Cari Blog Ini

Sabtu, 28 Februari 2015

Amazing Journey Part 2

Bissmillaahirrohmaanirrohiiim... 


"Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?" ((QS: Al-Hajj: 46)

Sungguh, saya sangat menyukai perjalanan, sejak kecil bila diajak bepergian oleh ayah atau ibu saya sangat antusias. Pernah saya diajak oleh ayah pergi ke Padang Panjang menjenguk kakak yang mondok di sana, saya sangat senang bisa melihat jam gadang, lembah ngarai, lubang jepang, batu menangis sampai danau singkarak, waktu itu saya masih kelas satu SD, sangat bahagia walau harus berpisah dari ibu beberapa hari, melihat keindahan alam, melihat peninggalan-peninggalan bersejarah sambil diceritakan oleh ayah mengenai latar belakang tempat-tempat tersebut. Ada pengalaman yang tak terlupakan ketika perjalanan pulang, waktu bis berhenti ayah menyuruhku untuk tetap duduk di kursi penumpang, sementara ayah ke kamar mandi sampai bis mau jalan ayah belum kembali, saya bingung takut ayah tertinggal, akhirnya saya menangis, bang kondektur lalu bertanya mana orang tuanya, sontak saja saya jawab sambil menangis "ayahku jangan ditinggal dia masih di kamar mandi", bang kondektur baru nyadar ternyata penumpangnya masih ada yang belum naik. Tapi pengalaman mencemaskan itu tidak membuatku trauma, tetap saja masih suka kalau diajak bepergian. 

Sampai sekarang perjalanan itu menjadi sebuah kesenangan yang telah mendarah daging. Dan saya semakin menyukainya setelah tau Allah memerintahkan kepada manusia untuk melakukan sebuah perjalanan. Ada banyak firman Allah tentang perintah berjalan ini, dua diantaranya yang saya kutip di atas. Berjalan sambil mengambil pelajaran darinya, ada banyak sekali pelajaran yang bisa didapat dalam sebuah perjalanan mulai dari kultural penduduk setempat, keindahan alamnya, potensi lokalnya hingga SDMnya.

Sebuah perjalanan bisa dikatakan kita mendapat pelajaran darinya bila perjalanan tersebut menjadikan kita pribadi yang lebih banyak bersyukur, lebih mengenal sang Maha Pencipta serta menambah ketakwaan kita kepada-Nya. Bila beberapa hal tersebut belum masuk ke dalam hati kita, mungkin kita belum mengambil pelajaran darinya, maka kita perlu untuk terus berupaya untuk mengambilnya agar kita tidak termasuk orang yang sia-sia saja perjalanannya. Nauzubillah...

Berjalanlah sambil berbagi, apa saja, bisa ilmu, pengalaman atau bahkan materi. Berjalanlah mumpung masih muda, mumpung masih diberi kesempatan, mumpung masih diberi waktu. Dan berjalanlah sambil memetik mawar dan melati, agar suatu hari nanti ia menjadi taman persinggahan yang paling indah untukmu dan orang-orang yang kau cintai karena Allah.





bersama anak-anak lereng Merapi belajar sholat


Bersama anak-anak lereng Merapi, belajar baca Qur'an
Dalam ketenganmu kau begitu mempesona
Ini adalah view gunung merapi dari lereng Merbabu, di desa Nagrong, untuk mencapai ke sini memerlukan waktu sekitar 2 jam dari kota Yogyakarta dengan menggunakan motor atau mobil, namun hanya mobil kecil yang bisa ke sana karena jalannya yang kecil. Di sini penduduknya rata-rata petani sayur dan palawija sesuai dengan topografinya di daerah pegunungan yang subur, namun sayang tingkat pendidikan di sini masih sangat rendah, anak-anak yang melanjutkan sekolah sampai ke tingkat SMP atau SMA bisa dihitung dengan jari, apalagi sampai perguruan tinggi, baru ada satu pemuda yang sekarang masih kuliah di Yogyakarta dari jalur beasiswa penghafal Qur'an. Alhamdulillah desa ini merupakan desa binaan Rumah Qur'an AQL ustad Bachtiar Nasir, walaupun belum banyak yang melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi mereka rata-rata hafal 5-6 juz Al qur'an.

