Cari Blog Ini

Rabu, 17 Oktober 2012

Yakinlah, Allah Akan Menolong Meskipun Kau Tak Terlalu Yakin

dakwatuna.com - Ketika kesulitan terasa datang bertubi dan kemudahan yang dinanti tak jua datang menghampiri. Segala daya dan upaya maksimal dirasa telah ditumpah-ruahkan. Di tengah pergulatan masalah yang merasuki pikir, tanpa disadari air mata sering kali jatuh membasahi pipi, membasuh hati. Dalam kondisi ini, kita mulai kepayahan menstabilkan semangat agar tetap melingkupi hati. Mungkin sebagian besar di antara kita akan berkata “La tahzan, innalloh ma’iy…” sebagai kalimat pembesar hati. Kita berkali-kali bermonolog ria agar yakin (akan datangnya kemudahan) terus bersemayam dalam jiwa. Tak jarang surat Al-Insyirah melantun syahdu di langit hati, “Inna ma’al ‘usri yusro” sebagai penghibur jiwa. Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan. Atau yang lebih simple dan sederhana dari kalimat itu semua, kau mungkin akan seringkali berkata “Bisa!” sebagai kata memotivasi.

Tapi, mengapa semakin kita terus menegaskan pada jiwa agar yakin akan pertolonganNya, seolah terlihat semakin menampakkan betapa tipisnya rasa yakin yang kita punya. Jujurlah, ketika lisanmu mengatakan yakin, apakah kabut tipis keraguan masih mengusik di selasar hati? Jika jawabmu adalah “Ya”, maka itu namanya kau belum benar-benar yakin, haqqul yakin. Hingga wajar saja jika masih hadirlah resah, mewujudlah gelisah atas masalah yang datang menyapa dan kebutuhan penegasan keyakinan menjadi hal yang tak terelakan lagi.

Namun, bukan berarti penegasan yang kau upayakan pada jiwa agar yakin akan kemudahan dari-Nya bernilai salah. Tidak sama sekali. Fase ini pasti akan ditempuh oleh siapa saja yang pernah dirundung masalah. Oleh siapa saja yang menaruh harap pada-Nya.

Rasulullah yang mulia pun senantiasa berharap dan mempertegas yakinnya. Banyak kisah Rasul yang dapat dijadikan teladan dalam hal ini, salah satunya adalah kisah tentang proses sebelum perang Khandaq membara. Dengan berbagai pertimbangan yang matang melalui proses musyawarah, maka bertahan di Madinah dan penggalian parit di sekeliling Madinah adalah siasat perang yang hendak mereka mainkan. Salman Al-Farisi adalah dalang dibalik ide penggalian parit ini.

Mungkin kita berfikir ini tidaklah sulit, hanya menggali parit. Apalagi daerah Madinah seringkali dikatakan sebagai lahan berpasir yang tentunya menurut logika akan mudah untuk digali. Jangan keliru saudaraku, lahan atau tanah mereka bukanlah pasir layaknya pasir di permukaan pantai yang terdapat di negara kita. Tanah mereka juga mengandung bongkahan batu besar dan sukar dihancurkan. Tambahan lagi, kala itu sedang terjadi krisis pangan dan musim dingin.

Seluruh muslimin bersatu padu bergerak bersama untuk menyelesaikan parit ini, hingga sampailah mereka pada sebongkah batu besar yang sangat sulit dihancurkan. Para sahabat melaporkan perihal ini kepada Rasul. Lalu Rasul mengambil kampak dan mendekati batu besar itu. Dengan menyebut nama Allah, Rasul pun memukul dan memecahkan batu besar itu. Setelah itu, beliau berkata “Allah Mahabesar, sungguh aku telah diberikan kunci-kunci gerbang negeri Syam, Demi Allah aku melihat istana merahnya sekarang”. Kemudian untuk kali kedua, Rasul kembali memukul dan memecahkan batu besar itu lagi dan berkata “Allah Mahabesar, sungguh aku telah diberikan Parsi, demi Allah, sungguh aku melihat istana putih al-Madain sekarang”. Kemudian Rasul menyebut nama Allah lalu memecahkan batu besar lainnya dan berkata “Allah Mahabesar, sungguh aku telah diberikan kunci-kunci Yaman, demi Allah, aku melihat gerbang Shan’a dari tempatku ini”.

