Cari Blog Ini

Jumat, 02 September 2016

Perjalanan Pengobat Rindu

  

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Entahlah, bahkan aku tak tau lagi perasaanku sendiri. Bersyukur, terharu, bahagia, sedih semuanya bercampur aduk. Tak pernah menyangka secepat ini sampai ke Tanah Suci, rasanya masih mimpi. Tetapi saya belajar, bahwa mimpi memang harus diperjuangkan dan dido'akan selebihnya berpositif tinking kepada Allah. Banyak hal sulit yang harus dilewati, bahkan seringkali air mata yang menjadi penguat ketika jalan itu terasa buntu.

Kalian tau? saya bukanlah orang yang mampu secara materi untuk pergi ke sana, tetapi Allah yang telah memampukan saya untuk datang ke Tanah Suci-Nya. Karena saya meyakini bila kita punya niat baik maka Allah yang akan menunjukan jalan-Nya. Dan sekarang impian itu menjadi nyata Alhamdulillah. Benarlah ada kata bijak yang mengatakan "Allah akan memampukan orang yang dipanggil-Nya bukan memanggil orang yang mampu".

***
9 jam perjalanan mengudara di malam hari hanya bisa tertidur 2 jam, itupun tidak benar-benar pulas, beberapa kali terbangun. Entahlah berkali-kali mencoba memejamkan mata tak berhasil juga. Beruntung ditemani Al Qur’an, namun ketika mata sudah mulai perih ku alihkan membuka layar tivi yang tersedia di depan kursi. Ada banyak program yang bisa dilihat salah satunya sejarah islam, alhamdulillah bisa menambah wawasan.

Tepat pukul 22.00 WAS atau 02.00 WIB atas izin Allah kami tiba di Jeddah. Pertama kali menginjakkan kaki di tanah Arab hawa panas mulai terasa. Setelah melewati imigrasi kami semua bersiap-siap mengambil miqot: membersihkan diri, mengenakan pakaian ihrom dan melapaskan niat, kemudian barulah naik bis melanjutkan perjalanan menuju kota Mekkah Al Mukarromah, jarak antara 2 kota ini sekitar 1,5 jam perjalanan. Tak sabar rasanya ingin segera menginjakkan kaki di tanah Haram.

Dalam perjalanan ini kami disugukan makan sahur, sebenarnya belum terlalu lapar, tetapi karena akan berpuasa esok hari akhirnya dipaksa makan sedikit demi sedikit. Dalam perjalanan kami semua tertidur dan baru sadar ketika bis sudah mulai memasuki kota Mekkah. Di depan sana terlihat jelas gedung tertinggi: Zam-zam Tower. Buru-buru kami membacad o’a memasuki kota Mekkah dibimbing oleh Muthowif. Bis terus melaju mendekati zam zam tower dan itu artinya masjidil Haram juga semakin dekat.

Dari jarak puluhan kilo meter terlihat ribuan orang yang dominan berpakaian putih berjalan menuju masjidil Haram mereka akan menunaikan sholat subuh berjamaah. Kalian tau mengapa mereka begitu bersemangat sholat berjamaah di masjidil Haram? ya sholat di masjid ini adalah lebih utama 100.000 kali lipat dari pada masjid yang lainnya, apalagi dalam bulan ramadhan pahala dilipat gandakan. Tetapi memanglah penuh perjuangan meski tempat tinggal dekat kita harus datang 1 jam sebelum azan untuk bisa sholat di dalam masjid karena antrian yang begitu panjang dan sistem buka tutup pintu masjid.

Selesai subuh kami langsung bersiap-siap thawaf, belum sempat istirahat karena khawatir bila ditunda-tunda membatalkan rukun-rukun umroh. Terbayangkan lelahnya perjalanan langsung thawaf tujuh putaran dilanjutkan sa’i antara syafa dan marwah sebanyak tujuh kali dan dalam kondisi berpuasa pula, namun jika diniatkan karena Allah semua rasa lelah itu hilang seketika. Semua akan terbayar ketika pertama kali melihat ka’bah, entahlah aku sendiri tak mampu menjelaskannya, hanya air mata yang dapat mewakili semua perasaan.





