Cari Blog Ini

Jumat, 13 Desember 2013

DAMAI INDONESIAKU: BEROBAT DENGAN AL QUR'AN
yang belum sempat menyaksikan, silahkan lihat ini...













Jumat, 06 Desember 2013

Inikah Cinta Karena Allah?

Bismillah…

Seminggu lalu kami melaksanakan acara DAQU CAMP di bumi perkemahan Situ Gintung selama tiga hari, acara ini adalah acara rutin tahunan karena merupakan program sekolah. Setiap kali camping banyak pelajaran yang didapat mulai dari belajar survive di alam, belajar mandiri, belajar kreatif, belajar memecahkan masalah, belajar mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, belajar mengendalikan emosi saat lelah bertambah-tambah, belajar berempati kepada sesama, dan yang paling penting belajar tetap istiqomah menunaikan rutinitas ibadah mahdoh baik fardu maupun sunnah. Itulah beberapa hikmah yang kami tanamkan pada anak-anak dalam kegiatan camping.

nah sekarang saya ingin bercerita dalam cerita, yang mungkin bisa diambil hikmahnya,

Pagi yang cerah, mentari bersinar terang disela-sela dedaunan jambu mete yang tumbuh disekitar buper. Saat itu saya baru saja selesai melaksanakan sholat dhuha ditengah hiruk pikuk suasana camping, tiba-tiba seorang sahabat datang menghampiriku yang masih duduk di atas sajadah, dia terlihat agak lemas, ketika ku tanya “antum masih puasa?” Ia menjawab: “iya”, aku penasaran selama kami camping tiga hari ini ia puasa terus padahal kegiatan ini butuh banyak menyita tenaga, akhirnya aku bertanya lagi, “antum puasa apa?bayar nazar atau bayar hutang?” “ngak cuma pengen puasa aja say”. Tiba-tiba ia bertanya tentang sesuatu yang tak biasa, sebenarnya kami sudah cukup lama bersahabat tapi belum pernah bertanya tentang hal serius semacam itu, karena waktu kami terbatas.

Inilah dialog kami berdua:

R: "Say pernahkah antum jatuh cinta pada seseorang?"

A: (kaget mendapat pertanyaan yang tiba-tiba, namun segera ku jawab) “yah setiap orang pasti dianugerahi rasa itu, karena itu adalah fitrah”

R: “jadi kesimpulannya antum pernah?”

A: (hanya terenyum)”kenapa antum ini sedang jatuh cintakah?kalau iya tidak apa-apa sudah suatullahnya begitu dari sejak Nabi Adam as.dulu, hanya saja perlu kita bingkai dengan syari’atnya kalau belum mampu menikah”

R: “yah ana tau itu, ana tau bagaimana caranya menjaga, namun sebenarnya bukan belum mampu, hanya saja ana menunggu sampai ia datang ke orang tua”

A:  "Apakah ia tau bahwa antum menunggunya?"

R: “yah mungkin, ana hanya berprasangka karena kami tak pernah bertemu lagi sejak lulus SMA dulu bahkan berkomunikasipun tidak”

A:  “Sejak SMA? Berarti sudah delapan tahun ya? Jadi selama delapan tahun ini antum mengunggunya?"

R: “Iya say”

A: “Subhanallah, apa yang membuat antum begitu yakin dan begitu kuat menunggunya selama ini?”

R: “entahlah say, ana juga tak faham, sebenarnya ia biasa saja, tidak ganteng, apalagi kaya yang kebanyakan wanita meninginkan hal itu. Tapi sejujurnya ana kagum pada kepribadiannya dan keshalihannya dan ia adalah orang yang menginspirasi ana untuk terus menghafal al qur’an. Dan yang membuat ana bersedih ternyata ia sudah datang sebanyak 4 kali ke orang tua dan ana tak pernah dikasih tau, karena orang tua tidak setuju dengan alasan beda suku".

A: “sekarang, apakah antum masih menunggu ia datang lagi?”

R: (dengan yakin ia menjawab)”iya say, ana masih menunggunya, bahkan kalau memang kami tidak berjodoh, dalam hati ana berjanji biarlah ia yang mendahuluiku menikah, ana tak ingin menyakitinya, kadang ana merasa sangat takut sekali menyakitinya, karena akhir-akhir ini beberapa orang datang ke orang tua untuk meminang, namun alhamdulillahnya belum ada yang cocok menurut mereka. Tapi sekarang sebenarnya mereka sudah melunak, sudah mau terbuka dengan siapa saja, dan ana masih sangat berharap ia datang lagi”

Binaran mata itu berkaca-kaca, ah, aku tak kuat menatapnya, aku tertunduk dalam, tak ada isakan tangis, mungkin ia sudah tak mampu lagi bersuara, hanya butiran bening ketulusan mengalir berderai-derai di sudut matanya yang mampu mewakili perasaannya. Aku ingin sekali memeluknya untuk sekedar menguatkan hatinya yang sedang rapuh, namun keramaian di sekitar perkemahan membuatku mengurungkan niat agar tidak menjadi pusat perhatian mereka. Aku hanya berkata ”berharaplah pada Allah, bukankah Dia Yang Maha Mengabulkan Harapan? la tahzan, innallaha ma’ana”.

Aku salut pada sahabatku ini, dalam kegamangannya ternyata selama Muharam ini ia berpuasa untuk mengobati hatinya yang sedang rapuh, sampai di perkemahanpun masih berpuasa, Subhanallah luar biasa. Mungkin itulah bedanya jatuh cinta orang beriman, membuat ia semakin dekat dengan Allah, bukan mendekat pada orang yang ia cintai. 