Subhanallah. Menurut penulis, kisah ini adalah cerminan cantik dari serangkaian kalimat penyemangat pembesar jiwa, agar pengharapan dan keyakinan akan kejayaan Islam terus tertanam dan tertancap dalam di sanubari segenap kaum muslimin ketika itu. Tentunya kalimat penyemangat ini bukanlah sekadar obral janji, karena apa yang Rasul katakan mendapat tuntunan langsung dari-Nya. Dan semua yang Rasul katakan ini terbukti.

Tentunya pengharapan Rasul bukan karena ia tak yakin dan pertegasan keyakinannya bukan karena ia tak percaya. Kisah ini membuktikan bahwa Rasul juga manusia yang tentunya memiliki segenap “rasa manusia” yang mendapat petunjuk langsung dariNya.

Ya… Sikap optimisme dengan kalimat penggugah semangat, pembesar jiwa, akan memunculkan rasa harap yang kemudian menuntun kita untuk mempertegas rasa yakin. Agar keyakinan ini benar-benar tertancap dalam di sanubari… Agar kemudian Allah berkenan menolong…
Yakinlah, Allah akan menolong kita, bahkan meskipun kita masih dalam kondisi berupaya memperkuat dan mempertegas rasa yakin…

Apapun keadaan kita tetaplah yakin Allah akan menolong kita, do'a+ikhtiar+optimis = pertolongan Allah
keep spirit... ^_^

Selasa, 09 Oktober 2012

BUKTI KEBENARAN AL-QURAN : SUNGAI DI DASAR LAUT

Subhanallah, Inilah Mukjizat Al-quran Tentang Sungai di Dasar Laut.

Suatu hari, seorang ahli kelautan bernama Jacques Yves Costeau melakukan penelitian di dasar laut untuk Discovery Channel. Ia menelurusi fenomena bawah laut di Cenota Angelita, Mexico.

Saat melakukan penyelaman, ia dikejutkan dengan sebuah fenomena alam yang luar biasa. Dia menemukan air tawar di antara air laut yang asin. Penemuan itu membuatnya takjub. Bagaimana mungkin air tawar bisa berada terpisah dalam air laut yang asin? Tetapi itulah kenyataan yang dia temukan di dalam laut.

Rasa ingin tahunya yang besar membuat Costeau kembali menyelam lebih dalam lagi. Ia menyaksikan fenomena alam yang lebih mengejutkan lagi. Betapa tidak. Ia melihat ada sungai di dasar lautan.

Sungai di bawah laut itu ditumbuhi daun-daunan dan pohon. Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai lapisan Hidrogen Sulfida. Tapi tampak seperti sungai? Yang menjadi tanda tanya para ahli, mengapa air yang mengalir di sungai bawah laut itu rasanya tawar?

Sesungguhnya, sekitar 14 abad lalu, Al-quran telah menjelaskan fenomena itu. Simak saja surah Al-Furqan [25] ayat 53: ''Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia Jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.''

Fenomena unik dan aneh itu juga telah disebutkan dalam surah Ar-Rahman [55] ayat 19-21: ''Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara kedua ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?".
 
 
search : www.republika.co.id

 
 

Rabu, 03 Oktober 2012

KETIKA TANGAN ALLAH TERLIBAT

Sahabat, seringkali kecerdasan dan kepiawaian kita membuat kita merasa tidak perlu lagi ‘Tangan Allah SWT’ karena segala bentuk masalah mampu kita selesaikan dengan cemerlang karena kecerdasan dan pengalaman panjang hidup kita ditambah lagi banyaknya ajaran-ajaran Rasionalis baru yang seolah-olah selalu terbukti secara empirik tanpa campur tangan Allah SWT.
Masih ingatkah kita tentang sebuah kisah, ketika 3 orang terkurung dalam sebuah Gua karena sebuah batu besar menggelinding menutupi mulut Gua? mereka bertiga dengan seluruh tenaganya tidak mampu menggeser sedikitpun batu itu.