Daerah ini juga merupakan pusat penyebaran kristenisasi terpesat di Jawa Tengah sudah beberapa gereja berdiri di sana. Satu hal lagi yang mengejutkan, dibalik alamnya yang indah dan menyejukkan pandangan mata, banyak diantara penduduk sana bahkan sebagian besar rumahnya bercampur dengan kandang sapi, yah...kandang sapinya menyatu dengan rumah-rumah mereka bersama dapur ataupun tempat tidur sehingga tidak bisa dikatakan rumah yang sehat dan bersih. Keadaan ini bukan karena mereka tidak memiliki rumah yang layak, rumah-rumah di sana sebagian besar sudah permanen, mungkin masih kurangnya pengetahuan mereka tentang lingkungan bersih dan sehat. Mari berbuat apa yang bisa kita lakukan di sana, apalagi yang dekat daerah sana mari berkontribusi.

dalam perjalanan pulang sengaja berhenti untuk dokumentasi keindahan alam Merbabu dan Merapi ^_^




Bersama kalian aku bahagia, meski harus mendaki, meski harus menurun, meski dalam lelah bertambah-tambah. Perjalanan singkat yang kita lalui bersama menyisakan kenangan yang akan ku kenang sepanjang hayat, kita merajut ukhuwah, mengukir kenangan, semoga tak lekang oleh waktu. Meski kebersamaan kita belum bisa berlanjut untuk merintis desa binaan di sana, do'aku akan selalu mengalir untuk kalian semoga dimudahkan semuanya, diberikan pahala terbaik atas semua pengorbanannya...

aku menemukan senja di sini, indah sekali, sangat indah, namun sedikit tertutup awan hitam


Beberapa hari kemudian, perjalanan berlanjut ke Pantai Wonosari, ada banyak pantai indah di sini, mari kita intip...

Foto di ambil sebelum musim hujan, tampak biru bersih
                                            Foto saat musim hujan, tampak keruh namun tetap indah





kamu lihat foto diatas? pantai dengan air keruh dan air biru, tampak sangat kontras. Inilah air tawar dengan air asin, tidak bercampur, seolah-olah ada dinding pembatas. Saya menyaksikan langsung fenomena ini seperti dalam firman-Nya "

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing." (QS. Ar-Rahman: 19-20)

 “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

 “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu.” (QS Fushshilat : 53)

Menurut penduduk setempat di pantai baron memanjang sampai ke pantai kukup ada sungai di bawah laut, sehingga pada saat musim hujan sungai akan menjadi keruh sehingga keruhlah air pantainya.









Pantai Indrayanti
Berjalan sambil menikmati keindahan ciptaan-Nya, dan belajar memahami makna yang tersirat.
Perjalanan ke sini memakan waktu 3 jam dari kota Yogyakarta menggunakan sepeda motor, melewati jalanan perbukitan yang berkelok-kelok dikelilingi jurang dan tebing curam, rasa lelah dalam perjalanan terbayar lunas setelah menginjakan kaki di pasir putihnya. Begitupun dalam hidup, untuk mencapai keindahan seringkali kita harus melalui jalanan yang tak mudah dan tak mulus, kita harus berjuang sekuat kemampuan untuk mencapainya dan pada akhirnya kita akan menemukan keindahannya, begitulah sunatullahnya.
 
barokallah fiikum...

Sabtu, 17 Januari 2015

Berjalan dan Terus Berjalan


Berjalan mendaki gunung, menuruni lembah, menyusuri pantai dan melewati kota-kota peradaban, namun tak jua kau menemukannya di sana. Apakah kau lelah? bahkan hanya sekedar menjawabnya saja kau tak tau, biarlah hanya Allah yang tau. Kau hanya ingin berjalan sambil memetik mawar dan melati agar kau tidak merasa berjalan terlalu lama sambil menunggu, agar dalam perjalanan dan penantianmu semerbak harum hingga kau tak lagi merasa lelah, agar suatu hari nanti bila kau telah menemukan persinggahan, mawar dan melati yang kau petik kau tanam kembali hingga menjadi taman persinggahan yang paling indah dan nyaman bagi orang-orang yang kau cintai...