Sahabat, sungguh ku tau perasaanmu, andaikan aku mengenalnya, aku ingin sekali mengatakan padanya bahwa kau masih menunggunya. Hanya do’aku untukmu: semoga Allah mudahkan semua urusanmu, mengabulkan do’amu, mendapatkan yang terbaik dari sisi-Nya.

Dari kisah di atas banyak ibroh yang bisa diambil. Bahwa cinta adalah kekuatan, bukan melemahkan, cinta adalah harapan, bukan angan kosong, cinta adalah semangat menjadi lebih baik bukan hancur dalam keterpurukan, cinta adalah yakin walau dalam kegamangan. Yah seperti sahabatku itu, karena cintanya membuat ia menjadi hafidzoh 30 juz, begitu juga dengan orang yang dicintainya, yang ia ketahui dari sahabatnya bahwa pemuda itu juga telah menjadi hafidz 30 juz dan menjadi pemuda yang alim lagi sholih. Subhanallah energi cinta memang luar biasa, apalagi bila cinta itu diapresiasi oleh orang-orang di sekitarnya insya Allah akan melahirkan sesuatu yang lebih dahsyat.

Mungkin inilah namanya cinta karena Allah, tak lekang oleh waktu, karena penyebabnya Allah, maka semakin mereka dekat dengan Allah, cintanya semakin kuat dan dalam walaupun tak pernah berinteraksi dan banyak rintangan yang mereka hadapi.


Semoga Allah mempertemukan mereka dalam ikatan yang kuat nan suci, mereka pantas mendapatkannya karena kesabarannya, sabar atas ujian, sabar dalam menjaga hati, sabar dalam taat kepada Allah. Sabar dan terus bersabar...

Aamiin ya Mujiib…

Selasa, 26 November 2013

"Orang-orang Yang Didoakan Malaikat"

Bismillah...


Inginkah kalian termasuk orang yang dido'akan malaikat?  kalaulah saja dido'akan manusia kita ingin, apatah lagi dido'akan oleh Malaikat, yang do'anya langsung sampai kepada Allah SWT. Tentu kita semua ingin bukan?

Insya Allah berikut inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan
mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya
berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang - orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,"Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Demikianlah beberapa golongan orang yang dido'akan oleh Malaikat. Semoga kita semua termasuk di dalamnya dan semoga kita selalu bersemangat menjadi pribadi muslim yang kaffah aamiin...

Barokallahu fiikum...


disadur dari berbagai sumber.



Minggu, 24 November 2013

Kala Sepi Menyelimuti Diri Dan Duka Memeluk Jiwa


di sini.....
kusaksikan setiap pergantian surya tenggelam
mengundang rembulan 
sahutan ayam memanggil mentari 
telah mengambil bagian diri...

Adakalahnya kita merasa sepi. Suasana ramai di sekeliling kita tak sanggup mengusir kesendirian. Kata-kata yang mengalir dari mulut-mulut orang yang mencintai kita tak sanggup memacu semangat jiwa. Ajakan mereka untuk bergembira dan mengisi hidup yang cuma sekali ini dengan kebaikan tak mampu untuk memotivasi diri. Hiburan yang mereka berikan tak kuasa menghapus kepedihan yang dirasa. Benar-benar sepi dan sendiri. Jika demikian adanya, kebanyakan manusia akan memilih mati. Karena fitrah manusia sebagai makhluk sosial adalah selalu berdampingan dengan manusia lain, baik secara fisik maupun jiwa. Kesendirian kadang diperlukan, tapi bukan untuk selamanya.


di sini.....
kumengenang hari-hari nan lalu
yang menyelimuti waktuku
membawaku dalam kebekuan
di dunia lamunan...

Adakalanya sebuah kesendirian dan kesepian begitu mencekam, sehingga segala persediaan energi yang kita punya akan langsung habis. Tinggal rasa lelah yang tersisa. Tak ada aktivitas yang dapat dijalani. Tak ada produktifitas amal yang dihasilkan. Dunia terasa sangat kejam. Sementara diri hanya bisa mengeluh betapa malangnya nasib yang harus dijalani.

Egois!
Mungkin itu yang pantas diucapkan untuk diri kita yang merasa bahwa kita adalah orang yang paling sengsara di dunia. Padahal di sekeliling kita masih banyak orang-orang yang sudah lama menderita dan beban hidup yang mereka pikul bisa jadi lebih berat daripada yang kita miliki. Memang, ujian untuk setiap orang beda-beda. Sang Penguji pun sudah tahu kapasitas masing-masing peserta. Jika itu yang kita yakini, seharusnya kita bisa lepas dari belenggu sepi dan duka. Jika hal itu yang kita pahami, sepantasnya kita tak pernah menyesali hidup ini dan berputus asa.

“ …dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (QS.Yusuf : 12)

di sini.....
kusaksikan taman mulai berbunga
kuntum-kuntumnya mekar menebar aroma
pepohonannya mulai rindang
berbuah di setiap cabang

Jika mereka bisa bersemangat, kenapa diri ini tidak bisa? Padahal mereka sama seperti kita, punya kelebihan dan kekurangan. Jangan jadikan kelebihan mereka menjadi duri pelemah diri, tapi sebaliknya, jadikan hal itu sebagai pupuk penyubur kekuatan jiwa. Harapan, itu harus ada. Manusia tak kan bisa hidup jika tidak ada harapan dalam dirinya. Semangat harus tumbuh, agar diri bisa mewujudkan harapan tersebut menjadi kenyataan.