Kisah itu adalah sebuah analogi tentang kehidupan kita, Gua adalah tempat bernaung untuk dapat bertahan hidup sedangkan Batu Besar itu adalah masalah yang membuat kenyamanan hidup kita menjadi terganggu, Gua zaman ini bisa menjelma dalam bentuk Perusahaan tempat kita berkarya, atau Jabatan tempat kita mengabdi dan melayani, atau keluarga tempat kita berbagi kasih sayang atau Lembaga tempat kita mengaktualisasikan diri kita dan seterusnya. Sedangkan Batu Besar bisa menjelma dalam bentuk masalah yang sangat rumit yang tak mampu kita sendiri menyelesaikannya sekalipun orang lain sudah membantunya.

Nah bagaimanakah cara mengatasi? inilah kisah selengkapnya……..................

Ada tiga orang pengembara yang sedang melakukan perjalanan bersama. Di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Mereka bergegas mencari tempat untuk berlindung. Kebetulan mereka melewati sebuah gua. Tanpa pikir panjang, mereka langsung memasuki gua tersebut. Namun, derasnya hujan ternyata menggulirkan sebongkah batu besar yang kemudian menutupi mulut gua. Ketiga pengembara terperangkap di dalamnya!

Kendati sudah berusaha sekuat tenaga, ketiga pengembara itu tetap tidak mampu menggeser batu besar itu.
                “duh tamat sudah riwayat kita, terkurung di gua ini,” keluh salah satu pengembara.
                “Entah apa lagi yang bisa kita lakukan agar keluar dari sini,” kata pengembara yang lain, tak kalah putus asa dengan pengembara pertama.
                “Hanya Allah Swt. yang bisa menyelamatkan kita, kawan. Marilah kita berdoa kepada Allah dengan perantara amal perbuatan yang pernah kita lakukan dengan hati yang ikhlas. Semoga Allah Swt. berkenan memberikan pertolongan-Nya,” kata pengembara ketiga.

Mereka kemudian langsung bersuci dan memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh. “Ya Allah Yang Maha Mengetahui, hamba dulu pernah memiliki seorang pekerja yang hamba upah dengan tiga gantang padi. Ketika pekerjaku itu pergi tanpa mengambil upahnya, aku menyemai padi-padi itu hingga membuahkan hasil. Hasilnya, aku belikan seekor sapi yang kemudian beranak pinak hingga tak terhitung olehku jumlah sapi yang terus berkembangbiak itu. Ketika kemudian pekerja itu datang dan menagih upahnya, aku menyuruhnya mengambil semua sapi itu. Awalnya, dia menolak karena merasa upahnya hanyalah tiga gantang padi. Namun, aku bersikeras karena sapi-sapi itu berasal dari tiga gantang berasnya. Ya Allah, apa yang kulakukan hanya karena aku ingin mendapatkan Ridho-MU, ya Allah jika ada setitik keikhlasan dari apa yang aku lakukan itu, tolong ya Allah keluarkan kami dari gua ini,” doa pengembara yang bijak.

Keajaiban terjadi, batu besar itu bergeser sedikit. Lalu, pengembara berikutnya berdoa, “Ya Allah Yang Maha Tahu, setiap malam aku membawakan susu kambing yang kuperah sendiri untuk orangtuaku. Namun, pada suatu malam aku terlambat memerah kambing dan orangtuaku sudah tertidur saat aku tiba dikamar mereka. Walaupun saat itu anak dan istriku menangis kelaparan, tetapi aku tidak mau mereka meminum susu kambing yang kuperah sebelum orangtuaku mengizinkan. Aku menungguinya hingga orangtuaku terbangun, yaitu ketika fajar Subuh tiba. Ya Allah, aku melakukan itu hanya karena semata ingin mentaati perintah-Mu untuk berbakti kepada Orangtua, ya Allah jika seberkas keihlasan dari apa yang pernah aku lakukan itu, mohon ya Allah keluarkan kami dari gua ini.”