Di sini lebih nyaman pakai cadar






Setiap perjalanan pulang dari masjid sekitar pukul 6.30 burung-burung dengan ramah menyapa kami.
Dalam menjalani hari yang begitu terik dan panjang, dengan suhu mencapai 45 0 C sambil menahan lapar dan haus selama 15 jam, dan kondisi tubuh yang lemah bertambah-tambah kami menyempatkan diri berkunjung ke beberapa tempat, menapaki jejak-jejak perjuangan Rosulullah dan para sahabat beliau, di sinilah hati merasa begitu dekat, ingin sekali rasanya berjumpa.


Jabal Tshur: tempat Nabi bersama Abu Bakar bersembunyi dari kejaran orang-orang kafir Qurais


Bersama rombongan


Jabal Rahmah; tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa setelah berpisah ratusan tahun
pakai kaca mata di sini bukan gaya-gayaan tapi karena tak kuat panasnya; bisa bikin mata perih


                                                                   
Sambil menunggu antri masuk ke Masjidil Haram
                                                                        

Hari ke empat, perjalanan berlanjut menuju kota Madinah, jarak tempuh dari kota Mekkah ke Madinah  selama 6 jam. Sepanjang perjalanan hanya terlihat hamparan padang pasir yang tak bertepi dan batu-batu cadas. Bila dilogikakan dari mana penduduk sana bisa bertahan hidup? Di sini kita juga belajar bahwa kuasa Allah melampaui logika manusia. Nyatanya penduduk sana hidup makmur sejahtera, tidak ada yang mati kelaparan, dan saya juga tidak pernah menemukan pengemis dimanapun.

Kota Madinah; kota Nabi, saya jatuh cinta pada kota ini. Kota yang tertata rapi, jalan-jalan, gedung-gedung semua tertata rapi. Tidak boleh ada gedung yang tingginya melebihi menara Masjid Nabawi. Di masjid Nabawi suasana begitu tenang, tertib. Di sini tidak ada sistem buka tutup pintu saat memasuki waktu sholat namun keutamaannya hanya 1000 kali lebih utama dibandingkan masjid yang lain. Tetapi dalam masjid ini ada suatu tempat istimewa yang terletak ditengah masjid. Dialah Taman Surga; Raudhoh. Setiap hari saya mengunjungi Taman ini dan mengukir rindu di sana.

antrian panjang masuk ke taman surga: Raudhoh pukul 01.00 WAS
Kebun Kurma di Madinah
 




Masjid Terapung di Jeddah; di atas Laut Merah






Alhamdulillah…wa syukurilah…

Rasa syukur tak akan lupa, rasa haru iya. Dan mungkin juga rasa sedih, kalian tau kenapa? karena dalam perjalanan ini kami tidak ditemani mahram, sampai-sampai untuk melengkapi persyaratan kami terpaksa membuat surat mahram yang meminjam kakak teman sebagai mahram. Sungguhlah menyedihkan, tetapi rasa sedih itu tak akan mengurangi rasa syukur, setidaknya masih bisa mendo’akan meski belum bisa membersamai. Dulu selalu bermimpi bila datang ke tanah suci ini inginnya bersama mahram, tetapi apa daya takdir berkata lain, kita hanya berencana Allah yang menentukan. Semoga suatu hari nanti mimpi itu dapat terwujud.

Satu hal lagi sebagai pelajaran, bila punya niat baik maka segerakanlah, jangan ditunda-tunda, dalam hal apapun.  Jangan takut tak mampu, percayalah akan ada jalan ketika kita sudah membulatkan tekad dan bertawakkal kepada Allah.

Maka berjalanlah kemanapun engkau mau, tetapi utamakanlah datang ke dua kota suci ini; Mekkah Al Mukarromah dan Madinah Al Munawaroh maka akan kau temukan kedamaian di sana. Satu hal terindah pula dapat menyaksikan secara langsung jejak-jejak perjuangan Rosulullah SAW, para sahabatnya, para istri beliau, jejak-jejak Nabi Ibrahim As, Nabi Ismail As, Siti Hajar, Nabi Adam As, Siti Hawa. Sungguhlah berat perjuangan mereka. Kini mereka telah tiada, tetapi sesungguhnya mereka hidup selamanya, di sisi Allah SWT.

