Dari dulu doktrin para dosen kami mengatakan mengapa penting pertanian? yah karena manusia butuh pangan, karena Indonesia negara agraris. Akhirnya saya sepakat, memang benar, coba bayangkan kalau tidak ada petani kita makan apa?mau makan batu?tentu tidakkan?. Kita juga tahu Indonesia ini adalah negara agraris karena sebagian besar penduduknya bermatapencaharian tani.

Jadi sektor ini adalah berpotensi besar untuk dikembangkan agar kita tidak bergantung kepada negara lain. Sebagai gambaran, jika kita mampu swasembada pangan maka kita tidak perlu lagi impor produk-produk pangan, bahkan sebaliknya kita harus ekspor, sehingga ini bisa meningkatkan ketahanan negara juga, kita punya izzah dimata dunia. Sedikit info tahun ini kita mengalami surplus padi dan cabe namun hal ini tidak banyak diketahui, yah kalau prestasi seperti itu tidak banyak dimediakan, tapi kalau kegagalan terlalu berlebihan diekspos.


Disini kami tidak hanya mendengarkan materi, kami diajak mengunjungi lab-lab penelitian, ini memang permintaan saya supaya pengetahuan tak hanya sebatas teori namun melihat juga bagaimana praktiknya.
                                                   alat-alat pengaduk atau pencampur zat-zat kimia
                     zat-zat untuk direaksikan ; membuat cabe berwarna-warni, tanaman tahan hama, dsb.

                                                      pengembangan dan pemeliharaan bibit ikan


                                                                       Auditorium FP
                                                                        Sesi foto bersama

lanjut...ke FIB (Fakultas Ilmu Budaya) UGM, jadwal kami sebenarnya jam 10.00 namun karena ada acara di FIB akhirnya pihak Fakultas meminta diundur jadi jam 11.00. Namun tidak mengapa, justru dengan pengunduran ini kami bisa beristirahat sejenak setelah perjalanan panjang semalam dan sholat dhuha di musholah FIB yang belum sempat kami tunaikan. Ibadah-ibadah sunnah selalu kami usahakan ketika bepergian kemanapun, ini adalah bentuk realisasi dari motto kami "Menegakkan yang wajib, menghidupkan yang sunnah" senantiasa agar tetap istiqomah dalam ibadah.

Di FIB hanya 1 jam karena keburu sholat jum'at jadinya hanya pengenalan Fakultas dan tidak sempat ke lab-labnya. Kami berharap di sini ada lab budaya, ternyata belum ada, baru ada lab bahasa dan komputer. Berbeda dengan FP di FIB ini kami disambut oleh BEM, jadi suasananya cair banget, mahasiswanya kocak, namun tetap ilmiah. Acara diisi dengan pengenalan dan tanya jawab.

Sebagian orang mengangap budaya itu tidak penting, padahal negara kita ini sangat kaya akan budaya, sebenarnya budaya ini adalah aset dan potensi besar untuk dikelola oleh orang-orang yang punya cita rasa tinggi, orang-orang yang beriman. Budaya adalah anugerah termasuk didalamnya bahasa, bermacam bahasa yang ada di Indonesia. Dan ini adalah salah satu tanda-tanda kebesaran Allah.

Allah berfirman "Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS.Al-Hujarat: 13).

Budaya perlu dikelola kearah yang benar mengikuti syariah, bukan syariah megikuti budaya maka harus ada pemuda muslim yang menjadi budayawan, menjadi sastrawan. Saya sering bertanya kepada siswa ketika dikelas, "apa cita-cita kalian?" kebanyakan mereka menjawab "jadi dokter bu", ketika dianya lagi "apa alasannya?" mereka menjawab "biar bisa nolong orang", adalagi yang menjawab," biar keren bu", nah loh! menjadi dokter hanya untuk keren-kerenan, Nauzubillah... Menurut saya pemuda muslim harus masuk ke semua sisi kehidupan agar nanti dapat bersinergi menuju satu tujuan yaitu Allah. Jika kita terkotak-kotak dan hanya mau mengambil sisi kerennya saja maka siap-siap orang yang di luar kita akan masuk melalui celah itu dan membinasakan kita. Lihat saja masalah budaya sekarang menjadi sangat menggerahkan, kenapa?karena kita tidak mengelolanya, kita tidak mengambil peran disana, karena hanya orang-orang yang berperanlah yang berpengaruh.