Satu yang pasti. Orang yang beriman tidak pernah berada dalam kesendirian. Di tengah keheningan duka, di antara hiruk pikuk suka, ada yang selalu mengawasi. Ada Allah menyertai setiap langkah perjalanan hidup kita. Di saat kita berada dalam ketidakberdayaan, Allah adalah Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. Di tengah tumpukan permasalahan, Allah adalah Maha Penolong dengan berbagai jalan keluar dan solusi. Di antara himpitan kemiskinan, Allah adalah Maha Kaya.
Sebagai seorang mukmin, kita tak pernah sendiri!

Ada keluarga, ada tetangga, ada kerabat dan sahabat, ada teman dan kawan. Mereka ada di sekeliling kita. Bukankah mereka yang satu aqidah dengan kita berarti saudara kita. Bisa jadi pertolongan Allah akan melalui tangan-tangan mereka. Rajut kembali tali ukhuwah karena bisa jadi itu menjadi sumber kekuatan. Apa yang berat dipikul sendiri, akan terasa ringan saat ditanggung bersama.

La Tahzan, innallaha ma'ana!!!

Waallhu a'lam bishowab.


Rabu, 30 Oktober 2013

Cintaku Untukmu

Archimedes dan Newton tak akan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan Avogadro…
Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak
terbatas
Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi
hukum kekekalan di antara kita
Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang
sempurna Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita

#Copas blog tetangga.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Sampai Kapanpun Aku Tetap Merindukanmu

Setiap kali aku menghadap-Nya selalu kusampaikan tetang keinginanku untuk bertemu denganmu, walaupun aku tak tau kapan Dia akan mengabulkannya. Namun aku tak ingin kecewa, karena tugasku adalah terus berdo'a dan ikhtiar sekuat kemampuanku. Aku ingin sekali melihatmu lebih dekat, merasakan tenangnya dalam rengkuhanmu. Setiap kali aku melihatmu dari kejauhan, hatiku bergetar, tak jarang butiran bening dari sudut mataku mengurai hangat dalam lantunan pengharapan kepada Robbku. Selalu bertanya-tanya kapan Allah akan mempertemukanku denganmu?

Ah, tak penting lagi bagiku untuk bertanya ini dan itu. Cukup bagiku memperkuat keyakinan bahwa suatu hari nanti Allah akan mempertemukanku denganmu. Dengan mempersiapkan keshalihanku, mempersiapkan ilmu dan tak lupa mempersiapkan materi...

kau adalah impianku bersamanya...
kau adalah sederet impian yang ku tulis dalam catatanku...
inginku dipertemukan denganmu dalam usia yang semuda-mudanya...

yah, sampai kapanpun aku tetap merindukanmu: Baitullah, Makkah Al-Mukarromah...

setiap kali musim haji tiba, hatiku bergemuruh rindu, ingin bertemu denganmu...
bahkan aku berazam kau adalah tempat pertama yang harus aku kunjungi, sebelum tempat-tempat dunia lainnya.

Inilah alasan kenapa aku sangat merindukanmu,

Ibadah Haji adalah salah satu ibadah yang paling utama

Berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang amalan yang paling utama maka beliau bersabda: “Iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.” Ditanyakan kepada beliau, “Kemudian amalan apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah SWT” Kemudian beliau ditanya lagi, “Haji yang Mabrur.” (HR. Al-Bukhari no. 1519) 

Ibadah Haji adalah jihad bagi para wanita dan setiap orang yang lemah, 

Berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata, “Wahai Rasulullah, kami memandang jihad itu adalah amalan yang paling utama. Kalau begitu kenapa kami (wanita) tidak boleh berjihad?” Maka beliau menjawab: “Tidak, tetapi jihad yang terutama (bagi kalian) adalah haji yang mabrur.” (HR. Al-Bukhari no. 1520) Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah, ‘Aisyah Radhiallaahu anha berkata: “Aku bertutur: ‘Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?’ Beliau berkata: ‘Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya (yaitu) haji dan umrah.’” (Dishahihkan oleh al-Albani, lihat Shahih at-Targhiib No. 1099). 
“Jihadnya orang tua, orang lemah dan wanita adalah Haji dan Umrah” (HR. An-Nasaai dengan Sanad Hasan) 

Melimpahnya Pahala 

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: Shalat di Masjid Nabawi ini lebih afdhal dari 1.000 sholat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram, dan shalat di Masjidil Haram lebih afdhal dari 100.000 shalat di Masjid lainnya. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). 
“Sesungguhnya menunaikan umrah di Bulan Ramadhan pahalanya senilai berhaji bersamaku. (HR. Al Bukhari serta Al Fath 4/82 dan 3/603 HR. Muslim 2/918, Ahlus Sunan, dalami riwayat HR. Muslim dan yang lainnya, bisa jadi hujjah)

Menurut Hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”. ( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401) 

Balasan bagi Haji Mabrur adalah Surga

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Antara satu umrah ke umrah lainnya adalah penggugur dosa di antara keduanya. Sementara haji yang mabrur tidak mempunyai balasan kecuali surga.” (HR. Al-Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349) 

Dibebaskan dari Neraka 

Dari ‘Aisyah Radhiyallah‘‘anha ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Tidak ada satu hari pun yang di hari itu Allah SWT lebih banyak membebaskan seorang hamba-Nya itu dari api neraka melainkan Hari Arafah, sebab pada hari itu sesungguhnya Allah SWT mendekat, kemudian membanggakan mereka di hadapan para malaikat, lalu berfirman: Apa yang mereka inginkan” (HR. HR. Muslim 2/983) 