Apakah kau kecewa? buat apa kau kecewa? bukankah ini sudah digariskan oleh-Nya? Yakinlah selalu ada jalan disetiap kesulitan, yakinlah langit tidak selalu mendung, akan ada tetesan hujan yang menyejukkan hamparan bumi-Nya, yakinlah matahari tidak selamanya bersinar terik, akan segera datang senja yang membuat hatimu berdecak kagum, yakinlah tidak selamanya kau bersama malam yang sunyi, bukankah semakin pekatnya malam itu pertanda fajar akan segera menyingsing? dan itu pertanda mentari akan segera terbit yang membuatmu tersenyum bahwa kehidupan baru akan segera dimulai. Karena setiap keadaan pasti berubah, dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan bersabar...





Yakinlah kau akan baik-baik saja bersama Robbmu, yakinlah ia juga akan baik-baik saja bersama Tuhanmu. Biarlah, biar ia terbang bersama mimpinya, biarlah, biar ia menyendiri dalam dekapan Tuhanmu, seperti kau juga menyendiri dalam pelukan Robbmu, biarlah, biarlah Allah yang mengaturnya. Saat ini kau hanya bisa berdo'a untuknya dari kejauhan, dalam kesunyian, dalam pekatnya malam, dalam rinay hujan, semoga Allah selalu menunjukinya ke jalan kebaikan, memberikan jalan keluar dalam setiap kesulitan, memudahkan semua urusannya, melapangkan rizkinya, memberikan ilmu yang bermanfat, selalu dalam keberkahan dan penjagaan-Nya...aamiin...

#Dalam rinay hujan di sudut kota Yogyakarta

Jumat, 09 Januari 2015

Amazing Journey

Bismillah…
Perjalanan panjang, macet, ditambah muter-muter mencari jalan akhirnya sampai juga di kota Banjar. Tujuan utama kami sebenarnya ke lokasi bencana tanah longsor di Karang Kobar Kab. Banjar Negara mewakili teman-teman SPI (Sekolah Perempuan Indonesia) untuk menjadi tim Trauma Healing bagi para korban bencana. Namun karena berangkatnya bareng anak-anak PP KAMMI dan kebetulan ada salah satu pengurus PP yang menikah di Banjar akhirnya kami ikutan kondangan dan memang ada undangan juga sih buat anak-anak SPI. Sebelum kondangan kami muter-muter pasar banjar dulu mencari logistik untuk dibawa ke lokasi bencana. Setelah zuhur barulah kondangan. Kaget juga sih pas liat pengantinnya :(


Untuk yang kedua kalinya muter pasar banjar mencari plastik buat wadah logistik ternyata ngak ketemu juga akhirnya perjalanan menuju ke lokasi bencana mundur jadi setengah empat sore. Jalanan cukup terjal di sisi kanan kiri jurang dalam dan bukitan, untungnya sopir keliatan sudah piawai dengan medan ekstrim seperti itu dan alhamdulillah akhirnya sampai dengan selamat di lokasi jam 4.30 sore, kami segera singgah di posko KAMMDA Jogja, disambut seorang akhwat dan tiga ikhwan. Kami berbincang-bincang menanyakan keadaan para korban dan sejauh mana penanganannya, termasuk juga lembaga atau LSM apa saja yang ikut andil selama ini.  Di sana banyak sekali posko termasuk posko Rotary Yahudi dan posko Katolik, miris sekali, sepertinya mereka punya misi yang lebih besar bukan sekedar membantu sesama. Dari pemaparan anak-anak KAMMI bahwa mereka agak kesulitan mengkondisikan para korban untuk sekedar menunaikan ibadah wajib apalagi belajar hal lainnya baik bapak-bapak, ibu-ibu maupun anak-anaknya, mereka masih sangat trauma, ditambah motivasi belajar yang masih sangat rendah.