cendera mata dari FIB

Jadi kesimpulannya dari kunjungan ini, saya berharap para siswa terutama, dan pembaca umumnya memahami bahwa semua bidang ilmu itu penting sehingga tidak memandang sebelah mata terhadap ilmu-ilmu yang mungkin dianggap sepele. Maka menjadi petani itu keren karena dapat menghasilkan pangan, sandang dan papan bagi keberlangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lain, menjadi budayawan itu keren bila dapat mengarahkan manusia kepada ketinggian akhlak, sastrawan itu keren karena dapat menghadirkan keindahan kata demi terikatnya ilmu dan tersampaikan maksud, menjadi enginer itu keren karena dapat memudahkan urusan orang lain dengan karyanya, menjadi astromom itu keren karena dapat melihat dan mendeteksi fenomena alam, menjadi ekonom itu keren karena dapat mengatur pemetaan dan pertumbuhan ekonomi bangsa, menjadi politikus itu keren bila dapat menjadi pemimpin yang adil dan amanah bagi rakyatnya, menjadi dokter itu keren karena dapat menjadi jalan ikhtiar bagi yang sedang diuji dengan penyakit, menjadi akuntan itu keren karena dapat mencatat rapi dan menganalisis standar keuangan negara atau perusahaan, menjadi pengusaha itu keren karena dapat membuka lapangan kerja bagi banyak orang, dan yang tak kalah keren adalah mejadi guru karena dapat menjadikan anak-anak didiknya menjadi semua yang telah disebutkan itu, pun menjadi Ibu rumah tangga adalah sangat keren karena dapat mencetak generasi robbani.

Perjalanan berlanjut, cek in penginapan setelah sholat zhuhur dan makan siang di food court UGM, menjelang sore setelah sholat ashar kembali berselancar menuju ke rumah tahfiz QU Deresan, di sini kami dapat suntikan motivasi, bagaimana tidak anak-anak usia SD dan ada beberapa SMP sudah hafal puluhan juz. Sebenarnya malu, sangat malu pada mereka, sangat ingin seperti mereka, semoga Allah mudahkan kami aamiin ya Mujiib...






Dari sini kami lanjut ke Malioboro setelah menunaikan sholat magrib dan isya. Di Malioboro acara belanja oleh-oleh dan segala macamnya. Sebenarnya harga di sini sama saja dengan Jakarta dan sekitarnya, tidak lantas lebih murah, namun karena moment, seringkali kita bela-belain buat belanja jauh-jauh. Kalau saya sendiri tidak terlalu suka belanja, apalagi belum ada yang menarik hati jadi tidak masalah. Saya hanya membeli kaos untuk kedua keponakan tersayang nun jauh di tanah seberang dan sebuah baju batik untuk ibuku, untuk ayah saya belum membelikannya karena belum ada yang cocok menurutku. Tepat jam 21.30 kami berkumpul dan kembali ke penginapan acara dilanjutkan dengan istirahat sampai menjelang subuh.

Pagi-pagi sekali kami berkemas dan siap melanjutkan perjalanan tentunya sarapan terlebih dahulu. Nah, ini sedikit tips kalau melakukan perjalanan, sebelum meninggalkan tempat penginapan atau tempat singgah sebaiknya ada yang bertugas memeriksa ulang, memastikan tidak ada sesuatu atau barang yang tertinggal. Pengalaman kemarin ada saja yang tertinggal camera, carger, handuk bahkan kaos kaki, untung saja ada tim evakuasi jadi bisa diselamatkan.

Agenda berlanjut sekaligus perjalanan pulang, singgah di sanggar batik, di sini kami belajar proses pembuatan batik tulis. Ternyata sangat rumit yah...bagaimana tidak, awalnya kita harus membuat gambarnya dulu baru kemudian diukir, sungguh memakan waktu yang sangat lama dan proses yang tak mudah, jadi wajarlah kalau harga batik tulis sangat tinggi. Nah, batik ini salah satu cagar budaya Indonesia lho, kita patut bersyukur punya nenek moyang pembatik, sehingga diakui dunia bahwa batik adalah hak paten Indonesia. Untuk cara membatik lebih lengap bisa dibaca disini yah...http://sinauwernowerno.blogspot.com/2012/11/proses-membuatan-batik-dan.html#



Next, kami menuju ke sentra oleh-oleh khas Jogja, ada yang tau? yah, betul sekali Bakpia Pathok. Dari dulu saya penasaran kenapa namanya bakpia pathok, saya kira cara membuatnya di pathok-pathok (baca: dipukul-pukul) saat pembuatannya, ternyata setelah saya tanya ke pembuatnya pathok itu nama daerah sana yang terkenal dengan bakpianya hehe...baru mudeng...




Proses pembuatan bakpia ini membutuhkan waktu yang cukup lama bisa sehari-dua hari dari pembuatan isinya sampai pembuatan kulitnya. Oya hasilnya juga bervariasi ada yang lembut, ada juga yang keras tergantung proses dan cara pembuatannya, harganyapun berbeda dari 15 ribu sampai 35 ribu.

Setelah dirasa cukup melihat proses pembuatan bakpia dan belanja buat oleh-oleh, kami perlahan-lahan melaju meninggalkan kota Yogyakarta, kota sejuta harapan, kota pendidikan, kota favorite buat study tour dan traveling, kota yang tidak ada angkotnya sehingga jalanan bisa lebh teratur dan lebih tenang. 