Perjalanan ke dua kota suci ini pula adalah bukti cintamu kepada Allah dan Rosulullah. Ya kalau tidak karena cinta mana mungkin susah payah berjuang, menangis, bahkan hampir menyerah.  Sungguhlah perjuangan umroh di bulan ramadhan itu luar biasa, dari materi yang tidak sedikit, sampai tenaga yang harus ekstra, tetapi percayalah Allah tak akan menyia-nyiakan cintamu kepada-Nya dan Rosul-Nya.

Rosulullah bersabda;

“Jika Ramadhan tiba, berumrohlah saat itu, karena umroh Ramadhan senilai dengan haji” (HR. Bukhari no 1782 dan Muslim no 1256). 

“Sesungguhnya umroh di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhori no 1863).

Siapa yang tidak ingin berhaji bersama orang yang dicintai? meski pada kenyataannya tak nampak secara kasat mata, tetapi pada hakikatnya kau bersama orang yang dicintai. Indah bukan?

Tetapi perlu dipahami bahwa umroh di bulan Ramadhan bukanlah dapat menggantikan kewajiban berhaji, namun pahalanya setara dengan haji bersama Rosulullah. Berhaji tetaplah menjadi kewajiban selama napas masih berhembus.


Barokallah fiikum...
            

Sabtu, 07 Mei 2016

Belajar dari Orang-Orang Hebat

Bismillaahirrohmaanirrohiim...




Kemarin kami satu pondok sekitar seribu orang kunjungan ke sebuah perusahaan yang pemiliknya adalah seorang donatur tetap pondok kami namanya pak Budi Hartawinata. Tapi lebih tepatnya bukan kunjungan "diundang" buat khataman Al Qur'an dan syukuran di lokasi perusahaan yang letaknya tidak terlalu jauh dari pondok karena bisa ditempuh dengan berjalan kaki, Pak Budi ini mengajarkan banyak hal pada kami, tentang impian, tentang kerja keras, tentang kedermawanan, tentang syukur dan terutama tentang sholat tepat waktu dan bakti kepada orang tua.

Beliau bukanlah anak orang kaya, sekolahpun hanya sampai tingkat  STM. Beliau bercerita "dulu saya hanya penjual mainan keliling.dan harus menghidupi keluarga meskipun baru beranak satu, namun saya yakin jika kita punya impian dan mau bekerja keras dan berdo'a insya Allah akan ada jalan". Setelah beberapa tahun menjalani profesi itu akhirnya beliau bergabung kesebuah perusahaan yang bergerak dibidang kontainer baja, disana ia hampir diangkat jadi direktur setelah bekerja dalam beberapa tahun karena kerjanya yang bagus. Namun karena belum puas dan ia masih punya impian ingin bekerja di Belanda yang gajinya tentu saja lebih besar, akhirnya ia tinggalkan pekerjaan itu dan nekat ke Belanda. Sampai di sana ternyata Allah berkehendak lain, ia tidak mendapatkan pekerjaan yang ia harapkan dan akhirnya pulang lagi ke indonesia. Akhirnya ia sadar selama ini kurang bersyukur, sudah diberi pekerjaan yang baik malah ditinggalkan karena mencari gaji yang lebih besar.

Tidak mudah bagi pak Budi memulai lagi kehidupan baru dari nol, tetapi ia tidak berputus asa. Ia menjadi tukang las keliling, semua ia jalani dengan kerja keras dan penuh kesabaran hingga beberapa tahun dan akhirnya ia memberanikan diri membuka bengkel kecil-kecilan, lama kelamaan menjadi perusahaan kontainer baja yang cukup besar dan sekarang sudah  berusia 9 tahun. Tak tanggung-tanggung sosok sederhana ini sekalinya bersedekah bisa puluhan juta ia keluarkan. "Semua yang saya dapatkan hari ini tidak lepas dari dukungan istri yang dengan sabar mendampingi saya dan do'a orang tua" katanya.