Hikmah yang dapat saya ambil dari bencana ini adalah bahwa bencana tersebut adalah karena ulah tangan manusia itu sendiri, sebagaimana firman Allah "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS Ar-Rum:30). Saya melihat daerah ini adalah daerah perbukitan yang sudah disulap menjadi perkebunan salak, padahal seharusnya daerah perbukitan seperti itu ditanami pohon-pohon kayu yang akarnya kuat untuk menahan tanah dari erosi dan menyimpan air agar tidak terjadi longsor dan banjir disaat musim hujan dan kekeringan disaat kemarau, sedangkan tanaman salak berakar serabut sehingga akarnya tidak mampu menahan erosi dan menyimpan air. Yang kedua akibat manusia tidak pandai bersyukur, jangankan bersyukur yang ada bermaksiat, akhlak dan prilaku sehari-hari masih jauh dari nilai-nilai islam, ya kalau menurut warga sekitar, di sana terkenal dengan klenik dan judi, sabung ayam, malah akhir-akhir ini juga marak berdiri karaoke. Sehingga wajar bila kemudian Allah murka, maka Allah binasakan mereka akibat tangan-tangan mereka sendiri.

                                                  Kondisi longsor di dusun Jemblung

Ada satu penomena ajaib yang saya temui langsung di sini, ada sebuah rumah sederhana yang masih berdiri kokoh ditengah puing-puing kehancuran, ternyata rumah tersebut milik seorang guru ngaji yang dengan ikhlas mengajarkan ilmunya kepada anak-anak tanpa bayaran sepersenpun, meski tak banyak yang datang, namun setidaknya ia sudah memulai melakukan perbaikan terhadap lingkungan sekitarnya. Kembali lagi peran pemerintah dan orang-orang terdidik sangat diperlukan di sini, bukan hanya sekedar terdidik namun yang mempunyai nilai-nilai peradaban yang tinggi sehingga mampu membangun masyarakat yang madani.

                                                     Rumah ajaib atas kehendak Allah

Melihat kondisi yang sudah mulai aman dan banyaknya relawan dari berbagai lembaga akhirnya kami memutuskan untuk tidak jadi stay di lokasi yang sebelumnya direncanakan tiga hari. Logistik seperti selimut, alat tulis, al qur’an dan iqro kami serahkan ke posko KAMMDA Jogja untuk disalurkan ke pihak yang berhak. Menjelang magrib kami berpamitan melanjutkan perjalanan, kami memutuskan untuk sowan ke KAMMI Komsat Tegal lanjut ke Semarang sowan ke SPI Semarang sekaligus studi banding ke RISMA MAJT dan sowan ke KAMMDA Semarang yang baru terpilih ketua baru. 

Perjalanan berlanjut hingga ke Purwokerto, karena sopir tidak kuat lagi melanjutkan perjalanan akhirnya kami beristirahat di Pom bensin Purwokerto sampai jam 3 pagi, setelah sholat barulah melanjutkan perjalanan menuju Tegal. Tiba di Tegal jam 6 pagi singgah dulu ke rumah salah satu pengurus pusat KAMMI sambil istirahat, setelah dijamu sarapan barulah meluncur ke komsat Tegal. Banyak pelajaran yang didapat di sini, tentang semangatnya, ukhuwahnya, dan pastinya dapat saudara-saudara baru.

 
Komsat KAMMI Tegal

Sorenya melanjutkan perjalanan ke Semarang, dengan berganti bus, sementara teman-teman yang lain melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Sebuah perjalanan yang tak terduga, tanpa direncanakan sebelumnya. Saya jadi ingat beberapa minggu lalu terbersit pengen ke Semarang lagi tapi kapan? Dan akhirnya sampai juga di Semarang jam 8 malam, kami segera dijemput Teman-teman SPI dan menginap di kosan mereka di daerah UNDIP. 