Pelebur Dosa Silam 

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Apakah engkau tidak tahu bahwa Islam menghapuskan semua dosa yang terjadi sebelumnya. Hijrah menghapuskan semua dosa yang terjadi sebelumnya. Dan Ibadah Haji menghapuskan semua dosa yang terjadi sebelumnya”(HR. Muslim, I/112) 

Dari Abu Hurairah berkata; Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Barangsiapa melaksanakan Haji lalu dia tidak berkata-kata kotor dan tidak berbuat fasik maka dia kembali seperti hari saat dilahirkan oleh ibunya". (HR. Al-Bukhari no. 1521 dan Muslim no. 1350) 
Dari Abdullah bin Amru, dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Adapun keluarmu dari rumah menuju Baitul Haram, maka setiap tanah yang diinjak kendaraanmu, Allah SWT akan menuliskan untukmu sebuah kebaikan dan menghapuskan dosamu. Adapun wukufmu di Arafah, maka Allah SWT  turun ke langit dunia dan membanggakan mereka kepada malaikat seraya berfirman, “Mereka adalah hamba-hamba-Ku, dan takut akan azab-Ku, padahal mereka tidak melihat-Ku. Lalu bagaimana jika mereka melihat-Ku?. Seandainya engkau mempunyai dosa sebanyak pasir yang menggunung, sejumlah hari-hari umur dunia, atau pun sebanyak tetesan hujan, maka Allah SWT akan menyucikannya darimu. Adapun lemparan jumrahmu, maka ia disimpan untukmu. Adapun pemotongan rambutmu, maka setiap helai rambut yang jatuh adalah bernilai satu kebaikan. Lalu jika engkau telah bertawaf di Baitullah, engkau telah terbebas dari dosa-dosamu seperti saat engakau dilahirkan ibumu” (HR. Thabrani, X/425) 

Menghapus Kemiskinan

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Lakukanlah Haji dan Umrah dalam waktu yang berdekatan, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. At-Tirmizi no. 810, An-Nasai no. 2630, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah no. 2524) 

Ditinggikan Derajat 

“Tidak seekor unta milik orang yang berhaji mengangkat satu kakinya dan meletakkan satu tangannya, melainkan dengannya Allah SWT akan menuliskan baginya satu kebaikan atau menghapuskan dosa darinya, atau mengangkat derajatnya” (HR. Al-Baihaqi, III/479) 

Dikabulkannya Doa

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sesungguhnya beliau bersabda: "Orang-orang yang haji dan orang-orang yang pergi 'Umrah adalah utusan Allah SWT, jika mereka berdo'a kepada-Nya, niscaya Allah SWT akan mengabulkan mereka, dan jika mereka meminta ampun, niscaya Ia akan mengampuni mereka." (HR. Ibnu Majah) 

Mendapatkan Fadilah Hajar Aswad & Thawaf


Abdullah bin Ubaid berkata kepda Ibnu Umar Radhiyallah ‘anhuma: “Mengapa aku tidak melihatmu tidak menyentuh kecuali terhadap dua rukun (pojok), yaitu hajar aswad dan rukun yamani? ibnu Umar berkata: Sungguh aku mengerjakannya, aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: Jika engkau mengusap keduanya akan menghapus kesalahan, dan juga aku pernah mendengarkan, barangsiapa yang mengerjakan thawaf di Ka’bah ini tujuh kali putaran, kemudian shalat dua raka’at maka seperti halnya dia memerdekakan seorang budak, dan aku mendengar dari beliau, beliau bersabda: Tidaklah seseorang itu mengangkat dan meletakkan kakinya melainkan dilipat gandakan sepuluh kebaikkan, dihapus sepuluh dosa dosanya dan diangkat baginya sepuluh derajat. (HR. Ahmad 2/3 dan Ashabus Sunan selain Abi Daud, Al-Hakim dishahihkan dan di sepakati oleh Adz-DzahAbi 1/793 di hasankan oleh Al-Baghawi dalami Syarhus Sunnah, 7/129, Lihat: Shahih An-Nasai 2/613 Shahih At-Trmidzi 1/283 Shahih Ibnu Majah 2/162 Mushannaf Abdur Razak 5/29).

Jauh di dalam lubuk hatiku, impian ini ingin sekali kutunaikan bersama seseorang yang menjadi mahromku nanti Insya Allah aamiin...semata-mata sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, Robbul a'lamin...

Yuk niatkan, do'akan dan usahakan dari sekarang!!!







Senin, 30 September 2013

Sungguh, Aku Masih Merindukanmu

                                                                          Hanif Aqil Al Fath

Pagi itu hari ke 27 Ramadhan, mentari bersinar cerah menembus hangat di kulit yang sedikit kaku lantaran suhu yang lumayan dingin dibawah rata-rata sekitar 20 0 C. Walaupun sudah padat kota yang dijuluki kota Kembang ini masih menyimpan dingin, ditambah lagi rimbunan pepohonan yang menjulang tinggi disekitar masjid Salman. Selama seminggu aku berdiam di sini. Rasanya tak mau meninggalkannya sampe akhir ramadhan, banyak ilmu yang kudapatkan juga teman2 baru. Hal menarik lainnya sholat malam yang luar biasa, kalau ditempat lain biasanya ku temukan bangun tahajud jam 3 dini hari, namun di Salman ini jam 1.00 – 3.00 dengan bacaan dua juz al qur’an. Kemudian bisa tidur sebentar atau melanjutkan tilawah sendiri baru kemudian jam 4.00 makan sahur.

