Cari Blog Ini

Rabu, 27 Agustus 2014

Kreasi Liburan Lalu

Liburan adalah waktunya berkreasi masak-masak dan refresing. Cuma bermodal mau apapun jadi :)
keuntungan memasak sendiri adalah lebih terjamin kesehatannya walaupun sedikit menyita waktu, eh adalagi  lebih irit kalo sudah berkeluarga :) terakhir ada kepuasan tersendiri...yuuuk kita intip apa saja kreasi liburan kemarin...tapi kurang lengkap nih pempeknya nggak kefoto :(


nasi goreng spesial kambing

Spageti ala ndeso :)

es krim mix coklat stroberry dan coklat vanilla

puding labu kuning dan puding ubi unggu

kue kering melayu
kwe tiaw ala ndeso :)

jangan salahkan saya kalo kepengen yaaa... silahkan dipilih... :) insya Allah sehat koq tanpa penyedap rasa, tanpa pewarna dan tanpa pengawet...

Jumat, 15 Agustus 2014

Episode Ramadhan Penuh Cinta

Bismillah...

Hemmm...baru sempat posting agenda ramadhan tahun ini. Ada yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya setelah sepuluh hari pertama Ramadhan bersama santri di pondok. Selanjutnya ramadhan bersama anak-anak yatim, dhuafa dan anak-anak jalanan bersama YIC (Youth Islamic Center) Bekasi di komplek masjid Islamic Center Bekasi, tanggal 14-15 Ramadhan 1435 H.

Meskipun kebersamaannya begitu singkat hanya dua hari tapi menyisakan kenangan yang mendalam. Saya semakin banyak belajar tentang arti sebuah rasa syukur. bersyukur atas kehidupan yang Allah berikan, saya membayangkan seandainya saya diposisi mereka mampukah saya seperti mereka? mengarungi kerasnya hidup dengan belum berbekal apapun, diusia yang masih tergolong anak-anak tanpa dukungan atau sedikit dukungan dari orang tua. Sungguh saya merasa tak mampu bahkan sekedar membayangkan :'(

Mereka sebenarnya anak-anak cerdas hanya saja kondisi keluarga dan lingkungan yang menjadikan mereka seperti tak berguna. Sayapun lebih banyak belajar lagi, ternyata tak mudah menjadi orang dewasa itu, banyak hal yang perlu dibenahi mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara dan akhirnya dunia. Jadi peran orang tua sangat penting, jangan sampai seolah lepas dari tanggungjawab, setelah melahirkan dan membesarkan ala kadarnya kemudian tidak mendidiknya dengan benar. Inilah yang banyak terjadi.Tapi ini bukan semata masalah ekonomi, karena banyak juga yang mampu secara ekonomi tapi tidak mampu mendidik anak dengan benar. Berarti masalahnya pemahaman dan lmu yang mungkin kurang. Maka menikah bukan sekedar "menggugurkan status" namun lebih keren dari itu adalah membina diri dan pasangan agar menjadi lebih baik lagi dan membentuk generasi robbani yang diharapkan nantinya dapat mengubah peradaban dunia...

Ternyata yaaa...membina anak-anak seperti mereka tidak semudah membalikkan telapak tangan, maklum mungkin karena kondisi keluarga, lingkungan dan mungkin ekonomi, namun saya tetap meyakini bahwa Allah Maha Kaya, jadi harusnya tidak ada masalah ekonomi. Ada saja yang kabur saat sholat wajib, tarawih bahkan kabur saat waktunya tidur, sehingga ribet mencari-cari, pengalaman yang luar biasa, butuh kesabaran yang berlipat menghadapi mereka. Dan yang tak kalah penting butuh ketegasan juga, karena kalau tidak tegas bisa-bisa kita dibully.