Kemarin kami dibuatnya terharu, yah terharu sekali :'(  ketika naik ke panggung untuk menyampaikan sambutan beliau berkata dengan mata berkaca-kaca "saya ingin menjadikan perusahaan ini sebagai pembangun spiritual, karena saya takut diakhirat nanti ditanya apa yang telah kau lakukan ketika menjadi seorang pemimpin, dan digunakan untuk apa harta yang telah kau peroleh? saya takut sekali tidak bisa masuk surga, sehingga saya mengajak dan berusaha menjadi contoh untuk sholat tepat waktu dan berjamaah meskipun dalam bekerja, dan berharap ini bisa membawa saya ke surga-Nya Allah nanti" .

Dan ini bukanlah seremoni belaka ini adalah aturan baku di perusahaan pak Budi. Terlihat slogan "Utamakan Sholat dan Keselamatan Kerja" di depan pintu masuk dan beberapa sudut perusahaan.

Dari sini kita belajar, bahwa apapun profesi kita hendaklah tetap mengutamakan hak-hak Allah. agar kita layak mendapat pertolongan-Nya. Dari sini kita juga belajar, bahwa kita boleh bermimpi besar, tetapi harus ada ikhtiar dan do'a dan dilengkapi dengan kesabaran. Ikhtiar disini bukan hanya kerja keras. Ada ikhtiar langit; dengan do'a, niat yang benar, sedekah, berbakti pada orang tua, sholat tepat waktu, dan ibadah sunnah lainnya, termasuk memilih pasangan.

Karena jalan menuju kesuksesan juga sangat tergantung seperti apa pasangan. Maka untuk para pemuda pilihlah istri yang mau diajak berjuang, jangan karena cantiknya, karena cantik itu hanya sebentar, sedang jiwa pejuang sepanjang hayat. Untuk para pemudi pilihlah suami yang berani bertanggungjawab, jangan karena mapannya, karena mapan tidak ada jaminan akan selamanya. Dan tentu saja yang baik kefahaman agamanya.

Dan terakhir adalah action, mimpi tanpa aksi hanyalah hayalan belaka. Sebagaimana firman Allah SWT  “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).


Barokallah fiikum...


Minggu, 01 Mei 2016

Umi Upik, Sang Penebar Magnet Kebaikan di Sudut Kab. Bekasi



Foto setelah acara di depan Musholah, habis hujan-hujanan tetap semangat...

Dra. Upik Siti Ranah, wanita paruh baya yang masih tetap energik itu menyambut kami dengan hangat. Matanya berbinar-binar pertanda masih punya semangat yang tinggi untuk membangun masa depan bangsa ini. Minggu, 20 Maret 2016 suasana halaman rumahnya yang berada di kampung Wareng Kali Jambe Tambun Bekasi itu ramai dipenuhi anak-anak remaja. ini adalah acara yang ke sekian kalinya yang di lakukan umi Upik begitu sapaannya semenjak pindah ke kampung ini pada 2012 lalu.

Kami ikut membantu menjadi tim acara dalam acara yang bertemakan “Remaja Keren dan Hebat” ini. Tujuan acara ini ialah membentuk generasi yang mampu menebar magnet kebaikan untuk orang lain. Tentu untuk menjadi seperti itu butuh perjuangan dari diri sendiri dan orang lain kata umi Upik. Maka acara ini ditargetkan untuk pembinaan menjadi remaja keren dan hebat itu.

“Anak-anak di sini sebagian besar sekolah hanya sampai SMA bahkan SMP saja itupun sekolah ala kadarnya, hanya sekedar mengejar ijazah kemudian mencari kerja. Mereka belum sampai berfikir bahwa sekolah itu untuk mencari ilmu yang dengan ilmu itu dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, makanya saya sering bikin acara untuk memotivasi mereka agar bersemangat sekolah” ujar wanita kelahiran Padang 19 April 1966 ini.

Setidaknya sudah ada 7 kelompok binaan anak-anak remaja yang sudah dibentuk oleh umi Upik, sebagian beliau sendiri yang membina dan sebagian yang lain dibantu oleh anak-anaknya. “Saya berharap kelompok binaan ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu” katanya.

Tidak hanya remaja saja yang dibidik oleh umi Upik, ibu-ibu di sinipun dirangkulnya agar bisa menjadi magnet kebaikan pula. Awalnya memang sangat sulit untuk sekedar mengajak mereka mengaji. “Jangankan ikut mengaji melihat kami berpakaian syar’i pun mereka sudah alergi dan menutup diri” tandasnya.