Tibalah saatnya aku harus pulang karena rinduku semakin pekat, ingin segera bertemu dengan orang2 tercintaku. Sudah setahun tepat aku tak pulang. Bagi seorang anak rantau, moment lebaran adalah kesempatan yang sangat berharga untuk berjumpa dengan orang-orang tercinta, persiapan kepulangan ini sudah kulakukan jauh sebelum ramadhan agar pertemuan yang singkat ini berkualitas. Salah satunya kupersiapkan dengan do’a agar dipertemukan dalam ketaatan, keberkahan, dan limpahan kasih sayang.
Perjalanan yang ku tempuh cukup singkat seitar 50 menit dari Soeta sampai ke Fatmawati Bumi Raflesia. Namun belum berakhir sampai disitu aku harus melanjutkan perjalanan lebih kurang 3,5 jam lagi untuk sampai di rumah. Pertama kali yang kulihat adalah wajah ayah, karena ia yang menjemputku diterminal, segera kuraih tangannya dan kucium lama sekali, aku seperti menemukan obat kerinduan yang lama terpendam. Kemudian kulihat wajah kedua kakakku, adik2ku dan dua ponakanku, tak tahan lagi segera kupeluk erat dua mujahid kami yang sekarang sudah tumbuh semakin besar. Rasanya cepat sekali, ketika kutinggalkan lebaran lalu ponakan pertamaku belum setinggi ini, dan ponakan yang kedua belum bisa berjalan dan bicara, sekarang ia sudah pandai berlari, dan bicara. Aku baru tersadar ternyata waktu ini terus berjalan. Namun aku tidak menemukan ibu diantara mereka, segera saja ku tanyakan pada ayah ”Papa mane umak?”. Ayah menjawab singkat ”umak nga nunggu duma”. Segera kami meluncur ke rumah. Ketika sampai segera kupeluk erat ibunda tercinta.

Pagi yang cerah, burung-burung berkicau merdu, melompat-lompat bebas diantara ranting pepohonan rambutan dan belimbing di sekitar rumah, masih dibulan ramadhan tepatnya H-1 lebaran, kami semua berkumpul di ruang utama keluarga. Ayah sengaja mengumpulkan kami untuk berdiskusi dan sharing. Ini rutin ia lakukan setiap kami pulang, tujuannya baik sekali untuk membuka wacana pemikiran, mengetahui apa saja yang sudah kami lakukan dan rencana apa yang akan kami lakukan untuk berkontribusi membagun Indonesia tercinta ini. Yah  pemikiran ayah sudah mencapai kesana bahkan melampaui dunia, meskipun pendidikannya hanya mencapai tingkat SMP. Begitulah ayah, ia paling suka diskusi, walau kadang kami berbeda pendapat, namun akhirnya menemukan jalan penyelesaian.

Satu hal lagi yang aku kagumi dari ayah, beliau adalah motivator terhebat kami, sehingga kami anak-anaknya mencintai ilmu. Masih ku ingat dulu pesan ayah “cintailah ilmu dan jadilah orang yang berilmu, karena hidup di dunia ini dan di akhirat nanti harus dengan ilmu jika ingin selamat”. Kemudian beliau menambahkan mahfuzat arab “carilah ilmu sampai ke negeri cina”. Pesan inilah yang menjadi pembakar semangat kami anak-anaknya untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu yang dimiliki, apapun itu agar dapat memberi kebermanfaatan secara luas dan terus menerus.

Ayah memulai diskusi dengan sebuah pertanyaan ”apa yang harus dilakukankan untuk memerangi kebodohan yang merajalela di masyarakat? contohnya pestapora, hura-hura, syirik, tidak menjalankan kewajiban sebagai penghambaan kepada Allah, merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki dll”. Tanggapan pertama oleh kakakku, ia menjelaskan bahwa untuk memperbaiki itu semua bertahap tidak bisa serta merta, dan yang paling pertama adalah memberikan keteladanan, sebagaimana Rosulullah SAW mendidik dengan keteladanan. Maka perlu untuk menjadi teladan bagi keluarga dan orang-orang sekitar dan bila memungkinkan kepada masyarakat luas. Tepatnya menjadi sholih dan mensholihkan orang lain. Kedua tanggapan dari adikku, ia menjelaskan bahwa perlu adanya perbaikan pendidikan, karena pendidikan sangat menunjang kemajuan berfikir seseorang, pembentukan lingkungan yang kondusif, karena lingkungan sangat besar perannya dalam membentuk pribadi dan karakter seseorang.

Terakhir saya melengkapi penjelasan mereka, bahwa yang harus dilakukan adalah memperbaiki agamanya (islam tentunya) karena jika baik agamanya maka akan baiklah semua tatanan kehidupannya. Karena islam adalah agama yang universal yang mengatur semua lini kehidupan; pendidikan, ekonomi, muamalah, hukum, pemerintahan, keluarga, masyarakat, Negara dll. Bila  baik agamanya, insya Allah ia akan menjadi pribadi yang berkarakter muslim yang kuat.  Ia akan sangat menghargai kehidupan, maka tak akan ada hal yang sia-sia yang ia lakukan, semua pasti ingin Ia lakukan dengan sebaik-baiknya mengharap Ridha dari Allah SWT. Karena hidup di dunia ini terlalu singkat untuk disia-siakan, maka lalukanlah kebaikan apapun yang bisa kita lakukan, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil dan mulai dari sekarang. Karena titik awal perbaikan masyarakat adalah dimulai dengan memperbaiki diri sendiri.