Pagi yang indah, langit Semarang cerah, secerah semangat-semangat kami untuk segera meluncur menuju ke MAJT; studi banding ke RISMAnya, kalo ke sini kami mewakili teman-teman YIC Bekasi, di sini kami sharing program, sumber pendanaan dan metode rekrutmen. Dan sebagai follow up dari pertemuan kemarin kami membentuk Forum RISMA Sejawa, ini bertujuan menjadi wadah sharing dan berbagi info apapun yang bermanfaat, harapannya semoga masjid-masjid yang ada di Indonesia menjadi basis bangkitnya Pemuda Islam.




                      alhamdulillah ngak nyangka kembali lagi ke sini, setelah rindu beberapa waktu lalu...

sebelum ketemu anak-anak SPI, singgah dulu di perpus UNDIP sambil menanti hujan, dan ternyata perpusnya uda tutup karena waktu sudah menunjukkan jam 16.30

                                          hanya bisa melihat cover bukunya saja dari balik kaca :(

Sore sehabis hujan, diskusi sama teman-teman SPI Semarang sambil menikmati santapan khas kota semarang bebek penyet :) . SPI Semarang baru di louncing sekitar satu bulan lalu. SPI adalah wadah bagi para wanita Indonesia untuk bergerak membangun Indonesia, khusus bagi remaja putri dan ibu-ibu namun tidak menutup kemungkinan membuka peluang bagi kaum Adam untuk menjadi relawan. Mengingat wanita adalah tolak ukur bagi kemajuan bangsa, maka SPI sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman, seperti pepatah “bila baik para wanitanya, maka akan baiklah Negara tersebut, sebaliknya bila buruk para wanitanya maka hancurlah Negara tersebut. SPI ini tidak bertujuan menghasilkan ijazah, karena ia bukanlah sekolah formal, namun mengasah skill dan profesionalisme para wanita guna mendukung pembangunan Indonesia.

                         Lesehan bersama teman-teman SPI Semarang, semangat mereka luar biasa :)

Dalam ADART SPI sendiri memiliki 4 fokus yang akan dikembangkan yaitu bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan advokasi perempuan. Dari hasil diskusi dengan teman-teman SPI semarang mereka akan memulai pembangunan mulai dari bidang kesehatan dan ekonomi. Titik fokus di kawasan tambak lorok kota Semarang, daerah yang dikenal terkumuh. Semoga usaha untuk memperbaiki dan membangun bangsa ini diridhai Allah dan diberi kekuatan dan keistiqomahan dalam perjalanannya.

Pagi masih secerah kemarin, kami diajak menemani SPI Semarang on air di radio Semarang, ngak nyangka sampe juga ke RRI Semarang. Meskipun baru di louncing, dan belum terlihat kinerjanya, setidaknya mengenalkan ke masyarakat adalah langkah awal untuk melakukan kerja-kerja nyata selanjutnya. Di sini bertemu dengan ibu penyiar yang luar biasa menginspirasi, beliau juga sangat mengapresiasi adanya SPI, terimakasih ibuuu, ah saya lupa namanya maafkan saya ibu, tapi saya akan selalu ingat wajah teduhmu :)




Terakhir mampir ke sentra oleh-oleh di jalan Pandanaran, belanja oleh-oleh buat teman-teman. Bakda ashar segera meluncur ke terminal Banyumanik pulaaang bersama teman-teman. Ada pengalaman yang tak terlupakan di sini dan menjadikannya sebuah pelajaran yang sangat berharga. Jadi, ceritanya tiket bis kami dibeli oleh dua orang teman saya di terminal banyumanik ketika saya dan sahabat saya satu lagi ke RRI Semarang, kualifikasi tiket kelas VIP karena pertimbangan perjalanan yang cukup jauh, di sana tertera keberangkatan jam 16.30, alhasil kami datang lebih awal jam 15.30 karena khawatir tertinggal, lama menunggu sampai magrib bis belum juga muncul, akhirnya kami sholat terlebih dahulu jamak taqdim, dari tadi kami menanyakan kenapa bisnya belum datang? dan jauh sekali mundurnya dari jadwal yang telah ditentukan? jawaban bapak itu sama sedang diperjalanan, yaa kami harus sabar menunggu, mungkin macet, mungkin dan mungkin yang lainnya, akhirnya datanglah sebuah bis dan kami segera dipersilahkan naik, dan alangkah kagetnya kami ketika masuk kondisi bis tidak sesuai dengan pesanan: lusuh, bau rokok, dan segala macam rupa bau dan pemandangan, serta suara bising mesin yang sudah lawas, kamipun tidak jadi naik, kami komplain dengan cara baik-baik, dan ternyata bapaknya ngak terima, terjadilah perseteruan antara kami dan bapak-bapak itu. Alasannya bisnya rusak, tapi kenapa tidak ada konfirmasi sebelumnya, ini menunjukkan ketidakprofesionalan mereka, terlihat sekali kebohongan disitu, kata-kata mereka kasar, benar-benar aneh, kami yang terzholimi malah mereka yang marah-marah, pengen sekali rasanya melabrak mereka, tapi yah sudahlah kalau dilayani semakin menjadi. Sebenarnya tidak masalah bisnya ganti asalkan sesuai harga dan tidak seenaknya mengoper penumpang. Dan bukan pula merasa hebat tidak mau merakyat, hanya saja tidak kuat dengan bau rokok yang bikin orang disekitarnya lebih menderita.