Dari kunjungan ke tempat batik dan bakpia, ada hikmah yang bisa diambil bahwa ada banyak cagar budaya yang perlu kita lestarikan sehingga bisa bermanfat bagi banyak orang. Belajar berwira usaha, ini juga dalam rangka membangun jiwa entrerpreneur siswa. Dan yang tak kalah penting adalah menumbuhkan sikap menghargai dan rasa syukur. Dengan melihat proses, dan mencoba melakukannya secara langsng diharapkan ada rasa menghargai sehingga tidak mudah mencela atau berlebih-lebihan dalam menggunakan atau mengkonsumsinya. Kemudian bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

Hari menjelang siang kami kembali melanjutkan perjalanan menuju candi Borobudur, perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam, sebelum sampai kami singgah di rumah makan yang bernama unik "Orang Utan" saya kira banyak orang utannya ternyata hanya nama saja :). disini sholat zhuhur dijamak ashar karena kami akan berlanjut ke Borobudur.

Tiba di Borobudur, kali ke dua saya ke tempat ini , sebenarnya saya masih menyimpan pertanyaan besar tentang siapa sebenarnya yang mewariskan bangunan ini, dari pelajaran sejarah dulu disebutkan bahwa borobudur didirikan pada masa dinasti Syailendra pada akhir abad ke 8 M, namun akhir-akhir ini beredar hasil penelitian yang dilakukan oleh Fahmi Basya, serorang ahli matematika islam, beliau telah meneliti sejak puluhan tahun lalu, silahkan dibaca disini penjelasannya http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/09/27/136654-borobudur-peninggalan-nabi-sulaiman- . Dan saya sebenarnya juga masih bingung tentang kevalidan sejarah, wallahu a'lam bishowab, semoga ada kebenaran sejarah untuk masa yang akan datang. Oya, satu info lagi kalau mau belanja oleh-oleh, di Borobudur ini tempatnya, lebih murah dan lebih banyak variasinya dibandingkan Malioboro. 




Sore itu kami melanjutkan perjalanan pulang, rutenya tidak seperti biasa, kami melewati Magelang, Temangung, Ambarawa, dan Ungaran. Perjalanan rihlah berakhir di Pesantren Daarul Qur'an Semarang, tepatnya di Ungaran, bersilaturrahim ke pondok ini yang merupakan cabang Daarul Qur'an, namun sayang tidak sempat bertemu dengan para santrinya karena sampai di sini sudah jam 9 malam. Singgah ke sini pengalaman unik juga, kami harus berjalan kaki sejauh 2 km menaiki bukit karena bis tidak bisa masuk. Daarul Qur'an Semarang baru 2 tahun berdiri, baru ada tingkat SMP dan khusus laki-laki.



“Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al Ankabut : 20).

Alhamdulillah perjalanan mencari ilmu, menagkap hikmah, dan merajut kebersamaan, berakhir dengan sangat indah...semoga manfaat semuanya...







Rabu, 30 April 2014

Termakna Romantis




Romantis itu saat kita berkumpul dalam lingkaran cinta setiap pekan
membahas bermacam bekal menuju negeri akhirat nanti...
romantis itu saat pulang dari lingkaran cinta kehujanan sendirian...
romantis itu saat jiwamu lebur dalam ikatan ukhuwah karena Allah...
romantis itu saat kau tanya padaku apa kabar imanmu hari ini...
romantis itu saat kau tanya padaku sudah berapa tilawah hari ini...
romantis itu ketika sudut matamu gerimis saat berdo'a untuk saudara kita
dalam kesunyian...dalam pekatnya malam...
romantis itu saat ku ucap kata untukmu

"ana uhibbuki fillah" :)

lalu seperti apa romantismu?



Sabtu, 19 April 2014

Izinkan Aku Menangis Karena Cinta



Bismillah…
Menangis? Benarkah ia isyarat kelemahan?saya katakan tidak, menangis bukanlah karena lemah, justru ia untuk menjadikan kita kuat. Benarkah ia simbol kesedihan? tidak selalu, kadangkala menangis itu karena perasaan haru yang teramat sangat, bahagia yang tak terlukiskan, atau rindu yang terpendam.

Pernahkah kau menangis dalam kesunyian, dalam sepertiga malam, dalam do’a-do’amu, dalam sujud panjangmu…dalam dekapan Tuhanmu…jika kau pernah merasakannya itulah nikmat dari Allah. Maka bersyukurlah bila masih bisa menangis. Menangislah bila kau ingin menangis. Karena Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun pernah menangis.