Keajaiban kedua terjadi lagi. Batu besar kembali bergeser dan membuat lubang yang cukup lebar. Namun, ketiga pengembara itu masih belum bisa keluar dari dalam gua. “Sekarang, giliranmu kawan,” dua pengembara yang sudah berdoa sangat berharap kepada kawannya yang belum berdoa  “Ya Allah Yang Maha Tahu, aku sering menggoda dan merayu sepupuku yang cantik untuk berbuat dosa dan berzina denganya. Namun Ia selalu menolak. Suatu hari, ia datang untuk meminjam uang sebesar 100 dinar. Aku memberinya dengan syarat dia harus memberikan kehormatannya kepadaku. Diapun terpaksa mengabulkan keinginanku karena dia dalam situasi yang terdesak. Namun, pada saat aku hampir melakukan niatku, ia mengingatkanku untuk selalu takut kepada-Mu. Aku tersadar dan segera membatalkan niatku. Ya Allah, jika apa aku yang kulakukan itu ada sedikit akan ketakutanku kepada-Mu, aku mohon ya Allah, keluarkan kami dari gua ini,” doa pengembara terakhir sambil berderai air mata.

Batu besar bergeser untuk ketiga kalinya. Kali ini, celahnya sudah cukup untuk dijadikan jalan keluar bagi tiga pengembara tersebut.

Sahabat, sesulit apapun hidup ini, jika kita selalu melibatkan Tangan Allah SWT, maka tak ada yang mustahil  bagi kita untuk menggapai sesuatu yang kita dambakan, asal selalu ada cadangan Amal Sholeh yang kita terus kita investasikan supaya tangan Allah SWT tidak berhenti terlibat dalam setiap aktivitas kita.

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan". (QS. Al-Hajj: 40-41), ternyata untuk menolong Agama Allah itu tidak sulit cukup dengan melaksanakan Sholat, Zakat/Sedekah, berbuat kebajikan kepada sesama, dan meninggalkan segala hal yang dilarang Allah SWT, itulah JAMINAN Kepastian datangnya Pertolongan Allah.

“Dan orang yang disempitkan rizkinya, hendaklah ia memberi nafkah (sedekah) dari harta yang diberikan Allah kepadanya“ (Surah At Talaq: 7), ternyata orang yang sedang disempitkan rizkinya saja itu masih disuruh bersedekah.

mari kita bersegera memperbanyak Amal Shaleh...

Minggu, 30 September 2012

"Menjadi Apapun Dirimu"

Bila tak mampu menjadi pohon yang besar dan rindang,
jadilah saja perdu yang mengokohkankan dan meramaikan, 
bila tak mampu menjadi perdu yang mengokohkan dan meramaikan, 
jadilah saja rumput yang menghijaukan permadani, 
bila tak mampu menjadi rumput yang menghijaukan permadani, 
jadilah saja lumut yang menyuburkan tanah gersang dan tandus.

dan bilapun tak mampu menjadi garuda yang kuat terbang kemana pun,
jadilah saja walet yang membuat sarangnya bermanfaat, 
bila tak mampu menjadi hujan yang membasahi bumi, 
jadilah saja embun yang meneteskan kesejukan dipagi hari.

"Menjadi apapun dirimu, jadilah yang bermanfaat bagi orang lain sesuai kemampuanmu..."

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" [HR. Thabrani dalam Al-Ausath].

"Semua kan Indah pada Waktunya"

Wahai Hati
Bersabarlah dalam menanti,
Yakinlah janji_Nya adalah pasti
Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih.

Wahai Jiwa
Tenanglah dalam lara,
Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata.

Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya
DIA lebih tau mana yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

Wahai Raga
Tetaplah istiqomah dalam asa,
Cinta yang suci sedang menguji keimananmu.

Seberapa sabar kau dalam menunggu.
Seberapa kuat kau saat tertatih.
dan seberapa tegar kau disaat rapuh.

Segala uji dan coba_Nya tak pernah ada yang sia-sia,
dibalik itu semua pasti ada hikmah dan barokahnya,
bersabarlah untuk suatu Keindahan.

Kebahagiaan itu pasti kan datang untukmu,
semua akan indah pada waktunya.

Sabtu, 29 September 2012

"Sepuluh Makanan Terbaik Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh"

Beberapa hari yang lalu, saya cukup heran sekaligus takut setelah membaca salah satu tulisan anggota kompasianer yang berjuang melawan kanker di usianya yang masih sangat muda, dan bahkan penyakit mematikan ini bisa menyerang di usia di bawah 30 tahun, suatu kenyataan yang tidak bisa dianggap remeh.

Memang, pola makan yang tidak baik menjasi salah satu penyebab ternjadinya kanker ini. Kebetulan kamarin, seperti biasa aku mendapatkan newsletter dari about.com yang berisi artikel yang berkaitan dengan makanan-makanan sehat yang dapat berfungsi sebagai penambah kekebalan tubuh manusia sehingga dapat menangkal berbagai macam pernyakit, termasuk penyakit berbahaya seperti kanker.