                                                                                                training menggapai sukses dunia akhirat
Dalam acara Pesantren Ramadhan ini ada training
tentang menggapai sukses dunia dan akhirat.
Semua orang yang berakal sehat tentu punya            
keinginan untuk sukses.
Apa defenisi sukses menurutmu?
bila sebuah kesuksesan itu diartikan sebagai sebuah tujuan, mungkin kita akan sangat sering merasa kecewa atau bahkan putus asa karena setiap impian yang tidak tercapai membuat kita stress berat,
namun bila sukses itu diartikan sebagai sebuah perjalanan atau proses Insya Allah akan sedikit membantu ketika tidak semua keinginan tercapai. Bagaimana perjalanan kita menuju kesuksesan itu?    sudah maksimalkah ikhtiar?sudah berdo'akah dengan rasa takut dan penuh harap?kalau sudah maka hasilnya serahkan saja pada Allah. Bagaimana dengan kesuksesan akhirat? yaitu masuk surga bersama orang-orang sholih tanpa hisab. Maka kita diwajibkan berikhtiar dan berdo'a semoga Allah perkenankan do'a kita. Jadi intinya "sukses dunia itu bukanlah tujuan melainkan perjalanan, namun sukses akhirat adalah tujuan dan perjalanan".
               
update terkini kondisi Gaza
bagaimana peran kita sebagai muslim yang bersaudara?

Menanamkan rasa empati kepada anak-anak harusnya sejak dini, bagaimana kewajiban seorang muslim kepada muslim lainnya. Maka dalam kesempatan ini kami mengangkat tema tentang Gaza yang sedang berduka bahkan sudah sejak ratusan tahun lalu. dimana peran kita sebagai muslim? Hal yang paling pertama yang bisa kita lakukan adalah berdo'a untuk mereka disetiap sholat kita, kedua memberi dukungan dan bantuan berupa materi

dan jasa apa saja yang mampu kita beri, ketiga belajar dengan baik, kuasai ilmu agama, iptek, ekonomi, militer, politik dll agar umat islam tidak tertindas, keempat hindari penggunaan produk yang mendukung gerakan Zionis Israel.

Terakhir teruslah melakukan pembinaan diri, keluarga dan masyarakat agar mampu melakukan semua itu, melalui lembaga-lembaga pendidikan, sosial, pemerintahan atau organisasi sosial lainnya. Saya sangat menyarankan ikut organisasi ISIS. Eh, jangan suudzon dulu yaaa...maksud saya ISIS (Istri Sholehah Idaman Suami) lho yaaa hehe...Karena perjuangan yang hanya dilakukan sendiri atau beberapa orang saja tidak akan berpengaruh singnifikan untuk mengubah peradaban dunia. Maka kita perlu berjamaah untuk melakukan perubahan, seperti yang diajarkan oleh teladan kita Rosulullah SAW.

pembacaan al-ma'atsurat

                                                                        Tanya jawab



                                             Buka puasa bersama > tampak keceriaan di wajah mereka

 
keceriaan di wajah kakak-kakak :)

Inginnya pembinaan berlanjut, supaya ada follow up dari yang dilakukan. Semoga bisa ya sahabat-sahabat...

                                                                              Mentoring asyik...


 Kodo-kado ini tidak hanya dari para donatur, tapi dari semua panitia wajib memberikan kado. Supaya tidak sekedar mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan sementara diri sendiri lupa. Inilah yang sangat dibenci Allah dalam firmannya “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?. Itu sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” [QS. Ash-Shaff: 2-3].
 
kumpulan kado istimewa menggunung, alhamdulillah...ngak nyangka sebanyak ini, 
terimakasih para donatur


                                           tes bacaan Al-Qur'an, alhamdulillah ada juga yang uda bagus...


                                                          tampil perform perkelompok

Keceriaan di wajah kakak-kakak saat berbagi kado istimewa dan keceriaan adik-adik saat menerima kado. Semoga manfaat semuanya...
    Pembagian kado istimewa

Perform anak-anak jalanan


                                                                Foto bersama diakhir acara 

Semoga usaha yang sedikit ini mampu mengubah pribadi kita dan orang lain menjadi lebih baik lagi, sehingga mengubah masyarakat, negara bahkan dunia. aamiin ya mujiib...

barokallahu fiikum...