Kisah dibawah ini salah satunya yang membuat saya juga menangis…

Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam? Apakah istri? Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun? Ternyata bukan karena hal-hal duniawi tersebut.
Beliau menangisnya karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita. Beliau shalat sambil menangis hingga waktu Subuh tiba. Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut. “Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-MU, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
”Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, “Ya Allah, umatku .. umatku ..”
Lalu beliau menangis tersedu-sedu. Allah SWT berkata kepada Jibril, “Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad. Tuhanmu Maha Mengetahui. Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?”
Jibril pun menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berterus terang kepada Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau. Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada Allah.
Allah menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa Aku meridainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya (selama tidak menyekutukan Allah).” (HR. Muslim dan Ath-Thabari)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam , manusia mulia itu, laki-laki agung itu, menangis dalam shalatnya. Menangis memohon ampunan untuk umatnya.
Subhanallah…Sungguh besar cinta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pada kita. Bagaimana dengan kita? Menangiskah kita ketika mengingat Allah dan Rasul-Nya?
Ya Robbi…
Izinkan aku menangis karena mencintai-Mu dan Rosul-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai sahabat-sahabat Rosulullah SAW…
Izinkan aku menangis karena mencintai ayah bundaku…
Izinkan aku menangis karena mencintai saudara-saudaraku yang berjuang di jalan-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai sahabat-sahabatku yang tak pernah lelah berjuang untuk-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai anak-anak didik kami yang akan meneruskan dakwah-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai anak-anak yang akan lahir dari rahimku nanti, yang akan berjuang di jalan-Mu…walaupun belum ku tau kapan Engkau anugerahkan untukku…
Izinkan aku menangis untuk seorang yang akan menjadi Ayah bagi anak-anakku nanti…
Izinkan aku menangis karena mencintai berjuang di jalan-Mu…
Izinkan aku menangis karena cinta…
Cinta yang akan membawaku ke surga-Mu…
Cinta yang akan menjadikanku berkumpul bersama mereka di surga-Mu…
Hingga pada akhirnya cinta itu adalah ketika sudut matamu gerimis saat berdo’a untuknya, orang-orang yang engkau cintai karena Allah, dari kejauhan, dalam kesunyian, dalam pekatnya malam, dalam sujud-sujud panjangmu…
Ya Robbi…
Mudahkanlah semua urusan kami…mudahkanlah semua urusan saudara dan sahabat kami di sini, di seluruh Indonesia, di Palestina, di Mesir, di Suriah, di Turki, di Irak dan di seluruh dunia, tolonglah dan selamatkanlah kami dari tipu daya orang-orang kafir.
Simpulkanlah cinta kami dalam mahabbah kepada-Mu, kokohkan langkah kami untuk terus berjuang di jalan-Mu…Ampuni kami yang slalu berbuat dosa kepada-Mu…
Semoga kita yang dalam lingkaran cinta karena Allah dikumpulkan bersama Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di Jannahnya nanti…aamiin ya mujiib…

barokallahu fiikum...

wallahu a'lam bishowab...


Senin, 31 Maret 2014

Rindu

Rindu itu adalah anugerah dari Allah
Insan yang berhati nurani punyai rasa rindu…
Rindu pada kedamaian…
Rindu pada ketenangan…
Rindukan kesejahteraan…
Dan juga kebahagiaan…
Orang-orang yang bertaqwa rindu akan kebenaran
Kejujuran dan keikhlasan keredhaan Tuhannya...
Orang mukmin merindukan anak-anak yang soleh
Suami yang soleh keluarga bahagia
Para pencinta kebenaran rindukan suasana
Masyarakat yang terjalin aman dan sejahtera
Merindukan tertegaknya kalimah Allah di muka bumi
Dan dalam merindukannya keampunan Tuhannya…
Dan seluruh umat itu merindukan cahaya
Yang menyinari kehidupan rindu pada Tuhan…

by: Hijjaz

Kamis, 20 Maret 2014

Untukmu Yang Akan Menikah

Bismillah...

Siapa yang tidak ingin menikah? seshalih apapun bila ada niatan tidak ingin menikah, mungkin dia tidak mencintai Rosulullah, mungkin ia bukan umat Rosulullah SAW karena beliau telah bersabda:

Dan dari Anas, bahwasanya ada sebagian shahabat Nabi SAW yang berkata, “Aku tidak akan kawin”. Sebagian lagi berkata, “Aku akan shalat terus menerus dan tidak akan tidur”. Dan sebagian lagi berkata, “Aku akan berpuasa terus menerus”. Kemudian hal itu sampai kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda, “Bagaimanakah keadaan kaum itu, mereka mengatakan demikian dan demikian ?.Padahal aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan akupun mengawini wanita. Maka barangsiapa yang tidak meyukai sunnahku, bukanlah dari golonganku”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]    
     
Namun ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar pernikahan yang hakikatnya suci mendapat barokah dari Allah SWT. Persiapan ilmu sudah barang tentu karena hal ini adalah ibadah sekali seumur hidup, namun tidak mesti harus cukup dan sempurna ilmunya karena belajar adalah sepanjang hayat jadi kalau menunggu sempurna ilmunya mungkin kita tidak akan pernah mencapainya.