Saya sungguh bersyukur dipertemukan dalam lingkaran tarbiyah, saya seperti menemukan jalan lurus yang mengantarkan saya memahami hakikat penciptaan manusia. Di jalan inilah saya banyak belajar tentang islam yang kaffah. Bahwa kita tidak cukup hanya menjadi sholih saja namun harus juga mensholihkan orang lain, inilah dakwah yang diajarkan oleh Rosulullah SAW. Peduli terhadap keluarga, teman, orang sekitar, dan masyarakat secara luas. Seperti firman Allah ini:

 “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras,yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

Kisah yang tak kalah menariknya selama kepulanganku adalah saat menjadi pengasuh dua keponakanku Hanif Aqil Al Fath dan Haziq Najib, mereka adalah anak-anak yang cerdas, lucu, juga cakep J. Pernah suatu ketika aku ditanya sama si sulung: Hanif, “bi sok, Allah tu apo? Aku menjawab “Allah itu Tuhan kita, tempat kita meminta, tempat kita bergantung, pemberi rizki kepada kita. Dengan wajah polosnya ia berkata “ooo, jadi Allah yang ngasih kito makan, ngasih kito minum, ngasih kito duit yo bi sok? Aku tersenyum mendengar pertanyaannya dan segera ku jawab “iyo semuanya Allah yang ngasih, makonyo kito harus rajin sholat, rajin ngaji, rajin berdo’a biar kito dikasih terus. Anak-anak usia mereka jangan dibiasakan menonton film-film kartun yang ga jelas, yang sekarang banyak tayang di tivi, karena itu akan membentuk karakter mereka. Nah solusi untuk anak-anak yang suka menonton, belilah cd film islami atau download permainan yang edukatif yang sekarang banyak beredar. Karena yang mereka lihat dan mereka dengar cepat sekali mereka tiru dan mereka rekam ke dalam otak sehingga itu yang berperan juga membentuk karakter mereka selain keteladanan dari orang tua dan orang-orang sekitar mereka. Untuk kedua ponakanku ini sengaja ku belikan mereka DVD film2 islami, cara belajar berdo’a dan belajar ngaji, walaupun mereka masih dibawah lima tahun. Ini untuk membiasakan anak2 belajar lebih awal supaya mempersiapkan mereka menjadi generasi Rabbani nantinya. Anak-anak usia dua tahun sebenarnya sudah bisa diajarkan dan diajak berkomunikasi tentang ilmu namun jangan dipaksakan belajar membaca, menulis ataupun berhitung. Karena pada usia ini anak-anak lebih cenderung menggunakan lisan dan ingatannya sehingga mereka sangat cepat meniru ucapan orang dewasa, kecenderungan ini ada baiknya kita manfaatkan untuk mengajarkan mereka hal-hal yang positif, mengajarkan do’a, surat-surat pendek dan kata-kata yang baik. Agar nantinya melekat dalam ingatan mereka.

Satu hal yang paling tidak mengenakkan bagi saya saat pulang kemarin, yah saat ditanya dan aku tak bisa menjawabnya. dimana-mana ditanya, sampe dirumahpun ditanya. Kalo kemarin2 ibu menanyakan hanya lewat telepon, kali ini beliau menanyakan dengan cukup serius dan bicara empat mata denganku “ nak, Ingatlah umurmu semakin bertambah, sementara adik-adikmu semakin besar, dan ibu dan ayah sudah semakin tua. Kapan kamu akan menikah? Apalagi yang kamu cari? apalagi yang ditunggu?”. Pertanyaan yang bertubi-tubi itu semakin membungkam mulutku, aku tak tau harus menjelaskan apa pada ibu.

Rasanya mendung semakin pekat menyelimuti pelupuk mataku, aku tak tahan lagi membendungnya dan perlahan ia menjadi gerimis yang semakin deras megalir di sudut mataku. Aku kelu, dadaku sesak. Lama kuhimpun kekuatan untuk sekedar menjelaskan” ibu, siapa yang tidak ingin menikah? Siapa yang tidak ingin segera membuat hati ibu dan ayah bahagia karena anak perempuannya telah menemukan teman sejatinya, anakmu ini manusia normal tentu saja aku sangat ingin bu... Hanya saja perlu kesabaran, mungkin saja Allah sedang memberiku kesempatan untuk menambah ilmu, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih matang agar bisa menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anakku nanti, menjadi pendamping terbaik bagi imamku nanti. Karena menikah tak hanya sekedar menggugurkan status dari lajang menjadi menikah namun lebih dari itu membentuk generasi Robbani, membentuk keluarga sakinah mawaddah warohmah dan dakwah, mohan do’anya ya bu…agar aku diberi kesabaran dan kekuatan”. Akhirnya ibu berkata “ yah, orang yang sabar akan selamat nak, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang sabar dan selamat ya nak…” rasa haru langsung menyelimuti langit hatiku atas pengertian ibuku. Kupeluk erat tubuhnya dan kamipun berderai-derai dalam kebisuan.

Ibu, andai engkau tau apa yang kurasakan saat ini, tentu engkau takkan bertanya kapan aku menikah, karena aku tak pernah bisa menjawabnya. Hanya Allah yang tau kapan saat itu tiba, aku hanya bisa menanti, dalam penantian ini aku tidak hanya diam, tapi berharap kepada Allah terus berdo’a sekuat kemampuanku, dan terus berusaha memperbaiki diri ini, terus mencari ilmu yang masih sangat banyak yang tak ku tau. Saat ini itulah yang bisa kulakukan, terus berharap hanya kepada Allah, karena Dialah yang Maha Mengabulkan Harapan hambanya.