Karena ternyata butuh strategi untuk menarik bagi mereka, umi Upik menyebutnya pendekatan secara cultural. Cultur masyarakat di sini suka masak-masak bareng terutama para ibu, apalagi kalau ada hajatan mereka rela menghabiskan waktu berhari-hari untuk bergotong royong membuat masakan.

Dari sinilah ibu dari 7 anak ini kemudian bergabung bersama mereka dan perlahan-lahan membentuk komunitas hobi memasak, alhamdulillah setelah sekian lama waktu berlalu dari komunitas ini terbentuk kelompok-kelompok pembinaan yang sampai sekarang sudah terbentuk 6 kelompok. Jadi selain kegiatan masak memasak agenda rutin ibu-ibu di sini mengaji untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, karena di dalam islam sendiri mengatur semua aspek kehidupan, baik dunia maupun akhirat.

Meskipun usia tidak lagi muda, ibu yang aktif juga sebagai motivator Ketahanan Keluarga Kabupaten Bekasi ini masih sangat gaul beliau bisa berteman dengan siapapun, mulai dari golongan anak-anak, remaja, para lajang hingga sepuh. Seperti penuturan mbak Wiyah, seorang lajang yang dulu katanya preman kampung, yang sering bikin cemas orang tua karena pergi tak tau rimbanya kini takluk dalam rangkulan umi Upik.

”Saya tobat jadi preman sejak kenal sama umi, sekarang saya ngaji sama beliau dan membantu beliau membina anak-anak remaja di sini” katanya yang sekarang sudah mengenakan pakaian syar’i.

Selain pendekatan cultural, metode yang di terapkan oleh istri ustad Mohammad Nuh ketua DPD Kab. Bekasi ini ialah menjadikan rumahnya sebagai base camp anak-anak, remaja, maupun ibu-ibu. Hal ini terbukti rumah beliau setiap hari ramai dikunjungi. Di pekarangan rumahnya sengaja dibangun sebuah musholah agar setiap waktu sholat warga sekitar datang menunaikan sholat, tidak hanya itu musholah tersebut juga dijadikan tempat pengajian ibu-ibu atau kegiatan lainnya yang terkait dengan pengajaran.


Diakhir perbincangan beliau bertutur” saya pindah ke sini karena satu alasan, yaitu ingin menjadikan kampung ini bebas buta huruf Al Qur’an, dan menjadikan orang-orangnya cinta Al Qur’an sehingga menjadi Kampung Peradaban yang dapat menebarkan magnet kebaikan bagi kampung-kampung lainnya. Saya juga bercita-cita menjadikan kampung ini kampung cyber, karena banyak sekali potensi tersembunyi yang perlu di eksplor, Ibu-ibu di sini banyak sekali yang pintar masak makanan khas Bekasi, sehingga saya berfikir kampung ini bisa dijadikan pusat oleh-oleh makanan khas Bekasi nantinya".


Barokallah fiikum...


#Belajar bikin feature

Kamis, 31 Maret 2016

PERBANYAKLAH ISTIGHFAR

Bismillaahirromaanirrohiim...

Lama tidak menulis, hari ini cuma pengen nulis ini sebagai pengingat diri yang penuh dosa. Karena mungkin kita tidak menyadari dosa-dosa yang telah diperbuat :'(

Suatu hari ada orang yang mengadu kepada al-Hasan al-Bashri tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, al-Hasan menimpali, “Beristighfarlah kepada Allah”.

Ar-Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya,
"Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?”.
Maka al-Hasan al-Bashri pun menjawab,
“Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.

Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh:
“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”.
---
Rasul shallallahu ’alaihi wasallam pun bersabda :
“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Minggu, 07 Februari 2016

KETIKA HARI YANG DIJANJIKAN ITU TIBA

Kemunculan Al Mahdi oleh Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc
Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016 


Kita saat ini telah berada di penghujung zaman. Kita sekarang telah berada di akhir-akhir periode keempat dari lima periodisasi umat islam.