Tapi disini saya tidak akan membahas tentang persiapan ilmu, fisik, psikologis deelel, itu adalah persiapan jangka panjang, dan mungkin sebagian besar kita sudah tau apa yang harus dipersiapkan. Saya hanya ingin membahas fenomena yang sering sekali terjadi di tengah-tengah kita yang notabennya faham agama. Banyak diantara kita yang masih tawar menawar dalam hal ini. Di tengah-tengah pesatnya ilmu dan informasi, kita justru terperangkap dalam belengu yang bernama "ketakberdayaan". Yah, kita seringkali mengatakan tak berdaya ketika dihadapkan pada situsi yang tidak berpihak pada kita. Maka kita perlu mempersiapkan diri dalam keteguhan memegang prinsip, istiqomah dalam ketaatan.

Hal-hal di bawah ini agar menjadi renungan dan pelajaran bagi kita semua karena seringkali terjadi saat dua anak manusia bertemu dalam satu akad bernama pernikahan:

1. Pakaian tidak sesuai syari'at
Saat hari pengantin berlangsung apa yang kebanyakan dipakai oleh pengantin wanita? yah, baju pengantin yang cantik, namun sayang balutan baju yang anggun itu tidak didasarkan pada syariat yang sebenarnya sudah kita ketahui. Masih ada yang transparan, sempit, bahkan sampai jilbab yang sehari-harinya terurai anggun, namun pada hari itu mencekik leher, kepala seperti punuk unta. Sepertinya kita perlu mencermati lagi hadist Nabi ini:

 "wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim).

"Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

2. Dandanan berlebihan
Selain pakaian kita juga sering melihat dandanan norak yang menghiasi wajah, sehingga sudah masuk dalam tabarruj, padahal berhias itu hanya untuk suamimu.

Diriwayatkan pula pada hari pernikahan Aisyah dengan Rasulullah dari Asma’ binti Yazid yang berkata “Aku menghias Aisyah untuk Rasulullah SAW, lalu aku datang padanya. Kemudian aku memanggil Rasul supaya datang menghampiri Aisyah…”(HR. Ahmad)

3. Mencukur Alis
Hal kecil ini dianggap  remeh, banyak diantara kita berdalih "cuma untuk merapikan kok" semoga hadits ini bisa mencerahkan:

“Allah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato. Allah pula melaknat orang yang mencabut rambut wajah dan yang meminta dicabut.” (HR. Muslim no. 2125)

"Semoga Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dirinya atau meminta ditatokan, yang mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yang mengikir giginya supaya kelihatan indah dan mengubah ciptaan Allah" (HR.Al- Bukhari dan Muslim)


4. Menjamak Sholat
Hal lain yang sering dijumpai dalam peristiwa sakral pernikahan masa kini adalah jamak sholat, banyak kita jumpai pengantin menjamak sholatnya karena alasan yang dibuat-buat: sayang riasannya, tanggung waktunya, dll. Padahal, setahu saya jamak sholat hanya berlaku untuk musafir yang menempuh perjalanan mencapai 89 km, karena sakit, karena hujan yang sangat lebat, atau berhaji ketika di Muzdalifah. Saya belum menemukan dibolehkannya sholat jamak ketika hari pengantin.

Beberapa hal tersebut adalah dari sekian banyak keanehan yang sering ditemui. Akankah keyakinan yang telah kita jaga selama bertahun-tahun, dipertaruhkan hanya dalam satu hari?. Kebanyakan kita berdalih tak berdaya karena keinginan orang tua, atau keinginan tukang rias, benarkah?. Saudariku, kita yang paling tau jawabannya, kita yang paling tau apa yang tersembunyi di dalam hati, dan jangan lupa ada yang Maha Tau tentang kita, tentang semua mahluknya: Allah SWT. Maka tak layak bagi kita mencari-cari alasan padahal sebenarnya karena ingin terlihat cantik. Tidak ada yang menjamin kebahagiaan dengan cantiknya fisik, yang terpenting adalah cantiknya hati dan indahnya akhlak.

Kalaulah masalahnya pada orang tua, atau pada tukang rias, rasanya kita bisa menyelesaikannya dengan melakukan komunikasi lebih awal, jauh-jauh hari sebelum hari H. Jelaskanlah dengan santun dan bijak apa yang menjadi prinsip dan keinginan kita, Insya Allah mereka akan memahami. Namun bila masalahnya ada pada hati kita, inilah yang paling sulit diatasi, akan selalu ada alasan-alasan untuk membenarkan. Maka harusnya, kita jangan pernah berhenti untuk menata hati agar tidak tergolong seperti Firman Allah berikut:

 “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.”(QS, An Nahl:92)

Yah, kita sudah membangun keyakinan selama bertahun-tahun, namun akhirnya kita sendiri yang menghancurkan hanya dalam satu hari. Sungguh sangat merugilah kita. Apa yang kita harapkan dari sebuah bagunan yang hancur?mungkin hanya puing-puing kerapuhan yang tersisa. Apa yang kita harapkan dari peristiwa sakral yang kita lakukan? Barokah?masihkah kita berharap barokah bila kita masih terus bermaksiat kepada Allah, sungguh naif diri kita ini. Semoga Allah selalu menjaga kita.


semoga yang sedikit ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu istiqomah dalam ketaatan, teguh dalam memegang prinsip...mendapat barokah dari Allah SWT aamiin...