Kosa kata:
Umak: pangilan kepada ibu
Bi Sok: panggilan kepada bibi pertama dari ibu atau ayah
Mane: mana?
Nga: kamu
Duma: di rumah
Ngasih: memberi

                                                                   Hanif, Najib, dan ayah ibunya...

                                                                 Ayah, ibu dan adik-adik q tercinta :)

Senin, 16 September 2013

Refleksi Seperempat Abad Plus


Bilangan waktu terus berputar melewati lembah, sungai, gunung, bukitan, bahkan lautan dan samudera. Aku tersentak ternyata sudah seperempat abad lebih sudah kulalui kefanaan ini. Berharap ada keberkahan dalam setiap inci langkah yang aku lalui. Rintik-rintik hujan yang menemaniku malam ini menyanyikan senandung merdu kerinduan, ya rindu pada Robbku, rindu pada Rosulku, rindu untuk bertemu dalam keabadian, namun selalu hadir pertanyaan apa yang sudah kupersiapan untuk bertemu dengan Robbku, Rosulku? Rasanya persiapanku ini tak akan pernah cukup untuk bertemu dengan-Mu. Dalam kelemahanku, aku butuh bibingan-Mu, aku butuh kekuatan dari-Mu ya Robb...

Diusia yang yang terus berkurang, banyak harapan yang belum terwujud, impian yang masih mengantung di langit nan tinggi. Aku hanya bermohon kepada-Mu ya Robb, izinkan hamba menggapainya, beri kesempatan hamba untuk meraihnya, tunjukilah jalan untuk mencapainya…

Dalam lelah perjalanan ini aku masih berharap pada-Mu ya Robb, aku tak ingin menjadi orang yang berputus asa dari rahmat-Mu. Sungguh aku tau begitu banyak nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku…

Ya Robb…
Jadikanlah usiaku penuh barokah dan manfaat…
Jadikanlah bilangannya masa terindah pengabdianku kepada-Mu…
Jadikanlah setiap detik tarikan nafas ini bertasbih kepada-Mu…
Jadikanlah setiap terminal persinggahannya tempatku belajar memahami luasnya karunia-Mu…

Ya Robb…
Berikanlah kepadaku ilmu…
Dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholih…
Jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian…
Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga-Mu yang penuh kenikmatan…

Ya Robb…
Hapuslah kesedihan, kemalasan, keangkuhan yang seringkali singgah di langit hati ini…

Ya Robb…

Ya Tuhanku, tunjukilah  aku untuk mensyukuri nikmat yang  telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

"Ya Allah, Jadikanlah di dalam hatiku dan di lidahku cahaya, jadikanlah dalam pendengaranku cahaya, jadikanlah dalam penglihatanku cahaya, jadikan dari belakangku cahaya, dari hadapanku, dari atasku dan dari bawahku cahaya, Ya Allah berilah aku cahaya”

Kamis, 29 Agustus 2013

AGAR DOA KITA DIKABULKAN ALLAH SWT.



Bismillaahirrohmaanirrohim … 


Tentu kita semua mempunyai harapan, impian yang ingin sekali kita raih, karena harapan adalah kehidupan, impian adalah semangat. Bila tak ada lagi harapan didalam dada mungkin kau tak lagi di dunia ini. Kalaulah tak punya lagi impian mungkin jiwamu telah kosong. Maka harapan dan impian haruslah slalu ada dilalam dada dan jiwa kita. Tapi dengan segala keterbatasan kita, kita perlu pertolongan kepada Yang Maha Mengabulkan.

Setiap manusia pasti membutuhkan pertolongan. Bagi seorang muslim, pertolongan yang terbaik hanyalah datang dari sang Pencipta, Allah SWT.

Pertolongan itu akan datang jika kita meminta kepada-Nya. Inilah yang disebut berdo’a. Namun, seringkali cara kita salah ketika melakukannya sehingga doa kita tidak diijabah oleh-Nya.

Berikut beberapa tips yang insya Allah berguna bagi kita dalam berdoa yang diangkat dari Al-Qur’an dan Hadits.

Sebelum berdoa, siapkan diri kita dalam hal-hal berikut:

  1. Hadapkan hati kita langsung kepada Allah SWT. Jangan lewat siapapun atau sesuatupun. Waspadai sikap syirik, dosa yang paling besar.
  2. Siapkan hati untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa. Camkan bahwa kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah amat menyukai orang yang bersungguh-sungguh ketika ia berdoa”.
  3. Hadirkan hati kita kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
  4. Yakinkan selalu harta, makanan, minuman dan pakaian kita didapatkan dengan cara yang halal.
  5. Luruskan niat berdoa. Jangan berdoa untuk melakukan dosa, khianat atau memutuskan silaturahim.
  6. Berpikirlah positif. Yakinlah bahwa Allah SWT akan mendengar doa kita dan akan mengabulkannya.
  7. Jika memungkinkan, usahakan mengambil air wudhu terlebih dahulu.

Cara berdoa yang -insya Allah- baik adalah sebagai berikut. Ini adalah urutan langkah paling minimal dalam berdoa:

  1. Mulailah dengan basmalah.
  2. Memujilah kepada Allah SWT. minimal sekali ucapkan “Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin”.
  3. Bersholawatlah untuk Rasulullah SAW.Dari Annas bin Malik: “Tidaklah seseorang berdoa, kecuali antara dia dan langit ada hijab, sampai dia bershalawat kepada nabi”.
  4. Sebutlah salah satu atau beberapa nama Allah SWT (asmaul husna) dengan santun dan penuh kerendahan hati. “Dan Allah memiliki asmaul husna, maka berdoalah dengan menyebut asmaa-ul husna itu “(QS Al Araf : 180)
  5. Lanjutkan asmaul husna tadi dengan isi permintaan kita. Akan lebih baik jika arti asmaul husna-Nya sesuai dengan isi permintaan kita. Pada langkah ini, sebaiknya juga menggunakan doa yang ada dalam Al-Qur’an atau dicontohkan Rasulullah SAW, namun jika kita tidak hafal, bisa dengan bahasa sendiri.