Inilah ke-10 makanan tersebut
1. Bawang Putih
iStockphoto
iStockphoto
Mungkin banyak yang tidak suka yang satu ini, mungkin karena bau dan rasanya yang tidak enak. Tetapi ternyata bawang putih ini sangat begus khasiatnya. Penelitian menunjukkan kalau bawang putih ini kaya zat antibakteri dan antitiviral, dimana kedua zat ini berfungsi menstimulasi pembentukan sel darah putih pada tubuh dan bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh. 
Penyajiaan paling sederhana: coba beri banyak bawang putih ini di sup, atau mie berkuah. Ini akan sangat berkhasiat mengatasi gejala flu dan demam.
2. Jamur
iStockphoto
iStockphoto
Jamur ternyata sangat berkhasiat sebagai senjata melawan flu dan hawa dingin. Studi lebih lanjut pada hewan menemukan kalau jamur-jamur seperti shitake, maitake and reishi, mengandung antribakteri yang dapat berfungsi sebagai anti tumor.
Penyajiaan paling sederhana: Tambah jamur secukupnya pada kuah bakso, atau miso.
3. Sayuran berwarna cerah
iStockphoto
iStockphoto
Carotenoids seperti beta carotene adalah salah satu antioksidan penting yang sangat berfungsi untuk membantu sistem kekebalan tubuh manusia. Dan carotenoids ini ditemukan pada warna-warna kuning cerah, oranye cerah, dan hijau cerah pada sayuran. Menggabungkan jenis-jenis sayuran ini ternyata tak kalah pentinggnya karena beberapa zat dapat berkerja sama untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Penyajiaan paling sederhana: Sup sayuran berwarna menjadi pilihan yang tak kalah menarik.
4. Kacang
iStockphoto
iStockphoto
Kacang mengandung vitamin dan mineral yang sangat kaya dan berfungsi sebagai antioksidan hebat, seperti omega 3, vitamin E, dan zick. Penelitian menunjukkan memakan kacang dapat mengurangi resiko terkena penyakit kronis.
Penyajiaan paling sederhana: Selai kacang asli (tidak ada campuran lain) bersama roti menjasi pilihan yang sangat sederhana.
5. Buah-buahan Berry
iStockphoto
iStockphoto
Buah-buahan berry, seperti strawberry, blueberry, dll sangat kaya vitamin C dan bioflavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan mencegah terjadinya kerusakan pada sel. Satu cangkir strawberry mengandung 100 mg Vitamin C yang hampir sama dengan satu cangkir jus jeruk. Buah berry yang berwarna hitam (gelap) mengandung lebih banyak bioflavonoid.
Penyajiaan paling sederhana: Untuk mendapatkan hasil maksimal, jus buah-buahan Berry lebih dari satu jenis.
6. Ikan
iStockphoto
iStockphoto
Ikan mengandung sama lemak omega 3 dan asam lemak lainnya yang dapat membantu meningkatkan aktivitas sel darah putih. Zat-zat ini juga berperan penting membentuk senyawa untuk mengatur kekebalan dalam tubuh dan membantu mengurangi kerusakan dalam tubuh setelah terjadi reaksi terhadap infeksi.
7. Coklat
iStockphoto
iStockphoto
Ini adalah kabar berita bagi para pecinta coklat. Coklat adalah salah satu makanan penambah kkebalan tubuh karena coklat merupakan antioksidan konsentrat. Coklat ini akan menjadi sehat asalkan tetap menjaga kadar gulanya dalam taraf minimum, seperti colkat pahit dan bubuk coklat dapat bekerja untuk meningkatkan imunitas. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi coklat dapat mengurangi resiko sakit jantung, membantu menjaga tingakat kolesterol, dan memperbaiki pembuluh darah yang rusak pada penderita diabetes.
Penyajiaan paling sederhana: Secangkir coklat, dengan susu rendah lemak dan gula kadar rendah.
8. Yogurt
123RF
123RF
Penelitian menunjukkan bahwa dalan yogurt terdapat kandungan Lactobacillus yang dapat berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh melawan infeksi dan bahkan kanker. Kegunaan Lactobacillus dalam yogurt ini antara lain mencegah deman dan infeksi lainnya.
Penyajiaan paling sederhana: Yogurt dengan strawberry dan kacang di atasnya adalah pilihan paling baik.
9. Persimmons (Kesemek)
iStockphoto
iStockphoto
Kesemek ini ternyata sangat kaya vitamin A dan C yang sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh. Makanan dengan kaya vitamin A lainnya, antara lain Labu, ubi jalar, dan bayam, dan kaya vitamin C, antara lain Stroberi, pepaya, kiwi, melon, dan jeruk.
10. Kacangan (beans)
iStockphoto
iStockphoto
Makanan berprotein tinggi, seperti kacang-kacangan mengandung tinggi zinc, yaitu suatu minaral yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah dan T-cell yang berfungsi untuk melawan infeksi.
Demikianlah 10 makanan yang sangat berguna bagi tubuh, semoga bermanfaat.

"Aku tidak pernah memilihmu untukku"

Aku tidak pernah memilihmu untukku, tapi Allah Azza wa Jalla yang memilihmu untukku.

Aku tidak pernah mengharap mencintaimu, tapi Allah Azza wa Jalla telah menundukkan hatiku untuk mencintaimu.

Aku tidak pernah bermimpi untuk mendampingimu, tapi Allah Azza wa Jalla yang telah menunjukkan jalan hidupku untuk mendampingimu.

Aku juga tidak pernah berharap menanggung rasa ini atas cintaku padamu.Tapi Allah Azza Wa Jalla yang telah memberi rasa ini dan harus ku tanggung atasmu.

Itulah aku adanya. . .
Tidak pernah kurasa untuk mengatur hatiku sendiri. . .
Karena sang Pemilikku yang telah mengaturku dan menentukan bagaimana ku berbuat.

"Pelajaran Memberi"



Suatu sore, seorang mahasiswa berjalan bersama dosennya. Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan. Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja di hutan.

Sang mahasiswa berpaling pada dosennya seraya berkata,"Mari kita sembunyikan sepatunya,lalu kita bersembunyi di balik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian."

Dosen itu menjawab, "Sobatku, kita tidak seharusnya bersenang-senang dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya adalah memasukkan uang ke dalam kedua sepatu bututnya. Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut."

Mahasiswa itu pun melakukan apa yg dikatakan dosennya,lalu mereka bersembunyi di balik semak-semak.

Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas mengambil sepatunya. Ketika memasukkan salah satu kakinya, ia merasakan ada benda yg mengganjal. Ia pun merogoh ke dalam sepatu. Ia nampak terkejut dan terheran karena ada uang dalam sepatunya. Ia memegang sambil menatap uang tersebut, lalu melihat ke sekeliling apakah ada orang di sekitarnya. Tapi, ia tidak melihat seorang pun disana. Lalu ia memasukkan uang tersebut ke kantongnya,sambil memasang sepatu lainnya. Tapi, lagi-lagi ia terkejut karena ada uang dalam sepatunya yang satu lagi. Perasaan haru menguasainya, ia jatuh tersungkur dan menengadah ke atas. Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. Ia berbicara mengenai istrinya yang sakit, serta anaknya yang kelaparan karena tak ada uang. Ia bersyukur atas kemurahan yg Tuhan berikan melalui orang yg ia tidak ketahui.

Melihat hal itu, sang mahasiswa meneteskan airmata. Ia berpaling pada dosennya seraya berkata, "Kau telah memberiku pelajaran yang tak kan kulupakan. Kini aku mengerti bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima."

Kadang kita butuh action untuk memahami sebuah makna kehidupan, maka banyaklah beraksi agar kita menjadi pribadi yang kaffah.

Barokallahu fiikum…Semoga bermanfaat…

Rabu, 26 September 2012

"Sungguh, Aku Ingin Bersamamu"


Mentari di ufuk timur mulai memancarkan hangatnya, menyinari pucuk-pucuk pohon yang lesu tegak di atas keringnya bumi pertiwi, rumput-rumput mengering, kemarau telah lama menemani hari-hari. Di sebuah rumah sederhana, tampak seorang ibu, ayah dan tiga putrinya sedang bercengkrama lepas, bahagia melepas kerinduan setelah lama terpisah hingga ribuan kilometer. Kebahagiaan itu belumlah lengkap lantaran kakak tertua tidak hadir bersama mereka. Ia bersama suami dan anak-anaknya yang lucu dan menyenangkan berlibur sekaligus berlebaran di tempat mertuanya. Tapi tidak mengapa, yah itulah hidup, kadang lengkap berkumpul, namun hari-hari berikutnya terpisah jauh.

Itulah gambaran keluarga sederhanaku, aku sangat mencintai dan menyayangi mereka. Kami bercerita banyak hal, ayahku berpesan agar bisa menjaga diri dengan baik di negeri orang. Tenang ayah ada Allah bersamaku, insya Allah aku akan baik-baik saja. Karena jika kita punya niat baik Allah pasti akan mempertemukan kita dengan orang-orang baik lagi shalih, dan alhamdulillah aku menemukannya. Setelah dirasa cukup ayahku pamit meninggalkan kami, beliau pergi ke kebun melanjutkan perjuangan yang sangat melelahkan. Aku sungguh terharu walaupun dalam kondisi berpuasa dan diusia yang mulai senja beliau masih tetap menyongsong teriknya mentari kemarau. Semua ia lakukan hanya demi masa depan anak-anaknya. Engkau tak perlu lagi melakukanya ayah, cukuplah sudah engkau bekali kami sampai ke perguruan tinggi. Itulah kasih seorang ayah kepada anaknya, aku banyak belajar dari sosok beliau.

Hari beranjak siang, aku, ibu dan adik-adik sedikit sibuk mempersiapkan datangnya hari Kemenangan. Namun berbeda dengan tahun-tahun lalu tak banyak kue yang kami bikin, entahlah aku merasakan ingin selalu dekat dengan Allah saja, indah dan damai sekali rasanya. Apalagi moment sepuluh hari terakhir yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk beri’tikaf. Ku ingin melanjutkan i’tikaf yang ku lakukan sebelum pulang di sebuah masjid kampus di Bogor, tetapi di kampungku tak ada masjid yang menyelenggarakan i’tikaf, ya sudah akhirnya di rumah saja. Hari berlalu hingga hari kemenangan itu tiba, aku merasakan ramadhan tahun ini begitu bermakna dalam jiwaku.