Barokallah fiikum...

wallhua'lam bishowab...






Jumat, 28 Februari 2014

Al qur'an dan Sains: Klorofil

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Tumbuhan merupakan satu-satunya makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan makanan dari dirinya sendiri. Daun yang ada pada tumbuhan adalah merupakan tempat pengolahan yang di dalamnya diproduksi berbagai bahan makanan bagi tumbuhan-tumbuhan yang diproses melalui bantuan sinar matahari—yang merupakan unsur penting dalam pembuatan bahan makanan tersebut.

Selanjutnya proses pembuatan bahan makanan, dilakukan berdasarkan perpaduan berbagai unsur yang diperlukan. Unsur-unsur itu adalah karbon dioksida yang dihisap dari udara melalui pori-pori yang menutupi seluruh permukaan daun, sinar matahari yang diterima melalui daunnya, air yang diserap melalui akarnya serta kandungan zat pokok bagi terciptanya reaksi kimiawi dari percampuran unsur-unsur di atas. Di mana jika zat ini tidak terdapat, maka reaksi tidak tercipta, meskipun semua unsur yang lainnya telah terpenuhi.

Yang kami maksud dengan zat pokok itu adalah klorofil (yahdhuur), atau zat warna hijau yang terdapat pada daun tumbuh-tumbuhan. Klorofil ini, kadang-kadang terdapat juga pada batang tumbuh-tumbuhan, tapi dengan persentase yang lebih sedikit.

Secara singkat, fungsi dari klorofil ini adalah sebagai sumber pokok bagi elektron yang banyak mengandung energi yang dihasilkan melalui ionisasi klorofil. Elektron ini dibutuhkan dalam proses pembuatan berbagai bahan makanan di dalam sel.     

Sejak dahulu, semua orang telah melihat warna mencolok dari daun yang berwarna hijau. Namun mereka tidak mengetahui peranan penting yang dimilikinya atau strukturnya, kecuali baru-baru ini, setelah banyak dilakukan penelitian.

Padahal Al 
quran sendiri telah memberikan petunjuknya mengenai peranan penting dari zat hijau ini, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam ayat 80 surah Yasin: "Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."

Ungkapan Alquran yang mengaitkan zat warna hijau yang dimiliki pepohonan menunjukkan peranan penting zat tersebut bagi kehidupan berbagai tumbuh-tumbuhan.

Barokallahu fiikum...

Mari terus belajar memaknai Al Qur'an melalui alam, mari terus belajar untuk kehidupan dunia dan akhirat kita...

Al Qur'an dan Sains: Angin dan Penyerbukan


Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Zaman dahulu, orang-orang mengira bahwa tumbuh-tumbuhan yang hidup di tengah padang pasir, adalah merupakan tanaman ‘syaitan’. Mereka mengatakan demikian, karena kebodohan pada saat itu masih menguasai cara pandang dan fikiran mereka.

Namun berkat kemajuan ilmu pengetahuan, orang-orang mulai mengetahui proses pertumbuhan berbagai macam tanaman. Dan berdasarkan penelitan yang mereka lakukan, mereka mendapatkan bahwa setiap proses pertumbuhan didahului oleh berbagai proses kehidupan yang mempunyai dasar-dasar yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Sebagaimana manusia dan binatang, pada dunia tumbuh-tumbuhan juga terdapat tanaman ‘jantan’ dan tanaman ‘betina’. Tanaman jantan (yang memiliki bagian batang tubuh yang mencirikannya sebagai tanaman jantan) berlaku sebagai ‘kelamin jantan’ yang biasanya terkumpul dalam kelopak benang sari dengan cara tertentu. 

Sedangkan tanaman betina (yang memiliki bagian tubuh yang mencirikannya sebagai tanaman betina) berlaku sebagai ‘kelamin betina’ yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang berkelamin ganda, di mana ia memiliki bagian batang tubuh jantan dan betina. 

Biasanya batang tubuh jantan, terletak di atas batang tubuh betina. Agar proses perkawinan antara serbuk jantan dan betina terjadi, maka serbuk jantan itu harus disatukan dengan serbuk betinanya sehingga tercipta apa yang dinamakan dengan ‘penyerbukan’. Bagaimana cara penyerbukan ini?

Ada banyak cara penyerbukan. Salah satunya melalui perantaraan serangga. Atau dengan perantaraan air. Atau dengan perantaraan binatang. Atau dengan perantaraan angin yang biasanya disebut dengan ‘penyerbukan angin’. 

Khusus tentang penyerbukan yang terjadi karena perantaraan angin, maka di sana, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi: 1) Serbuk harus berjumlah besar, karena ketika terbawa angin, sebagian besar daripadanya hilang. 2) Serbuk harus ringan, sehingga bisa diterbangkan oleh angin.