Saya cukup trauma dengan kejadian ini, saran saya buat teman-teman bila ingin bepergian menggunakan bis atau travel carilah bis yang sudah ternama dan membelinya di agen khusus, jangan membeli di terminal, karena di terminal kebanyakan para calo yang tidak bertanggungjawab. Ciri-ciri agen khusus: punya nama resmi, ada tiket resmi dan merek bisnya cuma satu tidak macam-macam. 

Saya kasih tau nama bis yang membuat saya benar-benar mengingat kejadian ini: namanya Bis Safari, ini bukan menjelek-jelekkan hanya sebagai pelajaran agar menjadi pertimbangan untuk memilih jasa bis yang akan kita tumpangi. Dan buat bis Safari agar ini juga menjadi bahan evaluasi supaya kedepannya memperbaiki pelayanannya. Karena dari cerita orang-orang ternyata bukan kami saja yang merasakan jeleknya pelayanan bis Safari ini huhu.. 

Akhirnya setelah dinegosiasi oleh mantan ketua KAMMDA Semarang barulah dapat bis yang sesuai pesanan meskipun bukan merek Safari, terimakasih buat teman-teman KAMMDA Semarang yang telah banyak membantu, dan maaf telah merepotkan. Waktu menunjukkan jam 20.30 saat bis pengganti datang, dan ternyata sopirnya sudah tua banget :( sebenarnya agak ngeri jugasih tapi yaa mau gimana lagi, yaa sudahlah…bismillah…perlahan kami meninggalkan kota Semarang dengan berbagai pengalaman unik…

Dan ternyata tahun sudah berganti ketika kami masih dalam perjalanan, tidak ada yang istimewa sih, hanya menggantungkan harapan-harapan kepada Yang Maha Mengabulkan Harapan…semoga Allah berkenan menghimpun yang masih terserak, memberi jalan keluar atas semua kesulitan, mempertemukan rindu dengan rindu yang sama, meridhai atas semua yang dilakukan…aamiin…

Senin, 15 Desember 2014

Robbi, Engkaulah Pemilik Hati

 Bismillaahirrohmaanirrohiim...
Duhai Robbi, sesungguhnya Engkaulah pemilik hati, yang menumbuhkan kerinduan dalam diriku untuk bertemu belahan jiwaku. Menciptakan kasih sayang di antara kami, agar tentram hidupku dan merasakan kebahagiaan atas indahnya ciptaan-Mu.

Duhai Robbi, jika tak pernah cukup amalku membawaku ke surga-Mu. Berikanlah aku seorang imam yang akan mendo’akanku menjadi bidadari surganya, hingga do’anya menjadi salah satu alasan bagi-Mu mengisi salah satu surga-Mu dengan diri ini.


Duhai Robbi, jika tak pernah mampu aku memberatkan timbangan amalku dengan ibadahku sendiri. Berikanlah aku seseorang yang membuatku mengabdikan diri kepadanya, sebagai bukti cintaku kepada-Mu. Agar ridhanya menjadi kunci bagiku membuka surga-Mu. Dan pengabdian padanya adalah ibadah mulia yang kulakukan atas nama cinta kepada-Mu.