Minggu, 20 Juli 2014

MEMBERSAMAI RAMADHAN DENGAN CINTA



Apa yang terbersit dalam benak kita ketika disebut tentang cinta? Mungkin banyak yang berfikir tentang cinta dua anak manusia yang haus kasih sayang. Bukan. cinta bukan hanya itu ada cinta yang lebih mulia dan lebih hakiki, bila cinta yang paling tinggi ini bisa kita raih maka semua bentuk cinta akan kita dapatkan.  Yah, hanya cinta kepada Allahlah cinta yang paling tinggi dan mulia. Cinta butuh pengorbanan, tidak ada cinta tanpa pengorbanan. Inilah beberapa pengorbanan yang harus kita lakukan bila kita mengaku cinta kepada Allah dan Rosulullah:

  • Perbanyak tilawah dan memahami maknanya

Berkorban mengkhususkankan waktu dan melawan rasa malas untuk tilawah. Allah  menjanjikan bagi mereka yang rajin membaca Al Qur’an:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi (QS. Fathir: 29)

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

  • Perbanyak sholat malam

Berkorban untuk terbangun dari nyenyaknya tidur, dari mimpi-mimpi indah. Namun Allah menjanjikan balasannya sebagaimana firman-Nya:

 “Dan pada sebahagian malam, kerjakanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Robb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji “(QS. Al isra’: 79)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air. Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.”( QS. Adz Dzaariyaat: 15-18)

Diriwayatkan dari Jabir r.a, bahwa ia berkata : Aku telah mendengar Rosululloh saw bersabda :
“ Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Allah akan memberikannya kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam.” (HR. Muslim)

  • Perbanyak membaca hal-hal yang bermanfaat

Membaca akan membuka jendela dunia, dengan membaca akan bertambah ilmunya, sebagaimana firman Allah:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS. Al-Mujaadilah: 11)

“Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga” (HR. Muslim)

Dengan ilmu pula kita dapat berbagi kepada orang lain, sebagai mana hadits Nabi:
“Barangsiapa memberikan petunjuk kebaikan maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikutinya dan tidak berkurang sedikit pun hal itu dari ganjaran orang tersebut.” (HR. Muslim).
  • Perbanyak silaturrahim
Orang yang menyambung silaturrahim akan dipanjangkan umurnya dan diuaskan rezekinya.
 “Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

  • Perbanyak sedekah

Walaupun hanya tersenyum ketika bertemu dengan saudara atau sahabatmu, walaupun hanya membuang duri di jalan, apalagi sedekah materi yang kita miliki, dan sholat dhuha di setiap pagi.
  
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan  Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqoroh: 261)

  • Penuhi janji

Bila berjanji maka tepatilah, karena sesungguhnya janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak

“Dan tepatilah perjanjianmu apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An Nahl: 91)

  • Perbanyak doa

Doa adalah senjata orang mukmin, sebagaimana firman Allah “Dan berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu (QS. Gafir: 60). Berdo’a untuk pribadi, saudara, sahabat, untuk negeri, untuk sahabat-sahabat kita yang sedang berjuang menjemput syahid di tanah Palestina.

  • I’tikaf disepuluh hari terakhir Ramadhan

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat.(HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).

Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah.” Lalu di antara para sahabat ada yang beri’tikaf bersama beliau. (HR. Bukhari no. 2018 dan Muslim no. 1167).

Jadi, beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- melakukan i’tikaf supaya mudah mendapatkan malam lailatul qadar. Bagi wanita banyak ulama berpendapat diperbolehkannya i’tikaf dengan syarat atas izin suaminya, bagi yang belum menikah maka izin orang tuanya.
  • Perbanyak melakukan hal-hal yang bermanfaat lainnya
Terutama setelah subuh, jangan sampai tidur lagi. Di bulan ramadhan ini rawan sekali terjadi tragedi ini karena didukung oleh keadan perut yang kenyang dan hawa dingin yang semilir. Padahal pagi hari adalah waktu yang paling berharga untuk awal permulaan segala aktivitas. Ada banyak  keburukan yang akan diperoleh bila tidur pagi menjadi kebiasaan.