Mengenai penyerbukan melalui angin ini, Al qur'an memberikan petunjuknya. Allah SWT dalam surat Al-Hijr ayat 22 berfirman: "Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)..." 
Sekiranya tidak ada angin, maka tumbuh-tumbuhan yang proses perkembangannya melalui angin, tentunya akan punah dan hilang. 

Maha Suci Allah SWT yang berfirman: "Alif, Laam, Miim. Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa."(QS Al-Baqarah: 1-2).


Barokallahu fiikum...

semoga kita semua selalu diberi hidayah dan kekuatan belajar sains dengan  Al Qur'an aamiin...

Kamis, 06 Februari 2014

Ya Robb...Pertemukanlah Kami Dalam Naungan Cinta-Mu...

Ya Allah...
bagi-Mu segala puji, Engkaulah pendiri langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya
Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Raja langit dan bumi, serta segala yang ada di dalamnya
Bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi, serta segala yang ada di dalamnya 
Bagi-Mu segala puji, Engkau-lah al-Haq, janji-Mu benar, perjumpaan dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga dan neraka-Mu adalah benar, para nabi-Mu adalah benar dan Muhammad SAW adalah benar serta hari kiamat adalah benar.

Ya Allah...Yang Maha Mulia...
malam ini tiada lagi kata yang mampu hamba ucapkan di hadapan-Mu...
saat ini hanya ampunan yang hamba mohon kepada-Mu...
ya Robb ya Rahiim...ya Ghofuur...
bila banyaknya dosa kami yang menjadi penghalang untuk bertemu
maka ampuni kami ya Robb...
bila hati kami kotor, maka bersihkanlah...
bila jiwa kami sakit maka sembuhkanlah...
bila amal kami masih terlalu sedikit
untuk mengharap rahmat dari-Mu
maka mampukan kami untuk beramal lebih banyak dan terus-menerus...
ya Robb...ya Fattah...
bila jalan kami buntu maka bukakanlah...


ya Robb...ya Rahman...ya Rohiim...ya Wadud...
bila niat kami untuk menjaga cinta-Mu...
beribadah kepada-Mu...
menjaga kehormatan diri...
menyambung silaturrahim...
melahirkan anak-anak yang mencintai-Mu, menyembah dan menyeru kepada-Mu...
membangun peradaban islam...
membentuk keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah dan dakwah...
dan meraih surga-Mu...

maka pertemukanlah kami dalam ridha-Mu...
pertemukanlah kami dalam naungan cinta-Mu...
pertemukanlah kami dalam dekapan kasih sayang-Mu...

ya Muqoddim...ya Qodir...
bila jauh dekatkanlah...
bila sulit mudahkanlah...
ya Rosyiid...
saat tak kunjung ada jalan untuk kami bertemu...
hamba percaya bersama-Mu tiada jalan buntu...

ya Robb...ya Rohman...ya Rohiim...
janganlah Engkau biarkan kami sendiri
mengarungi samudera kehidupan ini...
kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kekhilafan...
kami butuh seorang penginggat ketika kami salah jalan
agar kembali ke jalan yang benar...
kami butuh tempat berbagi ketika diri tak lagi sanggup menanggung beban...
bukan...sungguh, bukan kami meragukan kebesaran-Mu ya Robb...
hanya saja agar hati kami semakin mantap, semakin tenang beribadah kepada-Mu...

ya Robb...ya Rohman...ya Rohiim... ya Somad...pemilik seluruh alam...
hanya kepada-Mu kami memohon...
hanya kepada-Mu kami berharap...
Engkaulah sebaik-baik tempat memohon dan berharap...
ya Allah...ya Ghoffar...Yang Maha Pengampun...ampunilah kami yang selalu berlumuran dosa...

aamiin ya Mujiib...



Rabu, 15 Januari 2014

MAHABBAH


Bismillah...

Percayalah tak ada yang sia-sia di dunia ini, lihatlah selembar daun kering yang jatuhpun akan memberi manfaat  yang begitu dahsyat ribuan bahkan jutaan tahun setelahnya. Lihatlah hasilnya yang kita nikmati sekarang; emas, perak, batubara, gas bumi, minyak bumi yang berlimpah, itu semua adalah hasil dari endapannya jutaan tahun yang lalu, masih tak percaya? lihatlah dalam waktu yang tidak begitu lama daun kering yang berguguran itu akan menjadi kompos yang sangat menyuburkan dan tanpa efek samping sedikitpun bagi tanaman lain. Ia gugur untuk menyuburkan yang lain, ia gugur untuk membenamkan diri jutaan tahun lamanya agar bisa memberi kehidupan bagi semesta atas izin Tuhannya.