Nabi SAW dalam haditsnya menyatakan bahwa zaman umat islam akan dibagi menjadi 5 periode:




  1. Periode Kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW 
  2. Periode Kekhalifahan dimana umat islam dipimpin Khalifah dengan sistem kenabian. Periode ini telah   berakhir sejak wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib. 
  3. Periode kekhalifahan dengan sistem kerajaan. Menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki tgl 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.
  4. Periode pemimpin yang diktator. Ini periode dimana saat ini kita berada. Pada periode ini umat islam mengalami masa masa yang paling gelap dalam sejarah karena tidak punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa-bangsa kafir.
  5. Sebelum akhir zaman akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat islam akan kembali memimpin dunia. Periode kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda-tanda kiamat besar.
CIA, Badan intelejen USA membuat prediksi bahwa mulai kemunculan kembali zaman kekhalifahan umat islam yaitu pada tahun 2020 sedangkan KGB, badan intel Rusia memprediksinya terjadi pada tahun 2025.
Sepuluh tanda-tanda kiamat, dimana poin 1-4 akan terjadi di periode keempat kita saat ini yaitu:

  1. Munculnya Dajjal. Yang akan menyesatkan umat manusia.
  2. Turunnya Nabi Isa AS, dengan tujuan membunuh Dajjal.
  3. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, dalam Al-qur'an yaitu (Manusia yang sangat biadab yang dulu di kurung oleh Zurkarnain,)
  4. Islam kembali menjadi khilafah di dunia. (Masa Aman). Pada masa itu tidak ada lagi peperangan.
  5. Terbitnya Matahari dari barat, Sebelum itu akan ada malam yang sangat panjang perbandingannya seperti melewati 3 malam berturut-turut lalu terbitlah matahari di pagi itu dari arah barat dan hanya sampai setengah hari lalu matahari terbenam lagi ke barat.
  6. Munculnya Dabbatul Ardzi, binatang raksasa yang keluar dari perut bumi yang kemunculannya 3x dari tempat-tempat yang berbeda, dengan membawa tongkat Nabi Musa AS di tangannya yang kiri dan cincin Nabi Sulaiman AS pada tangan kanannya.
  7. Tiupan Angin Lembut tertiup dari arah timur yang mematikan, pada saat itu Seluruh Umat islam seluruh dunia akan meninggal.
  8. Tenggelam dan hancurnya bumi di sebelah timur.
  9. Tenggelam dan hancurnya bumi di sebelah barat.
  10. Tiupan Sangkalkala dan munculnya api yang akan menggiring manusia berkumpul di syam, yaitu saat-saat hancurnya alam semesta.
Yang ke 3 terakhir ini hanya akan di rasakan oleh orang-orang kafir, Nabi Muhammad SAW juga mengatakan, "Kalau satu tanda besar kiamat itu sudah muncul maka tanda yang lain akan menyusul dengan sangat cepat.

Salah satu tanda Dajjal akan muncul adalah ketika sungai/danau tiberias kering. Dan menurut informasi, saat ini debit airnya sudah menurun terus menerus. Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu.

Siapa Al Mahdi Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad SAW dari keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali RA.

Namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.

Tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi:

  1. Salju turun di Arab Ini sudah terjadi sejak 2009 dan hari ini salju juga sedang turun di Arab Saudi. 
  2. Bumi akan dipenuhi huru hara dan peperangan dan kedzaliman yg semakim lama semakin meningkat sehingga hari hari kedepan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan-pembunuhan seperti yang saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dll.
  3. Banyak fitnah-fitnah/kedzaliman-kedzaliman yang terjadi di negeri Syam seperti yang terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel
  4. Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut/gaduh. Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan prinsip dan karakter. 3 putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal dan Mukrim. Salman termasuk orang sholeh dan anti maksiat. Beliau hafidz Quran. Sedangkan Thalal memiliki ekonomi terkuat bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika. Sepeninggal Raja Abdullah, Arab Saudi saat ini dipimpin oleh Raja Salman. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya.
  5. Mengeringnya sungai eufrat. NASA pernah merilis bahwa 2014 sungai eufrat akan habis total. Dan terbukti bahwa pada April 2014 sungai eufrat sudah kering total.
  6. Muncul gunung emas di Irak lalu orang akan berbondong-bondong memperebutkan disana dan dari 100 orang laki-laki yang berperang disana maka 99 orang akan mati. Amerika nampaknya sudah meyakini keberadaan gunung emas tsb. Oleh karenanya mereka telah mempersiapkan strategi untuk“mengamankan” (merampas) gunung emas tsb. 
  7. Muncul Ad Dukhon yaitu asap kabut yg sangat tebal 40 hari 40 malam sampai sampai asapnya membuat kita tidak bisa melihat lagi. Dunia akan terasa gelap gulita. Para ahli meyakini bahwa hal ini terjadi akibat adanya benturan besar asteroid atau meteor ke bumi.