Untuk melakukan semua itu kita butuh azam y ang kuat, pengorbanan disertai keiklasan dan kesabaran melawan kemalasan agar kita melakukan hal-hal tersebut semudah membalikkan telapak tangan.

Ramadahan adalah bulan mulia penuh barokah dan hanya dihadiahkan oleh Allah sebulan dalam setahun. Apakah kita rela membiarkannya  berlalu begitu saja tanpa makna, padahal Allah banyak menjanjikan lipatan pahala sebagai karunia-Nya.

Sungguh merugilah kita bila tidak menyambut karunia ini dengan sebaik-baik amalan.  Bagi yang belum memulai maka Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk memulainya, dan bagi yang sudah memulai semoga istiqomah sampai akhir hayat. Dan jangan lupa peningkatan kuantitas amalan juga merupakan indikator cinta yang semakin tinggi.

Semoga dengan upaya kita yang sedikit ini menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang sholeh yang mewarisi surga Firdaus. Dan kesholihan yang barokah adalah menularkan kesholihan itu kepada orang lain “menjadi sholih dan mensholihkan orang lain” itulah risalah yang diwariskan Rosulullah kepada kita. Semoga kita pantas berharap sepenggal firdaus-Nya…

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi motivasi bagi bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di hari ini, esok, lusa, bulan-bulan selanjutnya dan selamanya…
Aamiin ya mujiib…

Barokallah fiikum…

Islamic Center Bekasi, 23 Ramadhan 1435 H

Sabtu, 28 Juni 2014

7 Indikator Kebahagiaan di Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat taat dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW. Selain itu pada usia 9 tahun, Ibnu Abbas telah menghafal Al-Quran dan menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.
Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :
Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki hati yang syukur berarti selalu bersifat qanaah- redha dengan apa yang dimilikinya. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia pasti terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.
Bila sedang dalam kesusahan, ia ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
“Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi.
Maka berbahagialah orang yang bersyukur!
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang soleh.
Pasangan hidup yang soleh akan mencipta suasana rumah dan keluarga yang soleh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak isteri dan anaknya kepada kesolehan. Berbahagialah menjadi seorang isteri bila memiliki suami yang soleh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak isteri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang isteri yang sholeh.
Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
"Sewaktu Rasulullah SAW  bertaawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang melecet belakangnya. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa belakangmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah uzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika solat, atau ketika istirahat, selain dari waktu itu saya akan mendukungnya. “. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ? ”Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah redha kepadamu,, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orang tuamu tidak akan terbalaskan olehmu”.
Dari hadis tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita. Namun kita boleh mendoakan mereka kerana doa anak yang soleh kepada orang tuanya akan dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang soleh.

Keempat, albiah sholihah, lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita haruslah rapat dengan orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang soleh. Orang-orang yang soleh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.
Orang-orang soleh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.
Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.
Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah pada banyaknya harta tetapi halalnya harta tersebut. Ini tidak bererti Islam tidak menyuruh umatnya untuk menjadi kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sedakah, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dapat dikabulkan?”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
Keenam, Tafakuh fi dien, memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia bersemangat untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai Allah dan risalahNya.
Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.
Ketujuh, yaitu umur yang barakah.
Umur yang barakah itu bermakna umur yang semakin tua semakin soleh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu fikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan. Hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.
Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.
Bagaimana caranya agar kita dikurniakan Allah ketujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT sekhusyu’ mungkin yaitu dengan doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanah wa fil akhirati hasanah waqina azabannar” ( “Ya Allah kurniakanlah aku kebahagiaan dunia dan kebahagian di akhirat serta jauhkan kami dari siksa api neraka. “),
Semoga kita mendapatkan ketujuh kebahagiaan tersebut. Mari perbanyak do'a dan sempurnakan ikhtiar...

disadur dari berbagai sumber
barokallahu fiikum...
Wisma Mahabbah, 1 Ramadhan 1435 H