Namun tak mudah memang, terbenam berabad-abad lamanya, ia butuh keiklasan dan kesabaran diatas rata-rata. Ia  butuh fokus tak menghiraukan yang lain. Ia menua, lalu berguguran tertiup angin, bukankah ia tak pernah membenci angin? Padahal jika ia tak ikhlas, tak sabar dan tak fokus bisa saja ia mengeluh dan meminta kepada Tuhannya “ya Robb, aku masih ingin hidup di ranting-ranting pohon itu, hijau segar, menyerap banyak warna, melihat dunia yang indah, melekat pada pohon-pohon nan tinggi, bercengkrama dengan beburung yang bersuara merdu, ditetesi sejuknya embun setiap pagi”. Tapi ia tak pernah mengatakannya, tak pernah sedikitpun. Belum lagi mungkin ada dedaunan lain mengatakan ”kau jangan tertipu dengan kebaikan masa depan yang belum tentu mampu kau lakukan, bukankah kau sekarang sudah menjadi daun yang baik, segar, bermanfaat, dengan kemampuan fotosintesismu” sekilas kalimat itu memang kata-kata penyemangat, tapi lihatlah daun yang jatuh itu ia tak pernah menghiraukannya, sedikitpun. Ia fokus, yakin, sabar, ikhlas karena ia percaya ia bisa melakukan kebaikan yang lebih dahsyat dan sepanjang masa untuk meraih ridha Tuhannya.

Pun cintamu, jika dijaga dengan baik, ia akan menyuburkan hati yang gersang, meruntuhkan keangkuhan, melenyapkan kesombongan, menumbuhkan kebaikan, menghasilkan buah yang manis rasanya dan harum baunya. Yah, seperti daun yang jatuh itu, ia ikhlas, sabar, dan fokus tak menghiraukan yang lain. Karena tidak ada cinta yang tumbuh diatas keangkuhan dan kesombongan, tidak ada cinta yang tumbuh dalam kejahatan, tidak ada cinta yang tidak menghasilkan buah yang manis rasanya dan harum baunya. Karena pada hakikatnya cinta itu milik Allah, dari Allah awalnya dan untuk Allah akhirnya. Cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan. Itu sebabnya, hati yang dipenuhi dengan cinta lebih mudah dan cepat menangkap kebenaran. Cinta tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, angkara murka, dan dendam. Cinta melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Cinta adalah cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan pada mata hati kita. Dan cinta kepada mahluk adalah bentuk pengejawantahan cinta kita kepada Allah (M. Annis Matta). Bila kau jatuh cinta dan kau merasa ingin selalu dekat dengan Allah saja, berharap hanya pada Allah saja, itulah anugerah dari-Nya, syukurilah.

Manusiawi bila di hatimu hadir cinta ada harap di sana, ada rasa ingin bersama untuk membangun cinta di atas cinta-Nya. Seperti cinta ibunda Khodijah kepada Rosulullah SAW, seperti cinta Fatimah dan Ali r.a. Tak perlu khawatir bila cinta hadir di hatimu, jangan buru-buru memusnahkannya, jangan tergesa-gesa memangkasnya, siapa tau ada kebaikan di sana, ada manfaat  untuk kehidupan dunia akhiratmu.

Begitulah, kadangkala untuk berbuat suatu kebaikan yang sepanjang masa, kita butuh fokus, diam, tak perlu menghiraukan yang lain, seperti dedaunan yang jatuh itu. Walaupun sepintas kau seperti terdakwa yang melakukan kesalahan yang sangat besar pada mereka, padahal apa salahmu, kau hanya dianugerahi cinta itu oleh Allah yang jika dijaga dengan ikhlas dan sabar bisa membahagiakan mereka, insya Allah. Perbanyaklah berpuasa, hadapkan wajahmu, hatimu, jiwamu hanya kepada Allah, mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat.

Namun, bila tak ingin tersiksa lebih lama maka kau butuh action, kau hanya butuh keyakinan dan tekad yang kuat untuk melakukannya, selebihnya kau bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan memampukanmu, mencukupkanmu. Bukankah kau yakin dengan janji Allah?

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. [QS. An-Nuur: 32].

Rosulullah SAW juga bersabda “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]

Ada pelajaran yang bisa diambil, saat kau dianugerahi cinta, maka sebenarnya kau sedang diajarkan tanggungjawab, yah kau harus bertanggungjawab atas cinta yang dianugerahkan untukmu, kau mestinya berikhtiar untuk menjemputnya dimulai dan iringi dengan do’a kepada Robbmu. Jangan ragu, yakinlah ia masih menantimu dalam diam, dalam sujud panjangnya, dalam harap pada Robbnya . Lebih cepat Insya Allah akan lebih baik dan lebih menenteramkanmu.

Maka sekali lagi tak ada yang sia-sia di dunia ini bila kita terus berjalan di atas jalan yang lurus dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Pun dengan cintamu, semoga Allah merahmati, memudahkan semua urusan, melapangkan rizki, memberikan jalan keluar atas semua masalah, menguatkan jasad dan rohani, memberikan ilmu yang bermanfaat, selalu dalam kebaikan dan penjagaan-Nya, dan melimpahkan keberkahan-Nya untukmu. Aamiin Allahumma aamiin…


#just love in silent, bukan cinta yang diekspresikan dengan pacaran.


                                                                                                                              Wisma Qurrota A'yun

                                                                                                                            Di sudut kota Yogyakarta