Contoh doa yang ada dalam Al-Quran: Rabbij’alnii muqiima shalaati wamin dzurriyaatii (QS Ibrahim). artinya: Ya Allah jadikanlah saya dan keturunan saya sebagai orang yang dapat menegakkan shalat.

Contoh doa yang dicontohkan Rasulullah SAW: Allahummakfinii bihalaallika an haraamika wa aghninii bi fadhlika ‘amman siwaak (HR Tirmidzi). artinya : Ya Allah berilah saya rizki yang halal, bukan yang haram. Dan kekayaan (rizki yang melimpah) yang Engkau ridhai, bukan yang engkau murkai.

6. Tutup doa dengan sholawat kembali untuk Rasulullah SAW, memuji Allah SWT sekali lagi, lalu ucapkan Aamiin.

Berdasarkan urutan di atas, berikut adalah contoh urutan doa paling minimal:
  • “Bismillahirrahmaanirrahiim” (dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Penyayang)
  • “Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin” (segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam)
  • “Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad” (ya Allah, berilah keselamatan pada Rasulullah Muhammad SAW)
  • “Ya Allah ya Rozak (ya Allah ya Maha Pemberi Rezeki) Hari ini hamba akan berdagang, mohon berilah hamba rizki yang halal dan melimpah“
  • “Washollallahi ala sayyidina Muhammad, walhamdulillahi robbil ‘aalamiin, Amiin.” (dan limpahkan keselamatan dari sisiMu pada Rasulullah Muhammad SAW, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, perkenankanlah doa hamba)

Ada yang berpendapat bahwa ketika doa kita benar dan insya Allah makbul, kita akan merasakan minimal salah satu hal ini. Wallahu’alam bisshawab:

  • Ingin menangis atau bahkan menangis ketika berdoa.
  • Dada terasa bergetar dengan rasa hangat.
  • Terasa ada sesuatu yang menakutkan dalam hati kita.

Ada beberapa jenis doa yang sangat makbul, yaitu:
  1.  Doa orang yang sedang dalam kondisi terdesak.
  2. Doa orang yang teraniaya atau terzalimi.
  3. Doa anak yang sholeh dan berbuat baik pada ibu bapaknya.
  4. Doa seorang muslim yang tidak (jarang sekali) berbuat zalim dan tidak pernah memutuskan silaturahim.

Selain cara berdo'a, yang Insya Allah berpengaruh juga terhadap pengabulan do'a adalah waktunya, berikut ini beberapa waktu terbaik dan mustajab untuk berdo'a:

1. Waktu sepertiga malam yang akhir

Sesungguhnya Rasulullah bersabda:
"Allah akan turun ke langit dunia setiap malam yaitu sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman:" Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka aku akan menerima permintaannya dan siapa yang meminta ampunan dari-Ku maka Aku akan mengampuninya ". (HR Bukhari dan Muslim)

2. Saat berbuka puasa bagi orang yang berpuasa
"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak". (HR Ibnu Majah)

3. Doa setelah sholat fardhu
"Doa itu mustajab pada waktu malam dan selesai solat fardu" (HR Al-Tirmizi)

4. Doa di dalam sujud
"Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa karena saat itu sangat tepat untuk dikabulkan" (HR Muslim)
"Saat terdekat seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika waktu sujud, maka perbanyaklah berdoa" (HR Muslim)

5. Satu saat pada hari Jumat
"Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidaklah bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". (HR Bukhari dan Muslim)

6. Ketika Lailatulqadar
Aisyah r.a bertanya kepada Rasulullah s.a.w:
"Jika saya bertemu dengan Lailatul Qadar, apakah yang harus saya baca? Jawab Rasulullah saw sebutlah olehmu ‘Allohumma Innaka ‘Afuwwun Kariim, Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia. Engkau  menyukai kemaafan. maka, maafkanlah aku). "(HR Al-Tirmidzi, Ibnu Majah & Al-Nasa'ie, lihat shahih Al-Tirmidzi)

7. Ketika Hari Arafah
Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu' anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah". (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/83)

8. Doa antara Azan dan Iqamah
"Tidaklah ditolak doa diantara azan dan iqamah." (HR Al-Tirmizi)

9. Ketika Hujan
Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu hujan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340)

Itulah 9 waktu terbaik dan mustajab yang bisa kita gunakan untuk berdoa. Semoga dengan berdoa pada waktu-waktu tersebut, doa kita cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin…

Maka bila kau mempunyai harapan, berdo'alah, bila kau mempunyai impian berdo'alah, bila kau berharap dipertemukan dengan seseorang maka berdo'alah, karena hal yang paling manis adalah ketika dua orang saling merindu, namun tak pernah bertemu dan tak pernah bertegur sapa saling mendo'akan dalam diam, cukuplah baginya saling menyapa dalam doa. Dan jangan lupa ikhtiar sebagai bentuk kesungguhanmu. 

Semoga kita semua bisa berdo'a dengan baik dan selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin ya Rabb…


Wallahua’lam bish Showwab ….

Barakallahu fikum …


disadur dari berbagai sumber.