Duhai Robbi, andai itu semua tak layak untukku. Pertemukanlah aku dengan jiwa yang baik yang kurindu itu, yang mengaitkan cintanya kepada-Mu. Hingga semakin kuat cintaku kepada-Mu, hingga kami berkumpul dalam naungan kasih sayang-Mu. Dan maafkanlah aku atas kesalahanku, kelemahan, dan keterbatasanku yang seringkali lalai untuk mengingat-Mu.

Duhai Robbi, biarkanlah kami menjadi hamba yang mengisi menara-menara langitmu. Yang Kau janjikan akan terisi dengan mereka yang saling mencintai karena-Mu...

Jumat, 05 Desember 2014

Meluruh Tanpa Kata

Bismillaahirrohmaanirrohiim...



Selain hujan, adakah yang berkali-kali jatuh tanpa sekalipun mengeluh? walau air mata seringkali luruh, cintakah?
Entahlah kadang kau sendiri tak tau, meski semua rasa telah kau bagi untuk ayah bundamu, adik-adikmu, kakak-kakakmu, keponakanmu, sahabat-sahabatmu, saudara-saudarimu, anak-anak didikmu, alam sekitar, mentari, senja, pantai, lembah nan hijau, gunung nan tinggi, bahkan Cinta tertinggi kepada Robbmu yang selalu mengalir disetiap urat nadimu. Namun tetap saja rasa itu selalu ada, masih tersimpan untuknya, entah sampai kapan, bahkan akan lebih dalam ketika kau ditakdirkan bertemu dengannya.

Kadangkala hatimu lelah menyimpan semuanya sendiri, namun kau tak ingin berputus asa, mungkin ini cara Allah agar memelukmu lebih erat, bukankah Allah senang dengan hambanya yang mengadu segala kegundahan hatinya, Allah senang melihat hambanya menangis di hadapan-Nya...

Rasa itu akan selalu ada untuknya, meski yang lain datang silih berganti tawarkan kesenangan dunia, kau tetap diam tak bergeming, karena bukan itu yang kau harapkan, bukan itu yang kau inginkan. Meski hujan badai terus menghantam tubuhmu, kau tetap diam membisu, bukan karena kau merasa kuat, namun agar kau menjadi kuat dengan tempaannya.

Tahukah kau, mengapa kau begitu yakin ingin bersamanya, kau tak ingin membuatnya bersedih, kau tak ingin meninggalkannya, karena kau yakin bersamanya surga terasa semakin dekat.

Walau air matamu seringkali menetes, menembus langit hatimu, kau tak peduli lagi, kau hanya ingin ridha Allah, kau ingin menggapai surga bersamanya, itulah cita-cita tertinggimu.

Kini musim telah berganti, namun rasamu tetap sama tak ada yang berubah, sekian lama kau pendam sendiri dalam kesunyian, dari kejauhan, dalam pekatnya malam, dalam isakan tangis yang tak bersuara di hadapan Robbmu, berharap ia mengerti bahwa kau masih menantinya dalam diam, dalam pengharapan kepada Robbnya. Berharap ia akan segera datang menemuimu sebelum musim kembali berganti...

Cita-citamu hanya satu "ridha Allah" agar Allah berkenan menghadiahkan surga-Nya untukmu dan untuknya...

Kamis, 20 November 2014

Solidaritas Berhijab Untuk Muslimah Indonesia


Mengapa harus ada solidaritas berhijab untuk muslimah? Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Sebagai syariat yang memiliki konsekuensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. 

Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion. Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.
 
Karena berhijab adalah perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam firman-Nya
"Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka". [An Nuur:31].

"Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang". [Al Ahzab : 59].

Maka berhijab bagi muslimah adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya
"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar". [Al Ahzab:71]

"Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". [Al Ahzab:36].

Perintah berhijab ini bukanlah tanpa alasan, sebagaimana makna tersurat dalam firman-nya di atas agar para muslimah tidak diganggu oleh kaum laki-laki bejat dan rusak. Agar tidak menjadi fitnah bagi laki-laki beriman. Agar tidak menjadi dosa bagi ayah, suami, anak, dan saudaranya. Terlepas dari itu semua ternyata berhijab juga memiliki dampak positif bagi kesehatan. 