Para peneliti NASA menyebutkan bahwa rentang 2013-2016 dunia akan masuk dalam jalur sungai meteor dimana akan terdapat 1300 meteor yang akan membentur bumi dengan kecepatan 120.000 km/jam. Tahun 2013 baru terjadi tiga kali yaitu di Siberia, Argentina dan Amerika. Sisanya mungkin bisa terjadi di tahun ini atau tahun tahun mendatang. Wallahu A’lam.

Munculnya Dukhon merupakan akhir dari era teknologi karena semuanya tidak akan berfungsi akibat dari efek elektromagnetik dari benturan meteor-meteor tersebut. Sehingga zaman akan kembali seperti zaman dahulu kala.


Sesuai hadits Nabi, umat islam diperintahkan untuk mahir berkuda, memanah dan berenang. Inilah hikmahnya karena saat itu era teknologi sudah berakhir.

Setelah itu Al Mahdi akan muncul di dekat Kabah. Ia akan dibaiat oleh 7 ulama besar yang membawa pengikut sekitar 300 an orang (jumlahnya mirip pasukan perang badar). Awalnya ia selalu menolak tapi Allah SWT akhirnya mengokohkannya sehingga mau menjadi pemimpin umat islam saat itu.

Ada penjelasan lain bahwa Ad Dukhon dan hujan meteor akan segera datang apabila ketiga tanda ini sudah sering terjadi:


- Banyak muncul penyanyi-penyanyi wanita
- Banyak musik dan alat-alat musik
- Banyak orang meminum khamar atau minuman yang memabukkan

Saat dukhon terjadi maka keadaaan manusia sama seperti ketika nabi Yunus berada di dalam perut ikan. Gelap tidak ada oksigen, tidak ada makanan. Maka Nabi SAW mengajarkan kita agar saat itu kita berzikir seperti zikirnya Nabi Yunus yaitu Laa ilaha illa anta subhanaka inkuntu minadzolimin.


Dengan iman di hati kita dan doa dzikir tersebut maka pengaruh Dukhon tersebut seolah olah hanya membuat kita lemas sedikit seperti terserang flu.

Negara-negara kafir nampaknya sangat percaya dengan akan munculnya hujan meteor ini. oleh karenanya Amerika, Rusia, Singapura dll saat ini telah membuat bunker-bunker raksasa yang bisa menampung ratusan ribu orang dengan fasilitas dan persediaan makanan cukup untuk beberapa bulan.

Setelah Al mahdi turun maka kita akan kembali ke uang emas dan perak (dinar dan dirham) karena uang kertas pasti sudah tidak akan ada gunaya. Al Mahdi akan memimpin umat islam untuk membebaskan seluruh bumi sehingga seluruh dunia (tanpa kecuali) akan dipimpin oleh umat islam melalui sistem kekhalifahan yang berbasis kenabian.

Negara-negara yang ditaklukkan akan disatukan kembali dan diberi nama yag sama persis ketika zaman Nabi, misalnya negara Yaman, Suriah, Lebanon, dan Palestina akan disatukan dan diganti nama menjadi Negeri Syams.

Al Mahdi akan muncul saat tahun-tahun dimana banyak gempa terjadi susul menyusul di Arab pada bulan Ramadhan dan kerajaan Arab gaduh sesama mereka, maka tahun itu meteor jatuh, dukhon terjadi lalu Al Mahdi akan muncul.