Duhai ramadhanku…
Begitu cepat engkau tinggalkan aku…
Aku terpaku di sini…
Mengenang indahnya bersamamu…
Meresapi nimatnya bermunajat pada-Nya…
Ya Robbana aku memohon…
Agar nikmat ini selalu bersamaku…

Lima belas hari kebersamaanku dengan mereka menyisakan cinta yang semakin mendalam di hatiku. Hari ke sembilan pasca lebaran aku berpamitan kepada mereka untuk kembali meneruskan perjuangan hidup. Ibuku yang setia mengantarkan keberangkatanku diam seribu bahasa, matanya berkaca-kaca, ku peluk erat tubuhnya yang sudah mulai menua sebelum kemudian aku perlahan-lahan semakin menjauh meninggalkanya hingga hilang di ujung jalan. Akupun tak kuasa membendung air bah yang sebenarnya dari tadi hendak ku tumpahkan, namun ku tak ingin ia melihat kesedihanku, biarlah Allah saja yang tahu.

Bunda tahukah engkau, aku sangat merindukanmu, tahukah engkau aku sangat menyayangimu, tahukah engkau disetiap do’aku selalu terselip namamu dan nama ayah. Engkau begitu bersahaja, dalam ingatanku engkau tak pernah marah pada kami anak-anakmu walau kadang kami lalai mengerjakan pesanmu, tapi engkau tetap tenang dalam kondisi kepayahan yang luar biasa. Engkau begitu mulia, engkau selalu setia menemani ayah bekerja walaupun itu bukan tugasmu. Bunda, aku tak tahu harus bagaimana aku membalasnya. Yang aku tau hanyalah mendo’akanmu dan ayah, serta menjadikan diriku hamba yang bertaqwa dihadapan-Nya. “Aku ingin membangun cinta di atas cinta-Nya, aku ingin menjadi cahaya di atas cahaya-Nya”. Aku ingin di akhirat nanti kita berkumpul semuanya bersama Rosulullah SAW dan sahabat-sahabatnya.

Bunda, tenanglah aku di sini untuk belajar, belajar kemandirian, belajar menjadi bermanfaat bagi orang lain, belajar menata masa depan, belajar menjadi yang terbaik untukmu, belajar agar bisa kuat jauh darimu. Biarlah saat ini aku merasakan pahitnya jauh darimu, agar suatu hari nanti bila aku dipertemukan dengan seseorang pilihanNya aku tidak merasakan lagi gunda gulana jauh darimu hingga aku rela dan engkaupun rela kemanapun aku dibawa pergi. Dunia ini hanyalah sementara, yang abadi itu negeri akhirat. Bukan ku tak ingin bersamamu bunda, ayah tapi aku ingin kita berkumpul di negeri abadi nanti, di JannahNya. Aamiin.

“Wahai ayah dan ibu”

Wahai ayah dan ibu dengarlah rintihan anakmu
Pimpinlah diriku ini di jalan penuh berduri
Berilah ilmu..berilah Tuhan pencipta diri ini
Slamatkan dari tipuan dunia menuju alam yang abadi
Ilmu akhirat wajib dipelajari bekalan untuk bertemu Ilahi
Ilmu duniawi boleh dicari panduan hidup untuk berbakti
Ayah dan ibu ini impianku ingin menjadi anak yang sholih
Menolong ayah membantu ibu terus berbakti di negeri abadi
Tuhan beri kekuatan iman pada kedua ayah dan ibuku
Kau ampunkan segala kelemahan, snantiasa dalam bimbingan-Mu…
Setiap detik setiap saat berada dalam ridha-Mu
Jalan yang lurus ditunjuki…Tuhan jadi sahabat sejati…
By: Umam


                                     Wisma Mahabbah
                                       Cikarang, 25 September 2012