Berikut ini beberapa dampak positif berhijab bagi kesehatan:
Pertama, berhijab mampu melindungi kulit, baik itu kulit tangan maupun wajah. Itu dikarenakan, ketika kita berada di luar ruangan, kita akan terserang sinar matahari yang mengandung sinar Ultra violet. Sinar ultraviolet bisa menyebabkan keriput, kanker kulit hingga kerusakan mata. Untuk itu, berhijab bisa membantu mencegah beberapa kemungkinan tersebut.

Kedua, perempuan yang berhijab akan lebih terjaga dan lebih higienis. Dalam artian, ia akan mendapatkan protect dari virus-virus yang bertebangan dimana-mana. seseorang tidak pernah bisa mengidentifikasi apakah virus tersebut berbahaya atau tidak. namun dengan berhijab, kemungkinan untuk terserang virus-virus tersebut bisa diminimalisir.

Ketiga, menjaga tubuh dari suhu dingin yang meresap ke kulit. Fungsi hijab juga bisa mengurangi rasa dingin yang disebabkan oleh lingkungan. Suhu dingin tersebut bisa menyebabkan flu, demam dan tubuh gemetaran. Dengan berhijab, maka sirkulasi udara yang masuk ke tubuh akan berkurang karena tertutup rapatnya hijab.

Keempat, hati terasa lebih tenang. Berhijab ternyata bisa meningkatkan kesehatan psikis seseorang. Dengan berhijab, maka hatinya akan semakin tenang. Tenang karena telah mentaati perintah Allah, dan juga tenang karena tidak terlalu khawatir akan pelecehan seksual. Rasa tenang itu bisa memacu kebahagiaan dalam hidup serta meminimalisir stress.

Penjelasan diatas adalah alasan kenapa pentingnya berhijab. Sebagaian besar mungkin sudah tahu, namun mungkin ada juga yang belum mengetahuinya, dan sebagian yang lain mungkin ada yang tahu namun tidak mau atau masih berfikir beribu kali untuk melaksanakannya. Penjelasan tersebut juga sebagai bentuk solidaritas kami agar muslimah tidak ragu-ragu lagi dalam melaksanakan perintah Allah yang sejatinya adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Selain keraguan dari diri sendiri, larangan, ancaman untuk berhijab seringkali datang dari pihak-pihak tertentu, di tempat kerja, sekolah ataupun ditempat-tempat lain. Ini adalah pembatasan hak asasi, padahal berhijab adalah hak asasi dan hak dasar bagi setiap muslimah sebagai bentuk implementasi dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran islam.

Maka solidaritas berhijab ini penting kita bangun bersama agar menjadi penguat bagi para muslimah yang masih kesulitan untuk berhijab baik keraguan yang datang dari diri sendiri maupun intervensi dari pihak lain. Harapannya tidak ada lagi deskriminasi terhadap para muslimah khususnya di Indonesia untuk berhijab sesuai syariat.

By: Bidang Kemuslimahan YIC_Bekasi

Dipublikasikan pada acara Solidaritas Berhijab Untuk Muslimah Indonesia |Jakarta, 25-26 Oktober 2014

barokallahu fiikum...



Kamis, 13 November 2014

Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana

Bismillaahirrohmaanirrohiim...



aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti mentari yang selalu memancarkan kehangatannya disetiap pagi
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti embun yang selalu meneteskan kesejukannya disetiap pagi
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti air yang selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti ombak yang selalu menemani pantai setiap hari
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti mata air yang selalu memancarkan kesegarannya bagi semua mahluk hidup
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti lautan luas yang menyimpan warna-warni kehidupan
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti angin yang meniupkan kedamaian diantara dedaunan
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti hujan yang selalu melimpahkan kesegarannya dalam kemarau nan panjang
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti dedaunan kering yang berguguran, gugur untuk menyuburkan yang lain
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti bunga-bunga bermekaran yang membuat indah mata memandang 
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti pepohonan nan rindang yang selalu memberikan kesejukannya bagi mahluk hidup lain
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti untaian do'a yang selalu mengalir untukmu...
aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti rindu yang belum sempat ku sampaikan padamu...