Saat Al Mahdi sudah muncul di Mekah, semua orang mukmin wajib datang ke Mekah dan membaiat Al Mahdi sebagai pemimpin umat islam. Lalu bagaimana cara kita ke Mekah untuk bertemu dan membaiat Al Mahdi sementara zaman teknologi sudah berakhir? Wallahu a'lam.

Semoga ini menambah keyakinan kita terhadap akan datangnya hari akhir dan semakin membuat kita bersemangat untuk melakukan amal-amal sholeh di dunia. Karena hanya iman dan amal sholeh la yang akan menyelamatkan kita.

Dan semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersegera dan selalu melakukan amal sholeh dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun. Karena sifat manusia itu sering lupa, maka sudah seharusnya untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. Ingatkanlah keluarga, saudara, sahabat-sahabat kita akan hal ini bahwa hari yang dijanjikan itu akan segera datang.

Lalu apa yang sudah kita persiapkan ketika hari yang dijanjikan itu tiba? hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya :'(

Barokallahu fiikum...

Ditulis ulang dan direvisi.

Jumat, 01 Januari 2016

Menyusun Keping-keping Puzzle Kehidupan



Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Hidup ini adalah detik-detik waktu, lembaran hari-hari yang harus di isi dengan do’a dan ikhtiar, tiada masa berpangku tangan. Karena rehat ialah ketika kaki telah menapak di surga-Nya nanti. Dan akupun  tak tau sampai kapan perjalanan panjang ini akan berakhir. Yang aku tau hanyalah mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya, meski lelah ku rasa, meski hujan badai terus mengguyurku, meski panas terik mentari terasa membakar kulitku. Biarlah. Yang aku tau hanyalah mempersiapkan yang terbaik untuk bertemu dengan orang yang ku cintai karena Allah. Mempersiapkan yang terbaik untuk menjadi ibu bagi anak-anakku nanti. Tiadalah yang diharapkan kecuali hanya untuk mencapai ridha-Nya.

Karena bertemu denganmu, dan melahirkan anak-anak yang sholeh adalah bagian dari keping-keping puzzle kehidupan yang semestinya ku jalani agar menjadi jalanku dan jalanmu untuk menuju kehidupan yang abadi nanti.

Aku ingin sekali membangun peradaban islam di dunia ini. Aku ingin sekali memenuhi bumi ini dengan anak-anak yang mencintai Allah dan Rosul-Nya. Aku ingin sekali berkumpul bersama orang-orang yang aku cintai di surga-Nya nanti.

Dan aku sadar untuk mencapai semua mimpi-mimpi itu harus dimulai dari diriku sendiri.
Yaa Robb…berilah aku kekuatan, semangat, cinta dan kasih sayang untuk beribadah hanya kepada-Mu…






Entahlah, aku tak tau sampai kapan buku-buku ini menemani perjalananku dalam penantian, yang aku tau terus membukanya sekali lagi dan sekali lagi. Hanya berharap kepada Allah, penantian panjang ini tidak akan lama lagi.

Sungguh aku takut seperti pohon yang rindang namun tak berbuah, meskipun tumbuh subur namun tak bisa memberi manfaat yang maksimal.

Sungguh aku ingin meskipun tak serindang pohon yang lain namun berbuah yang manis rasanya dan harum baunya. Sungguh aku ingin mawar dan melati yang aku petik ini ku tanam kembali di taman persinggahanku agar menjadikannya taman yang paling indah bagi orang-orang yang aku cintai karena Allah.

Karena cinta adalah memberi. Maka persiapkanlah segala yang terbaik untuk orang-orang yang kau cintai karena Allah. Karena cinta adalah kekuatan. Maka jadikanlah ia energi untuk terus menerus beramal sholeh. Karena cinta itu menumbuhkan. Maka jadikanlah dirimu terus tumbuh menuju Tuhan-Mu

Ya Robb…janganlah Engkau biarkan kami menjadi orang yang berilmu namun tak mampu mengamalkannya.
Ya Robb berilah kami kekuatan, berilah kami jalan untuk mengamalkannya.
Ya Robb berilah kami hidayah untuk tetap istiqomah di jalanMu.
Ya Robb lindungilah kami dari rasa putus asa…

#Resolusi 1437 H